• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Bengkalis

Tinggal Di Gubuk Reot, Berharap Belas Kasihan Warga

Hidup Sebatang Kara Syahrudin tak Miliki Tanah dan Rumah

Redaksi

Senin, 20 Desember 2021 12:04:51 WIB
Cetak
Hidup Sebatang Kara Syahrudin tak Miliki Tanah dan Rumah
POTRET : Rumah papan berukuran 2,5 x 3 meter menjadi tinggal Syahrudin (65) warga RT03/RW04, Gang. TPU Riadhul Abdin, Jalan Simpang Baru, Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis, Ahad (19/12/2021).(FOTO)

BENGKALIS, BEDELAU.COM –-Rumah papan berukuran 2,5 x 3 meter menjadi tempat tinggal Syahrudin (65) warga RT03/RW04, Gang. TPU Riadhul Abdin, Jalan Simpang Baru, Desa Teluk Latak Kecamatan Bengkalis. Hidup sebatang kara, membuatnya harus bertahan untuk menunggu belas kasihan keluarga dan warga setempat.

Rumah yang ditempatinya tampak miring dan berantakan. Bagian dapur sudah hampir roboh. Syahrudin, ternyata tidak asing bagi masyarakat disana. Menggunakan tongkat berjalan tertatih-tatih dibimbing Muhammad Ali (41) tetangganya. Ia melangkah dengan susah payah untuk sampai ke depan rumahnya yang terlihat tua dan kayunya sudah lapuk dimakan masa.

Tangannya menggigil saat mengambil kunci untuk membuka gembok rumahnya yang sudah miring dan dengan perlahan membuka pintu dan memperlihatkan isi rumahnya yang terlihat berantakan. Di rumah itu, Syahrudin menghabis siang dan malam. Ia  mengaku sudah hamper 6 tahun tinggal di rumah seperti itu, tanpa ada bantuan dari siapapun.

Potret kemiskinan Syahrudin, sepertinya terabaikan begitu saja. Pasalnya, Syahruddin sampai hari ini belum memiliki tanah dan rumah sendiri. Di gubuk bekas pemilik  tanah, ia bertahan hidup, tentangga banyak yang perhatian ketika dirinya membutuhkan.

‘’Sudah lama saya tinggal di rumah seperti ini. Kalau masalah makan ada saja yang mengantar. Tapi yang menjadi masalah adalah tempat tinggal,”ucapnya.

Pria yang hidup menyendiri ini mengaku dibesarkan oleh orang tuanya di Desa Teluk Latak. Sanak saudara banyak tinggal di desanya, namun karena dia sudah tua dan tidak mau menyusahkan keluarga, akhirnya harus hidup sebatang kara di sebuah gubuk tua milik warga setempat.

‘’Dulu ada rumah besarnya. Tapi sudah tumbang dan kayunya sudah dibeli orang, tinggallah rumbah bagian dapur ini. Saya tinggal di rumah bagian belakang yang sudah tua ini sejak 2013 lalu sampai sekarang,’’ ujarnya sambil memegang kakinya yang agak membengkak karena mengidap penyakit asam urat.

‘’Ya, kedua kaki saya bengkak. Susah berjalan,’’ ucapnya.

Syahrudin berharap, agar dirinya mendapatkan rumah yang layak untuk berteduh menjelang hanyatnya sampai. Karena ketika dirinya sakit, tidak ada tempat yang layak untuk beristirahat di rumah karena kondisi rumah yang sudah reot dan hamper roboh serta bocor.

“Tadi malam saya tidur di sini (rumah gubuknya). Hujan deras. Harus bagaimana lagi. Untunglah ada tetangga yang perhatian ke saya,’’ ucapnya.

Kepala Desa Teluk Latak, Mansur kepada media ini mengatakan, apa yang dikisahkan oleh Syahrudin tidak semuanya benar. Namun pihak desa sudah mengusulkan ke pemerintah untuk bantuan rumah layak huni.

“Sudah kami usulkan sejak 2019 lalu. Tapi persoalannya, tanah yang ditempati Syahrudin bukan miliknya pribadi, melainkan milik warga yang lain. Makanya pihak desa tidak bisa berbuat banyak,’’ ucapnya.

Mansur yang bercerita dibalik telepon genggamnya dengan panjang lebar juga mengaku sudah mengusulkan kembali ke pemerintah daerah untuk rumah layak huni di 2022. Namun dengan catatan Syahrudin memiliki tanah.

‘’Saya sudah menghubungi keluarganya dan ada yang mau memberikan tanah sebagai tapak rumah. Mudah-mudahan keluarga mau memberikan tanah. Kalau ini ada di Januari 2022 kami langsung membangun rumahnya,”kata Mansur.

Kondisi yang dialami Syahrudin ini, tentunya tidak sebanding dengan besaran Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Bengkalis. Sehingga belum mampu menjamin kehidupannya masyarakat menuju sejahtera.

Sementara dinas terkait juga dari tahun ke tahun mengalokasikan anggaran untuk masyarakat miskin. Namun, sayang potret kemiskinan Syahrudin masih terabaikan dengan berbagai alasan yang barang kali mampu dipecahkan pemerintah daerah.(ra)


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved