Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dirut PT GBT Ditetapkan sebagai Tersangka Penimbunan Limbah Medis Ilegal
BEDELAU.COM --Polresta Pekanbaru akhirnya menetapkan Direktur Utama (Dirut) PT Global Perkasa Treatment (GBT) sebagai tersangka dalam kasus penimbunan limbah medis ilegal di Pekanbaru. Ia adalah Muhammad Irfan Silaban yang diduga sengaja menimbun sekitar 1 ton limbah B3 medis di dalam lubang tanah di Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra mengatakan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan benar saja ditemukan sejumlah limbah medis berserakan bahkan ditimbun dalam sebuah lubang tanah di lokasi.
"Kita juga minta keterangan terkait masalah limbah medis itu kepada ahli lingkungan hidup. Kepada masyarakat sekitar kita juga gali keterangan terkait aktivitas penimbunan limbah medis itu," bebernya.
Usai mendapatkan pembuktian, polisi kemudian menangkap M Irfan untuk diproses lebih lanjut. Dimana ia dikenakan pasal 98 ayat (1), Pasal 103, dan Pasal 104 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa limbah B3 medis yang sangat berbahaya bila dibiarkan mencemari lingkungan.
Penyidik juga menyita berkas perjanjian kerja sama sebanyak 58 bundel berkas. Mayoritas isi kontrak kerja ini dengan pihak puskesmas dengan nilai kerja sama yang berbeda-beda.
“Rata-rata puskesmas di kota dan kabupaten di Provinsi Riau," jelasnya.
Untuk diketahui, pada Rabu (21/05/25) lalu polisi menemukan aktivitas pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Jalan Beringin, Kelurahan Karya Indah, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru. Kasus ini sempat viral di media sosial.
Dari keterangan awal, usaha pengelolaan limbah B3 ini sudah berjalan selama dua tahun. Namun, di lokasi ditemukan limbah B3 yang dibiarkan berserakan dan ditimbun tanpa mengikuti prosedur pengelolaan yang benar.*
Sumber: Riauterkini.com
Ayah di Bengkalis Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak 2025
BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial BS (47), warga.
Oknum Anggota Polri Diduga Bunuh Ibu Kandungnya di Siak
BEDELAU.COM --Seorang oknum anggota Polri berinisial.
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.
Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.








