Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017
BEDELAU.COM --Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto mengaitkan maraknya pelaporan kasus terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan kontestasi politik Pilkada DKI 2017 serta Pilpres 2014 dan 2019. Henry mengatakan, di satu sisi, keberadaan teknologi digital membuat pola perilaku masyarakat berubah dari yang semula penonton menjadi pelaku komunikasi.
"Ketika akhirnya Pilpres 2019, 2014, Pilkada 2017 yang sangat keras membelah masyarakat, masyarakat jadi semakin sensitif. Dulu debat di warung kopi, sekarang di medsos, melibatkan banyak orang, borderless," kata Henry dalam diskusi virtual, Sabtu, 20 Februari 2021.
Menurut Henry, pemerintah kemudian disalahkan atas konflik antarmasyarakat itu. Padahal menurut dia, konflik dengan UU ITE paling banyak terjadi antarmasyarakat. Ia mengklaim merujuk pada data SAFEnet, lembaga yang mengadvokasi kebebasan berekspresi di ruang digital.
"Ini data SAFEnet, konflik paling tinggi adalah masyarakat lawan masyarakat, bukan masyarakat lawan pemerintah, kemudian yang agak tinggi masyarakat lawan pemerintah, tapi pemerintah daerah, bukan pemerintah pusat," kata Henry.
Henry tak merinci data SAFEnet mana yang dia rujuk. Jika menilik laporan SAFEnet tentang Situasi Hak Digital Indonesia tahun 2019, tercatat pelapor terbanyak adalah pejabat publik dan politikus (10 dari 24 laporan pemidanaan).
Lokataru Foundation pun menyampaikan data senada. Menurut Lokataru, sejak 2018, kelompok terbesar pelapor UU ITE adalah pejabat publik (35,9 persen), baru diikuti masyarakat sipil (32,2 persen).
Wakil Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat, Achmad Baidowi mengakui situasi politik memang berimbas pada maraknya pelaporan UU ITE. Ia mengatakan, saling lapor menggunakan UU ITE tak banyak terjadi sebelum Pilkada DKI 2012 2012. Yang menarik perhatian, kata Baidowi, hanyalah kasus Prita Mulyasari dan RS Omni International.
"Tapi pasca 2012, 2014, 2019, yang berpolemik dengan pasal-pasal itu semakin banyak. Itu salah satu indikator bahwa situasi politik turut mendukung, mencipta kondisi masyarakat saling melaporkan satu sama lain memanfaatkan ketentuan yang ada di UU ITE," ujar dia.
Sumber: Tempo.co
Gunakan Gagang Sendok Buka Borgol, Tahanan Kejari Inhil Coba Melarikan Diri Usai Sidang
BEDELAU,COM --Seorang tahanan Kejaksaan Negeri (Keja.
Ayah Kandung di Pelalawan Diamankan Usai Diduga Rudapaksa Anak 13 Tahun
BEDELAU.COM --Kepolisian Sektor (Polsek) Langgam, Ka.
Eks Dirut PT SPR Rahman Akil Divonis 4 Tahun 7 Bulan Penjara
BEDELAU.COM --Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana.
Gagalkan Aksi Maling, Petugas Kantor Desa Dosan Bersimbah Darah
BEDELAU.COM --Seorang petugas di Kantor Desa Dosan, .
Polisi Amankan Tiga Pelaku Penusukan di Jalan Diponegoro Pekanbaru
BEDELAU,COM --Polisi mengungkap kasus tindak pidana .
Curanmor di Kerumutan Pelalawan Terungkap, Pelaku Ditangkap Usai Motor Hilang Dua Pekan
BEDELAU.COM --Unit Reskrim Polsek Kerumutan, Polres .








