• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim

Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

Redaksi

Ahad, 21 Februari 2021 13:47:34 WIB
Cetak
Maraknya Kasus UU ITE Disebut Imbas Polarisasi Pilpres 2014 dan Pilgub DKI 2017

BEDELAU.COM --Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika Henry Subiakto mengaitkan maraknya pelaporan kasus terkait Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan kontestasi politik Pilkada DKI 2017 serta Pilpres 2014 dan 2019. Henry mengatakan, di satu sisi, keberadaan teknologi digital membuat pola perilaku masyarakat berubah dari yang semula penonton menjadi pelaku komunikasi.

"Ketika akhirnya Pilpres 2019, 2014, Pilkada 2017 yang sangat keras membelah masyarakat, masyarakat jadi semakin sensitif. Dulu debat di warung kopi, sekarang di medsos, melibatkan banyak orang, borderless," kata Henry dalam diskusi virtual, Sabtu, 20 Februari 2021.

Menurut Henry, pemerintah kemudian disalahkan atas konflik antarmasyarakat itu. Padahal menurut dia, konflik dengan UU ITE paling banyak terjadi antarmasyarakat. Ia mengklaim merujuk pada data SAFEnet, lembaga yang mengadvokasi kebebasan berekspresi di ruang digital.

"Ini data SAFEnet, konflik paling tinggi adalah masyarakat lawan masyarakat, bukan masyarakat lawan pemerintah, kemudian yang agak tinggi masyarakat lawan pemerintah, tapi pemerintah daerah, bukan pemerintah pusat," kata Henry.

Henry tak merinci data SAFEnet mana yang dia rujuk. Jika menilik laporan SAFEnet tentang Situasi Hak Digital Indonesia tahun 2019, tercatat pelapor terbanyak adalah pejabat publik dan politikus (10 dari 24 laporan pemidanaan).

Lokataru Foundation pun menyampaikan data senada. Menurut Lokataru, sejak 2018, kelompok terbesar pelapor UU ITE adalah pejabat publik (35,9 persen), baru diikuti masyarakat sipil (32,2 persen).

Wakil Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat, Achmad Baidowi mengakui situasi politik memang berimbas pada maraknya pelaporan UU ITE. Ia mengatakan, saling lapor menggunakan UU ITE tak banyak terjadi sebelum Pilkada DKI 2012 2012. Yang menarik perhatian, kata Baidowi, hanyalah kasus Prita Mulyasari dan RS Omni International.

"Tapi pasca 2012, 2014, 2019, yang berpolemik dengan pasal-pasal itu semakin banyak. Itu salah satu indikator bahwa situasi politik turut mendukung, mencipta kondisi masyarakat saling melaporkan satu sama lain memanfaatkan ketentuan yang ada di UU ITE," ujar dia.

 

Sumber: Tempo.co

 

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Bukan omon omon Kakek 70 Tahun di Bengkalis Diduga Cabuli 8 Bocah

Senin, 09 Maret 2026 - 23:46:40 WIB

BEDELAU.COM --Suasana di Unit Perlindungan Perempuan.

Hukrim

Gegara Knalpot Brong, Pemuda di Inhil Dibacok Tetangga

Senin, 09 Maret 2026 - 23:37:12 WIB

BEDELAU.COM --- Pemuda berinisial R.

Hukrim

Kasus Gratifikasi Abdul Wahid Melebar, Ajudan Ikut Jadi Tersangka

Senin, 09 Maret 2026 - 23:31:47 WIB

BEDELAU.COM --Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) men.

Hukrim

Warga Pangkalan Kuras, Pelalawan Tangkap Dua Jambret Tas Berisi Emas

Ahad, 08 Maret 2026 - 00:00:53 WIB

BEDELAU.COM --Aksi pencurian dengan kekerasan (curas.

Hukrim

Dua Polisi Terluka Saat Mobil Tahanan Terguling di Dumai

Sabtu, 07 Maret 2026 - 20:31:38 WIB

BEDELAU.COM --Dua anggota kepolisian mengalami luka .

Hukrim

Diduga Gondol HP Kurir, Kakek dan Penadah di Bengkalis Diringkus Polisi

Sabtu, 07 Maret 2026 - 00:01:11 WIB

BEDELAU.COM --Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis be.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Bukan omon omon Kakek 70 Tahun di Bengkalis Diduga Cabuli 8 Bocah
09 Maret 2026
Arus Mudik-Balik Lebaran: Angkutan Barang Dibatasi di Sejumlah JTTS, Termasuk Tol Permai
09 Maret 2026
Gagal Dapat Adipura, Begini Penjelasan DLHK Pekanbaru
09 Maret 2026
Gegara Knalpot Brong, Pemuda di Inhil Dibacok Tetangga
09 Maret 2026
Rayakan Momen Lebaran Idulfitri, Tol Trans Sumatera Diskon 30 Persen
09 Maret 2026
Kasus Gratifikasi Abdul Wahid Melebar, Ajudan Ikut Jadi Tersangka
09 Maret 2026
Perdana, MPD ICMI Bersama Pemuda ICMI Bengkalis Gelar Silaturahmi Sekaligus Buka Puasa Bersama
09 Maret 2026
Indonesia Didesak Keluar Board Of Peace, Ini Jawaban Kemlu
09 Maret 2026
Siswa di Kuansing Tewas Tertimbun Longsor Bekas Galian PETI
08 Maret 2026
Usai Tabrak Truk Berhenti, Pengendara Motor di Kampar Tewas Terlindas Truk Tangki
08 Maret 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Indahnya Kebersamaan, Majelis Taklim RW 22 Tebar Takjil dari Sedekah Warga
  • 2 Ternyata Ini Pemicu 11 Gajah Mengamuk di Siak: Berjuang Selamatkan Anak
  • 3 Sat Lantas Polres Bengkalis Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan
  • 4 Rem Blong di Jembatan Siak II, Truk Lindas Dua Pengendara Motor
  • 5 Modus Kredit iPhone, Oknum Bhayangkari di Pekanbaru Tipu Puluhan Warga Rp1,5 Miliar
  • 6 11 Gajah Liar Masuk Perumahan Karyawan PT Arara Abadi di Minas
  • 7 Gerak Cepat Wako Agung, Awal Tahun Jalan Rusak di Pekanbaru Mulai Kembali Diperbaiki

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved