• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Siak

755 Warga di Siak Digigit Hewan Penular Rabies, Enam di Antaranya Positif

Redaksi

Rabu, 10 Januari 2024 20:53:15 WIB
Cetak
755 Warga di Siak Digigit Hewan Penular Rabies, Enam di Antaranya Positif
Foto: cakaplah.com

BEDELAU.COM --Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di Kabupaten Siak mencapai 755 orang dihitung sejak Januari-Desember 2023, angka itu berdasarkan hasil rekapitulasi laporan rabies 2023 pada Dinas Kesehatan (Diskes).

Dari laporan tersebut, jumlah tertinggi GHPR ada di Kecamatan Kandis sebanyak 216 kasus, disusul Kecamatan Minas sebanyak 114 kasus dan Kecamatan Dayun 82 kasus.

Kemudian Tualang 79 kasus, Lubukdalam 56 kasus, Siak 45 kasus, Bungaraya 34 kasus, Kerincikanan 32 kasus, Mempura 29 Kasus, Kotogasib 23 Kasus, Sabakauh 19 kasus, Sungaimandau dan Sungaiapit 9 kasus dan Pusako ada 2 kasus.

Kepala Diskes Kabupaten Siak dr Benny Chairuddin melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Syarippudin mengatakan dari keseluruhan sebaran kasus gigitan hewan itu ditemukan sebanyak 6 orang positif rabies.

"Tapi korban rabies semua tertangani dengan baik, semua pasien dinyatakan sembuh, tak ada yang meninggal," kata Syarip, Rabu (10/01/2024).

Korban positif rabies ditemukan di 2 kecamatan yakni Tualang 4 orang dan Lubukdalam 2 orang. Korban sudah mendapatkan penanganan kesehatan diwilayahnya masing-masing.

Ia merincikan, hewan yang menjadi penyumbang kasus terbanyak adalah anjing sebanyak 473 kasus, kemudian kucing ada 250 kasus, monyet 21 kasus.

Syarip menjelaskan meski ada ratusan korban gigitan, namun dengan penanganan yang tepat dan cepat korban jiwa bisa dicegah, salah satunya dengan pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada korban gigitan hewan.

VAR ini nantinya akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menghambat dan mencegah penyebaran virus rabies di dalam tubuh.

"Hampir setiap kasus gigitan kita berikan VAR, tapi tidak semua kasus GHPR mendapatkan VAR lengkap, hanya yang berpotensi rabies yang mendapatkannya. Kita lihat bagaimana lukanya, penyebab korban sampai digigit, riwayat hewan yang mengigit apakah ada tanda-tanda rabies dan sebagainya," ujarnya.

Mengenai stok VAR, Syarip menjelaskan disetiap Puskesmas stoknya selalu ada dan untuk menjamin ketersediaannya pihaknya rutin berkomunikasi dengan setiap Puskesmas memastikan stok tidak kosong.

"Ya kita atur, karna akhir pekan gudang tutup, kita sarankan Puskesmas yang stoknya menipis harus segera mengambil sebelum akhir pekan, jadi tidak akan kosong kecuali kalau kasusnya melebihi stok yang ada," katanya.

Dengan banyaknya kasus GHPR di Kabupaten Siak, Syarip meminta kepada masyarakat yang di lingkungan sekitar tempat tinggalnya banyak hewan liar harus ekstra hati-hati, sebab jika sampai terinfeksi rabies bisa membahayakan keselamatan.

"Waspadai tanda-tandanya, segera bawa ke Puskesmas terdekat jika sampai digigit hewan, jangan anggap sepele, jangan sampai ada korban jiwa," tutupnya.**

 

 

 

SUMBER: CAKAPLAH.COM


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Masker Gratis Bertebaran, Tapi Angka ISPA Pekanbaru Sudah Tembus 3.028 Kasus

Kamis, 10 September 2026 - 21:04:35 WIB

BEDELAU.COM --Kabut asap belum benar-benar pergi dar.

Daerah

Usai SF Hariyanto Murka, Bagaimana Modus Baru Bisnis Pengadaan Seragam Siswa SMA

Kamis, 10 September 2026 - 21:00:47 WIB

BEDELAU.COM --Kemarahan Pelaksana Tugas Gubernur Ria.

Daerah

Hujan Diperkirakan Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini

Kamis, 10 September 2026 - 20:58:10 WIB

BEDELAU.COM --Hujan dengan intensitas ringan hingga .

Daerah

Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional

Kamis, 10 September 2026 - 20:47:35 WIB

BEDELAU.COM ---Pelayanan publik Pemerintah Kota (Pem.

Daerah

Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana

Rabu, 09 September 2026 - 16:30:00 WIB

BENGKALIS, BEDELAU.COM--Kebakaran hutan dan lahan (K.

Daerah

Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi

Rabu, 09 September 2026 - 12:55:34 WIB

BEDELAU.COM,PEKANBARU – Perselisihan hubungan industrial antara manajemen PT K.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Masker Gratis Bertebaran, Tapi Angka ISPA Pekanbaru Sudah Tembus 3.028 Kasus
10 September 2026
Usai SF Hariyanto Murka, Bagaimana Modus Baru Bisnis Pengadaan Seragam Siswa SMA
10 September 2026
Hujan Diperkirakan Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
10 September 2026
Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak
10 September 2026
Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional
10 September 2026
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026
Polsek Tandun dan Warga Panen Jagung di Tandun Barat Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
09 September 2026
Dugaan Pencabulan Anak di Meranti Terbongkar, Pria 71 Tahun Diciduk Polisi
09 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
  • 2 Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
  • 3 Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK
  • 4 Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta
  • 5 Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak
  • 6 Al-Hafiz KH. Ariful Makhali Hadir di Bahar Mulya, Kades M. Saidiner Tegaskan Dukungan untuk Palestina
  • 7 KH. Ariful Makhali Hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Laksanakan Salat Istisqa dan Ceramah Maulid Nabi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved