• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Peristiwa

Ternyata Pohon Emas Tumbuh Subur di Indonesia, Ini Jenisnya

Redaksi

Selasa, 22 Februari 2022 12:44:51 WIB
Cetak
Ternyata Pohon Emas Tumbuh Subur di Indonesia, Ini Jenisnya

BEDELAU.COM --Mendengar kata kata pohon emas nampak hanya sebatas dongeng belaka. Namun, pohon tersebut benar benar ada. Faktanya, Indonesia memiliki tanaman yang mampu menyerap logam berat, termasuk logam mulia.

Keberadaan pohon emas ini disampaikan oleh Prof Dr Ir Hamim M.Si dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University dalam paparannya di Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap IPB University pada November 2021 lalu.
 
Hamim mengatakan, logam berat, termasuk logam mulia seperti emas, tidak mudah terdegradasi dan bisa berada di tanah sampai ratusan tahun. Selain itu, tumbuhan juga memiliki mekanisme fisiologis yang memungkinkannya menyerap logam berat di sekitar tempatnya tumbuh.
 
Tumbuhan yang menyerap logam berat, papar dia, dapat digunakan sebagai pembersih lingkungan karena dapat membersihkan komponen berbahaya untuk dikonsumsi atau biasa disebut fitoremediasi. Adapun jenis tumbuhan yang dapat menyerap logam berat dalam jumlah besar di dalam jaringannya disebut hiperakumulator. Tidak hanya membersihkan, tumbuhan hiperakumulator juga dapat menjadi alat penambangan logam bernilai tinggi atau fitomining.
 
"Selain bisa dimanfaatkan dalam fitoremediasi, tumbuhan ini juga bisa digunakan untuk menambang logam yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti nikel, perak, emas, platinum dan talium, atau suatu kegiatan yang dikenal sebagai fitomining," ujar Hamim dikutip dari detik.com, Selasa (22/2/2022).
 
Jenis-Jenis Pohon Emas Indonesia
Tumbuhan hiperakumulator biasanya banyak ditemukan di wilayah dengan kandungan logam tinggi, seperti di tanah serpentine dan ultramafic yang kaya logam berat seperti nikel, cobalt, dan chromium. Indonesia sendiri termasuk negara dengan lahan ultramafic terbesar di dunia yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua.
 
Selain tumbuhan hiperakumulator yang hidup di wilayah ultramafic, ada juga beberapa jenis tumbuhan yang berpotensi jadi agen fitoremediasi dan fitomining. Contohnya yaitu tumbuhan penghasil minyak non-pangan (non-edible oil) seperti jarak pagar (Jatropha curcas), jarak kastor (Ricinus communis), mindi (Melia azedarach) dan kemiri sunan (Reutealis trisperma).
 
Tanaman aromatik penghasil minyak atsiri seperti vetiver (Vetiveria zizanioides), lanjut dia, juga berpotensi besar untuk digunakan sebagai pohon emas agen fitoremediasi maupun fitomining.
 
"Kelompok bayam-bayaman (Amaranthus) yang tumbuh di seputar tailing, memiliki kemampuan akumulasi emas yang paling tinggi, namun karena biomassanya rendah sehingga potensi fitomining-nya tergolong rendah. Tumbuhan lembang (Typha angustifolia) juga cukup tinggi dalam mengakumulasi logam emas (Au). Typha bisa menghasilkan 5-7 gram emas per hektar. Ini tentunya memerlukan eksplorasi yang lebih jauh," jelas Hamim.
 
Meski begitu, toksisitas logam berat dapat menyebabkan penghambatan fotosintesis, pertumbuhan akar dan tajuk yang berakibat pada penurunan produksi bahkan kematian tanaman. Di samping itu, logam berat bisa menyebar melalui rantai makanan secara biologis sehingga membahayakan kesehatan manusia.
 
Mengatasi hal tersebut, Hamim mendapati pemanfaatan cendawan endofit berseptat gelap (Dark Septate Endophyte) dan cendawan mikoriza terbukti dapat membantu tumbuhan-tumbuhan pohon emas beradaptasi pada lingkungan tercemar logam berat.
 
