Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Sindikat Hipnotis Antarprovinsi Dibekuk Polisi di Pekanbaru, Tipu Korban Hingga Rp2 Miliar
BEDELAU.COM --Sindikat hipnotis antarprovinsi akhirnya berhasil dibekuk polisi, ada empat orang yang berhasil diamankan yaitu Anwar, Melya, Armada dan Ardi Wijaya.
Para pelaku sendiri berhasil diamankan di sebuah hotel berbintang di Kota Pekanbaru, Kamis (26/10/2023) lalu.
Wakapolresta Pekanbaru AKBP Henky Poerwanto menjelaskan, sindikat ini telah beraksi di sejumlah kota di pulau Sumatera dan Jawa.
“Untuk di Pekanbaru, mereka beraksi dua kali dengan dua korban, masing-masing Rp61 juta dan Rp33 juta,'' kata AKBP Henky, Senin (30/10/2023).
Modus yang digunakan para pelaku dengan berbagai cara. Salah satu yang umum adalah menawarkan mata uang asing untuk ditukarkan ke uang rupiah. Korban yang sudah terperdaya, dibawa ke dalam mobil, kemudian didampingi melakukan penarikan uang ke bank.
''Mereka menawarkan tukar uang asing, ada Ringgit Malaysia dan Belarusia yang merupakan uang palsu. Korban diiming-imingi nilai tukar yang jauh lebih tinggi,'' sebutnya.
Setelah uang rupiah mereka terima, uang asing diberikan kepada korban dalam amplop padi. Para korban yang sudah terhipnotis baru boleh buka amplop setelah turun dari mobil para pelaku.
Ditambahkan Kasat Reskrim Kompol Bery Juana Putra, penyidikan sementara, sindikat ini telah meraup sekitar Rp2 miliar dari aksi mereka di Riau dan Sumbar. Kasus ini masih dalam pengembangan.
''Totalnya itu sejauh ini sekitar Rp2 miliar. Salah satu korban di Padang itu rugi Rp1 miliar. Satu anggota sindikat ini kita serahkan ke Kepolisian Sumbar karena ada TKP di sana,'' kata Kompol Bery.
Kompol Bery menyebutkan, otak dari sindikat ini adalah Amelya. Dia hampir terlibat di setiap aksi. Mereka dalam beraksi, kata Kasat Reskrim, kerap berganti partner dan telah beraksi selama tiga tahun terakhir.
''Jadi Amelya ini master mind-nya, dia yang aktif merayu dan menghipnotis korban. Berdasarkan pengakuan mereka, mereka telah beraksi di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Mereka sendiri berasal dari Jakarta dan sekitarnya,'' sambung Kompol Bery.
Untuk para pelaku dijerat dengan Pasal 378 jo Pasal 372 KUHP. Menurut Kompol Bery mereka berpeluang dikenakan pasal tambahan. Yaitu terkait pemalsuan uang, karena juga ditemukan mata uang rupiah palsu dan tindak pidana pencucian uang.
SUMBER: CAKAPLAH.COM
Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
BEDELAU.COM --Monumen pesawat tempur F-16 di kawasan.
Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak
BEDELAU.COM --Seorang pengasuh di salah satu pondok .
Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit
BEDELAU.COM --Cekcok antara pembeli dan pedagang kas.
Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti
BEDELAU.COM --Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Me.
Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
BEDELAU.COM --Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangk.
Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta
BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial ID diamankan p.








