• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Bengkalis

Elidanetty : Pak Kajari Beri Keterangan Kasusnya Sudah Ditutup

Audiensi dengan Kajari Bengkalis, Tim Advokasi Peduli Duri Kejar Terus Kasus DIC

Redaksi

Rabu, 15 November 2023 23:19:46 WIB
Cetak
Audiensi dengan Kajari Bengkalis, Tim Advokasi Peduli Duri Kejar Terus Kasus DIC
Tim Advokasi Peduli Kota Duri saat di Gedung Kejari Bengkalis.(sukardi)

BENGKALIS,BEDELAU.COM-Agenda audiensi antara Tim Advokasi Peduli Duri dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis terlaksana, Rabu (15/11/2023). Tiga perwakilan dari Tim Advokasi Peduli Duri, yang mempertanyakan status hukum proyek Duri Islamic Center (DIC) mendapat jawaban yang masih menyisakan tanda tanya besar.

Ketua Tim Advokasi Peduli Duri, Elidanetty, SH, MH, CPLC kepada media ini usai audiensi dengan Kajari Bengkalis Zainur Arifin Syah mengatakan, atas sambutan Kajari Bengkalis, dirinya bersama tim mengucapkan rasa terimakasih, yang sebesar-besarnya.

Manurut Elidanetty, audiensi yang berlangsung kurang lebih setengah jam itu justru tidak mendapatkan jawaban yang mengarah kepada kepastian hukum dari kasus hukum di Duri Islamic Center (DIC).

“Dari hasil audiensi kami dengan Kajari Bengkalis yang mempertanyakan status hukum proyek Duri Islamic Center (DIC).  Apa yang disampaikan beliau sangat gamblang sekali, dimana di Tahun 2021 kasus DIC itu sudah di close. Alasan tidak cukup alat bukti,”ujar Elidanetty yang turut didampingi Ermanto Aman, SH usai audiensi di ruang Kajari Bengkalis lantai II Gedung Kejari Bengkalis, Jalan Pertanian.

Menurutnya, tentu saja jawaban dari Kajari Bengkalis justru mengundang tanda tanya besar, dimana gedung Mangkrak tersebut, awal kasusnya sudah terang benderang dari penyelidikan ditingkatkan statusnya ke penyidikan. Maka dari itu alasannya tidak efesien.

Kendati demikian, sambung Elidanetty, saat itu kasus DIC tersebut tidak ditangan Kajari Bengkalis yang sekarang (Zainur Arifin Syah,red), namun ditangani pimpinan Kajari terdahulu.

“Kasus DIC ini kami sudah mendapat jawaban langsung, dimana alasannya tidak terpenuhi Pasal 309 ayat 2 KUHAP, tidak cukup alat bukti dalam kasus tersebut. Namun, kami tidak berhenti sampai disini, tentunya akan terus mengejar kasus ini sejauhmana,”katanya.

Untuk kasus ini, sambungnya, nantinya Tim Advokasi Peduli Duri akan melakukan dua cara, pertama akan membawa masalah ini ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung dan mempertanyakan dasar hukum tidak cukup alat bukti yang dimaksud itu seperti apa.

Kemudian lagi, yang kedua Tim Advokasi Peduli Duri juga akan mengajukan dan melaporkan kembali ke KPK, kejaksaan dan kepolisian. Diman ada bukti baru hasil temuan Tim Advokasi Peduli Duri atau novum (bukti baru) serta bukti autentik.

“Masalah DIC ini dari hasil yang kita dapati disana ada tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan anggaran. Hasil dari putusan Tipikor, diterangkan jika rekanan melakukan tranfer sejumlah uang kepada mantan Bupati Bengkalis, rekanan HA itu mentranfernya melalui rekening BCA,”ungkapnya.

Dikatakannya lagi, untuk kasus ini Tim Advokasi Peduli Duri butuh kerjasama semua pihak dan masyarakat, karena masalah DIC ini dianggap sudah selesai, namun bangunannya tidak selesai.

“Kita melihat nilai proyek dengan Rp 38,4 Miliar itu, hanya berdiri tegak tiang, yang tidak memenuhi spesifikasi kita lihat disana ada plang proyeknya, pemenang tender juga sudah ada, perusahaan atau rekanan dibawa HA itu sudah ada, kemudian disana tertera nilai anggaran dan tertera akan diselesaikan selama 240 hari kelender, tapi yang terjadi ini sudah melebihi hari. Melebih 240 hari saja sudah kena penalti, apalagi sudah lima tahun. Tentu kami mengindikasi ada sesuatu hal yang tidak beres dan tidak sesuai perjanjian pemenang tender itu sendiri,”tutupnya sembari mengatakan tidak akan berdiam diri melihat kasus DIC ini.(ra)

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved