• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Bengkalis

Warga Binaan Lapas Kelas IIA Bengkalis Meninggal Dunia

Kalapas Bengkalis Akui Ada Luka Lebam Bagian Pelipis Alm. Agus Mustari

Redaksi

Selasa, 28 Mei 2024 18:19:09 WIB
Cetak
Kalapas Bengkalis Akui Ada Luka Lebam Bagian Pelipis Alm. Agus Mustari
Rumah duka. Tampak keluarga dan warga hadir sebelum pemakaman alm. Agus Mustari Bin Abdullah (31) di Jalan Kartini, Kel. Bengkalis Kota, Kecamatan Bengkalis.(sukardi)

BENGKALIS,BEDELAU.COM—Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis Muhammad Lukman, Selasa (28/5/2024) memberikan keterangan persnya kepada sejumlah wartawan, pasca peristiwa meninggalnya warga binaan Lapas atasnama Agus Mustari Bin Abdullah (31) warga Jalan Kartini, Kecamatan Bengkalis.

Sebelum Agus Mustari mengembuskan nafas dan mendapat perawatan di RUSD Bengkalis. Yang bersangkutan Agus ini mengeluh demam tinggi. Dan beberapa hari sebelumnya juga, yang bersangkutan punya masalah di kamar besar, yang sel itu dihuni 50 orang warga binaan.

Untuk mengantisipasi hal itu, petugas Lapas terpaksa harus mengasingkannya dari blok C ke trap sel. Karena, yang bersangkutan bermasalah, dikarenakan Lodes (menipu orang, tapi menjual nama orang lain), mengatasnamakan teman-teman di Blok C.

“Kondisinya tampak gelisah dan meracau. Soal luka dibagian kepala memang ada nah ini yang sedang kami dalami. Kemungkinan bisa terjadi penganiayaan sesama temannya,”ujar Muhammad Lukman.

Ditanya soal adanya pemukulan dalam kasus ini, Muhammad Lukman mengatakan, hal ini akan didalami. Namun, dirinya berharap hal masalah ini tidak panjang.

Muhammad Lukman juga mengatakan, luka lebam dibagian pelipis mata ini tentunya menjadi pendalaman pemeriksaan nantinya. “Beri kami kesempatan untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam, yang jelas yang bersangkutan bermasalah di dalam Lapas dan diasingkan,”ungkapnya lagi.

Untuk binaan lapas yang bermasalah, ini diasingkan dan biasanya dimasukkan trap sel selama 6 hari, jika hukuman itu sudah cukup maka dikembalikan lagi ke kamar sel besar.

“Soal dugaan adanya pemukulan, dalam waktu secepatnya hasil pemeriksaan diinformasikan. Tapi yang jelas, saya tegaskan tidak ada satu petugas kita yang melakukan tindak kekerasan. Namun ini dilakukan narapidana lain, atau kekerasan dari teman sendiri,”katanya lagi.

Kondisi lapas, sebelum trafsel apa sudah demam. Kita peroleh kondisinya tidak sehat dan  melakukan pelanggaran tata tertib di dalam lapas.

Trafsel pengawasan, bagian dari proses pemeriksaan. Pemeriksaan kondisi keadaan di dalam, petugas tidak ada yang berbuat. Kadang kita tidak bisa awasi 1x24 jam. Pasti teman-teman paham.

Ini dalam pemeriksaan, secepatnya akan didapati, pemeriksaan mendalam, tidak ada satupun petugas yang melakukan tindakan kekerasan. Mengarah dua karena stres, karena adanya tekanan dan melakukan tindakan sendiri atau dilakukan oleh narapidana yang lain.

Diawasi 9 Petugas Jaga

Dalam masalah ini, sambung Muhammad Lukman, informasi tentang luka dibagian pelipis yang bersangkutan akan tetap didalami. Soal Trap Sel ini, tentunya sudah sesuai dengan Standar Opersional Prosedur (SOP), dimana harus mengamankan yang bersangkutan dari dalam kamar besar ke pengasingan (Trap Sel).

“Lapas kita dijaga sebanyak 9 orang petugas. Itu mengawasi hampir 1.700 an warga binaan, yang rekan-rekan sudah mengetahuinya jika Lapas Bengkalis ini sudah over kapasitas. Dalam masalah ini juga, ada dua kemungkinan terjadi, pertama itu yang bersangkutan stres atau tidak tahan tekanan. Kedua, melakukan tindakan sendiri atau dilakukan oleh narapidana yang lain,”ungkapnya.

Soal pengawasan Trap Sel, sambung Muhammad Lukman, tentunya pemeriksaan yang mendalam bagian dari proses pemeriksaan. Pemeriksaan kondisi bagiamana keadanya di dalam.

“Saya pastikan tidak ada petugas yang berbuat, ada dua kemungkinan terjadi, pertama itu yang bersangkutan stres atau tidak tahan tekanan. Kedua, melakukan tindakan sendiri atau dilakukan oleh narapidana yang lain. Kadang kita tidak bisa awasi 1x24 jam. Pasti teman-teman paham kondisi Lapas Bengkalis,”ucapnya.(ra)
 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved