Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Kembali Menelan Korban, Pekerja di Siak Tewas Usai Digigit Harimau
SIAK,BEDELAU.COM --Konflik antar manusia dan satwa liar Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) kembali terjadi. Kali ini korban merupakan pekerja penebang kayu di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Senin (19/12/2022).
Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan melalui Kepala Bidang Teknis, M Mahfud membenarkan kejadian naas tersebut.
"Iya, telah terjadi interaksi negatig antara manusia dengan Harimau Sumatera di wilayah hutan Sungai Belat, sekitar pukul 05.00 WIB," ucapnya.
Diceritakan Mahfud, kejadian bermula saat korban Acai (50) warga Suku Akit yang beralamat di Kampung Balak, Kepulauan Meranti bersama rekannya Cen Cen (20) warga suku Akit sedang beristirahat di luar pondok.
Kemudian, tak berselang lama, Cen Cen mendengar suara gaduh dari arah korban yang sedang tidur disertai suara erangan korban.
"Ada saksi yang merupakan Kepala Rombongan Pekerja yang bernama Apen (43), suku Anak Rawa yang beralamat di Penyengat juga mendengar suara erangan dari korban yang diduga telah diseret oleh satwa harimau sumatera tersebut," kata Mahfud.
Dilanjutkannya, akibat mendengar suara dari arah korban, saksi-saksi dan para pekerja kayu mahang lainnya mencari sumber suara yang tak jauh dari Bedeng tempat tidur para pekerja kayu mahang.
"Didapati korban telah meninggal dunia dengan keadaan luka pada leher dan wajah, kondisi leher berlobang dan luka robek pada bagian pipi sebelah kanan," jelasnya.
Menurut para saksi, korban diduga telah diserang dan diseret oleh satwa harimau sumatera karena para saksi tidak melihat (saat kejadian, keadaan di lokasi masih dalam kondisi gelap). Selanjutnya sekira pukul 16.00 WIB, korban dievakuasi dan dibawa ke kampung halaman di Kampung Balak Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ia menambahkan, bedeng peristirahatan para pekerja kayu mahang berada di wilayah Hutan Sungai Belat Kampung Teluk Lanus yang merupakan habitat satwa liar. Lokasi kejadian kurang lebih 4 jam dari kampung Teluk Lanus menggunakan pongpong, diduga berada di wilayah Hutan Produksi Konversi (HPK), kurang lebih sejauh 1,5 km dari muara.
Ia menyebut, Tim dari Balai Besar KSDA Riau telah berkoordinasi dengan Polsek Sungai Apit dan Camat Sungai Apit untuk mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas di dalam hutan dan tidak melakukan kegiatan penebangan liar.
"Tim Balai Besar KSDA Riau akan melakukan cek lokasi kejadian bersama kepala rombongan pekerja setelah selesai mengurus pemakaman dan berbelasungkawa dengan pihak keluarga. Tim juga akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni PT Uniseraya untuk melakukan pemasangan spanduk/papan peringatan pada lokasi kejadian, sehingga diharapkan dapat mencegah kejadian serupa untuk tidak terulang lagi," paparnya.
Balai Besar KSDA Riau menyampaikan turut berdukacita yang mendalam kepada keluarga korban dan menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kegiatan penebangan illegal yang dapat merusak habitat satwa liar. Ia juga menyampaikan, masyarakat dilarang bertindak anarkis pada satwa liar terutama satwa liar yang dilindungi oleh negara.
"Semoga masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian habitat satwa liar yang dilindungi sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya interaksi negatif antara manusia dengan satwa liar. Karena itu tugas bersama. Tugas kita semua," kata dia.
Sumber: riauaktual.com
Ketua PAC RMRB Kabun Ingatkan Netralitas Panitia Pilkades Giti dan Aliantan
BEDELAU.COM – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Rumpun Masyarakat Riau Bersatu .
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.