"Penggunaan senyawa amonium tiosianat (NH4SCN) sebagai ligan pelarut emas juga dapat meningkatkan penyerapan emas oleh tanaman dan meningkatkan biomassa tanaman. Ini potensi yang baik untuk program fitomining pada tailing tambang emas," tutupnya.
 
 
Sumber: [cnbcindonesia.com]

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Peristiwa

Polres Kep Meranti Tangkap Guru Honorer Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Kamis, 16 April 2026 - 12:30:00 WIB

KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Unit IV PPA Sat Resk.

Peristiwa

Daihatsu Ayla Terbakar di Jembatan Leighton Pekanbaru

Sabtu, 04 April 2026 - 19:16:03 WIB

BEDELAU.COM --Satu unit mobil jenis Daihatsu Ayla te.

Peristiwa

Geger, Mayat Bayi Ditemukan Mengapung di Parit Jalan Suka Karya Pekanbaru

Ahad, 15 Maret 2026 - 21:09:17 WIB

BEDELAU.COM --Warga perumahan Graha Panam Permai pag.

Peristiwa

Seribu Orang Turun, Seratus Bertahan: Bentrokan Sawit Rohul Terekam Kamera

Sabtu, 14 Maret 2026 - 00:03:08 WIB

BEDELAU.COM --Video bentrokan di kebun kelapa sawit .

Peristiwa

Kecelakaan Beruntun di Jalintim Pelalawan, Empat Kendaraan Terlibat

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:14:57 WIB

BEDELAU.COM --Kecelakaan beruntun melibatkan empat k.

Peristiwa

Siswa di Kuansing Tewas Tertimbun Longsor Bekas Galian PETI

Ahad, 08 Maret 2026 - 23:58:59 WIB

BEDELAU.COM --JA (15) siswa MTs Kelas IX di Desa Ber.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Wako Pekanbaru Buka Seminar Internasional Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak
24 April 2026
Kas Negara Kritis Cuma Sisa 120 Triliun? Menkeu Purbaya Bongkar Fakta
24 April 2026
Gunakan Gagang Sendok Buka Borgol, Tahanan Kejari Inhil Coba Melarikan Diri Usai Sidang
24 April 2026
Ayah Kandung di Pelalawan Diamankan Usai Diduga Rudapaksa Anak 13 Tahun
24 April 2026
Polda Riau Cek Jalur Lintas Timur KM 83, Pastikan Pengamanan Pengguna Jalan
24 April 2026
RSUD Arifin Achmad Riau Tangani Kasus Langka, Pasien Haid Keluar dari Saluran Urin
24 April 2026
Eks Dirut PT SPR Rahman Akil Divonis 4 Tahun 7 Bulan Penjara
24 April 2026
Terobosan Wako Pekanbaru Genjot Pendapatan PKB, Sediakan Stand Pameran Gratis di Kantor Bapenda
24 April 2026
Berita Acara Sudah Disepakati Namun Sampai Saat Ini Belum Ada Respon Dari Perusahaan
24 April 2026
Bangkit dari Bencana, Program Jum’at Berkah di Pidie Jaya Kembali Hadir di Mesjid Baitul Sattar
24 April 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Misteri Bau Sangit di Kampar: Nita Tewas Terbakar, Suami Malah Hilang Bak Ditelan Bumi!
  • 2 Tol Padang-Pekanbaru Dikebut, Amdal Disiapkan
  • 3 Masa Sanggah Hasil Pemilihan RT/RW Serentak di Pekanbaru Dibuka
  • 4 Lahan Sawit Jutaan Hektare Ternyata Bisa Jadi Pabrik Daging
  • 5 Penertiban PETI di Kuansing, Polsek Singingi Hilir Musnahkan Tiga Rakit di Sungai Bawang
  • 6 Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Diselamatkan
  • 7 Berkas Ijazah Palsu Lengkap, Anggota DPRD Pelalawan Langsung Ditahan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved