• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Politik

Bapak Nusantara hingga Bapak Rakyat

Peneliti Politik: Jokowi Dinilai Punya Banyak Julukan

Redaksi

Selasa, 19 April 2022 21:42:45 WIB
Cetak
Peneliti Politik: Jokowi Dinilai Punya Banyak Julukan

BEDELAU.COM --Berbagai julukan untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) diusulkan. Peneliti politik dari lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai banyak julukan yang dapat diberikan sesuai dengan hasil kerja Jokowi.

"Julukan itu kan sebenarnya diberikan karena kedekatan terhadap sebuah peristiwa atau sebuah hasil kerja," kata Hensat panggilan akrab Hendri, saat dihubungi Senin (18/4/2022).
 
Ia mengatakan salah satu julukan yang sesuai dengan hasil kerja yaitu bapak infrastruktur. Namun menurutnya julukan ini akan serupa dengan Presiden Soeharto.
 
"Nah kalau dilihat dari sana memang bapak infrastruktur itu paling dekat dengan Pak Jokowi karena memang rakyat Indonesia sangat kenal Pak Jokowi ya dari sisi pembangunan infrastrukturnya," kata Hensat.
 
"Tapi kalau kemudian nanti jadi infrastruktur ya akan dekat dengan Soeharto sih, karena kan Soeharto Bapak Pembangunan basically pembangunan infrasktruktur. Tapi memang beliau membangun," sambungnya.
 
Selain itu menurutnya julukan Bapak Nusantara juga dapat diberikan ke Jokowi. Hal ini menurutnya sebagai penghargaan terhadap Jokowi yang telah menginisiasi pembangunan Ibu Kota Nusantara.
 
"Kalau menurut saya salah satu yang bisa diusulkan adalah ya Bapak Nusantara itu, nggak perlu pakai ibu kota tapi nusantara sebagai penghargaan Pak Jokowi yang menginisiasi pembangunan ibu kota baru yang namanya nusantara itu," kata Hensat.
 
Tidak hanya itu, Jokowi juga disebut sebagai Presiden yang dekat dengan rakyat dan sosok yang sederhana. Sehingga menurutnya julukan sebagai Bapak Rakyat pun bisa disematkan pada Jokowi.
 
"Ya apapun itu semoga saja ini menjadi torehan sejarah yang baik buat Pak Jokowi. Karena kalau dilihat dari dia banyak lah yang dekat juga selain nusantara dan infrastruktur, dia juga difigurkan sebagai Presiden yang sederhana, presiden yang merakyat, presiden yang memang senangnya kerja kerja kerja. Jadi kalau mau namanya Bapaknya Rakyat ya boleh juga," imbuhnya.
 
Diketahui sebelumnya, akun Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengunggah julukan enam Presiden Indonesia. Presiden pertama RI Sukarno disebut Bapak Proklamator, sedangkan Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan.
 
Hal itu diunggah di akun Instagram @kemensetneg.ri seperti dilihat detikcom, Minggu (17/4/2022). Tak hanya Sukarno dan Soeharto, BJ Habibie hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mendapat julukan. Julukan keenam Presiden ini versi Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti.
 
1. Sukarno (Bapak Proklamasi)
 
Sukarno, atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno, adalah Presiden pertama Republik Indonesia. Beliau lahir di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Juni 1901. Bung Karno memiliki peranan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda dan sosok yang membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
 
2. Soeharto (Bapak Pembangunan)
 
Soeharto adalah Presiden Republik Indonesia ke-2. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Julukan Bapak Pembangunan yang tersemat pada Presiden Soeharto karena memfokuskan program kerjanya terhadap pembangunan ekonomi dan menciptakan landasan untuk pembangunan yang disebut sebagai Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita).
 
3. BJ Habibie (Bapak Teknologi)
 
Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia ke-3. Lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. BJ Habibie, yang di masa kecilnya biasa disapa Rudy, dikenal memiliki kecerdasan luar biasa di bidang teknologi dan industri pesawat terbang. Itulah alasan BJ Habibie disebut sebagai Bapak Teknologi. Pesawat N250 Gatotokaca merupakan pesawat buatan Indonesia pertama yang digagas BJ Habibie.
 
4. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (Bapak Pluralisme)
 
Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik Indonesia yang menjadi Presiden Republik Indonesia ke-4. Lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940. Gus Dur mendapatkan julukan Bapak Pluralisme karena beliau memberikan gagasan-gagasan universal mengenai pentingnya menghormati perbedaan sebagai bangsa yang beragam dan lantang dalam membela minoritas. Salah satu buktinya adalah pencabutan peraturan yang melarang kegiatan adat warga Tionghoa secara terbuka seperti perayaan Imlek.
5. Megawati Soekarnoputri (Ibu Penegak Konstitusi)
 
Setelah Gus Dur, tongkat estafet pemerintahan Indonesia dilanjutkan oleh Megawati Soekarnoputri yang menjadi Presiden Republik Indonesia ke-5. Dia lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1947. Dalam sejarah pemerintahan Indonesia, Megawati tercatat sebagai Presiden wanita pertama di Indonesia. Beliau juga sebagai pencetus berdirinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyiapkan sistem pemilihan umum (pemilu) pertama kali, ketika masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden, di samping memilih calon anggota legislatif. Itulah alasan Megawati Soekarnoputri diberi julukan Ibu Penegak Konstitusi.
 
6. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Bapak Perdamaian)
 
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah Presiden Republik Indonesia ke-6 kelahiran 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur. SBY sendiri mempunyai latar belakang militer, namun ia mengundurkan diri dari karier militernya setelah diangkat menjadi Menteri Pertambangan dan Energi tahun 1999 oleh Gus Dur.
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijuluki sebagai 'Bapak Perdamaian' karena pada masa jabatan beliau sebagai Presiden, Indonesia banyak berpartisipasi dalam misi perdamaian dunia, baik di tingkat nasional maupun internasional. Seperti Perjanjian Perdamaian Aceh melalui Nota Kesepahaman Helsinki, membangun Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC).
 
 
 
Sumber: [detik.com]

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Politik

Wacana Lama Muncul Kembali: Riau Pesisir Siap Berdiri Sendiri

Ahad, 26 Juli 2026 - 19:18:08 WIB

BEDELAU.COM --atusan tokoh dan perwakilan masyarakat.

Politik

Konflik Parisman dan Eet, BK DPRD Riau Proses Sesuai Kode Etik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:04:10 WIB

BEDELAU.COM --Badan Kehormatan DPRD Provinsi Riau ak.

Politik

AHY Apresiasi Gaya Kepempimpinan Agung Nugroho, Jadi Role Model Kader Demokrat

Ahad, 17 Mei 2026 - 19:18:10 WIB

BEDELAU.COM --Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimu.

Politik

Dukungan dan Pujian AHY untuk Agung Nugroho Kembali Pimpin DPD

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:34:47 WIB

BEDELAU.COM --Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demok.

Politik

Singgung Gubernur Riau Bukan PKB Lagi, Kasir Sayangkan Sikap Indra Gunawan Eet

Kamis, 27 November 2025 - 19:27:39 WIB

BEDELAU.COM --- Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bang.

Politik

Zukri-Kaderismanto Kembali Pimpin PDI-P Riau, Zulkardi Dipercaya Garap Sektor Pemuda dan Olahraga

Ahad, 23 November 2025 - 19:05:57 WIB

PEKANBARU - Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Provinsi Riau di Labersa.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
  • 3 Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?
  • 4 IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
  • 5 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 6 Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini
  • 7 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved