Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Kontraktor Konsesi di Pelalawan Diserang Harimau
PELALAWAN, BEDELAU.COM --Konflik antara manusia dan harimau kembali terjadi di Provinsi Riau. Kali ini, korban adalah salah satu anggota kontraktor konsesi pemegang izin hutan tanaman industri di Distrik Merawang, Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan petak 906 atas nama Adi Saputra (37).
"Yang bersangkutan sebagai kepala rombongan mengalami luka-luka pada bagian kepala karena terkena cakaran harimau Sumatera," kata Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan, Ahad (23/10/2022).
Genman menuturkan, sebelum kejadian tersebut, salah seorang pekerja lapangan pada Jumat 21 Oktober 2022 sempat melihat mata berwarna merah berada di tempat yang gelap di seputaran camp pekerja. Saat itu pekerja lapangan tersebut tidak mengetahui bahwa mata tersebut adalah mata seekor Harimau Sumatera.
"Saat seluruh pekerja sedang tidur, korban terbangun dan melihat ada seekor Harimau dengan jarak sekitar 2 meter darinya. Karena kaget korban berteriak keras untuk membangunkan pekerja lainnya, akibatnya harimau terkejut dan seketika langsung menyerang korban yang sedang dalam posisi duduk," kata dia.
Saat penyerangan, lanjutnya, tangan kiri korban memegang kaki harimau dan tangan kanan korban memegang badan (dada) harimau sebagai upaya perlawanan. Namun korban sudah terkena cakaran kaki kiri di bagian kepala atas.
"Pekerja lainnya yang terbangun mencoba untuk mengusir harimau, hingga akhirnya harimau tersebut pergi dan keluar dari camp," jelasnya.
Usai kejadian itu, korban segera dibawa ke klnik perusahan di distrik Merawang untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan medis oleh dokter. Hasil pemeriksaan korban mengalami luka robek di bagian kepala atas sehingga mendapatkan 20 jahitan.
Selanjutnya, Balai Besar KSDA Riau atas kejadian tersebut yang mendapat laporan tersebut dari pihak perusahaan langsung menurunkan Tim Balai Besar KSDA Riau dari Resort Kerumutan Utara sebagai Resot terdekat dari TKP untuk melakukan langkah awal mitigasi interaksi negatif.
Tim memasang camera trap, menghimbau, mengedukasi dan sosialisasi terkait upaya mitigasi interaksi negatif harimau serta kegiatan patroli perlindungan harimau agar membangun rasa aman para pekerja kembali.
"Langkah lanjutan yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan pemegang izin konsesi hutan tanaman industri terkait dengan implementasi SOP pelaksanaan kegiatan lapangan dan pengawasannya. Sehingga mengantisipasi kejadian berulang dikemudian hari," jelas Genman.
Sumber: riauaktual.com
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








