Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Menyelami Pendidikan Biologi dengan Lensa Filsafat
Prof. Firdaus menghadirkan karya ini sebagai upaya meneguhkan fondasi filosofis dalam Pendidikan Biologi, sebuah ranah yang tidak sekadar membicarakan kehidupan, tetapi menafsirkan makna keberhidupan itu sendiri. Buku ini lahir dari kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya tentang mentransfer pengetahuan ilmiah, melainkan juga tentang menumbuhkan daya reflektif atas hakikat ilmu, proses belajar, serta nilai-nilai yang membimbingnya.
Dalam pandangan Prof. Firdaus, filsafat bukan sekadar cabang pengetahuan, tetapi lensa eksistensial
yang menuntun kita untuk memahami “mengapa” di balik setiap “apa” dalam Pendidikan Biologi. Pendidikan Biologi, baginya merupakan ruang etis tempat manusia belajar tentang kehidupan, bukan hanya untuk mengetahui, tetapi untuk menghargai dan menjaga keberlangsungan hidup itu sendiri. Ia adalah medan di mana ilmu bertemu dengan nilai, dan di mana kesadaran ekologis serta tanggung jawab moral menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran.
Sebagaimana ditegaskan dalam buku ini, “pembelajaran Biologi berpotensi menjadi medium strategis untuk pendidikan nilai karena menyentuh aspek paling fundamental dari kehidupan dan eksistensi manusia.” Dengan demikian, filsafat berfungsi sebagai poros pemikiran yang mengurai tiga ranah utama: ontologi, yang menyoal hakikat realitas kehidupan; epistemologi, yang menyingkap sumber dan batas pengetahuan biologis; serta aksiologi, yang menimbang nilai, etika, dan makna dari setiap tindakan ilmiah dan pedagogis.
Melalui kerangka ini, Prof. Firdaus mengajak pembaca untuk merenungi: apakah belajar Biologi semata-mata berarti memahami struktur kehidupan, atau justru memahami diri sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri? Di sinilah filsafat memainkan perannya, menyatukan sains dan kemanusiaan, logika dan kesadaran, pengetahuan dan kebijaksanaan.
Buku ini menautkan filsafat umum, filsafat ilmu, dan epistemologi ke dalam praksis Pendidikan Biologi. Di dalamnya, berbagai aliran pemikiran seperti idealisme, realisme, pragmatisme, dan eksistensialisme dibedah bukan sekadar sebagai teori, melainkan sebagai cara berpikir tentang hidup dan belajar. Prof. Firdaus menempatkan filsafat ilmu sebagai dasar untuk mengkritisi dan memperkaya cara kita memahami Biologi, baik melalui pendekatan empiris maupun konstruktivis, dengan kesadaran bahwa ilmu selalu berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.
Lebih jauh, buku ini memosisikan filsafat sebagai kompas moral dalam menghadapi isu-isu kontemporer, bioetika, keberlanjutan, serta dampak teknologi biomedis terhadap kehidupan. Melalui dialektika antara pemikiran klasik dan tantangan modern, Prof. Firdaus menghidupkan kembali semangat reflektif yang memungkinkan pendidikan menjadi proses pembentukan manusia yang utuh: berpikir jernih, bertindak etis, dan berjiwa ekologis.
Disusun dalam sembilan bab yang mengalir dari konsep dasar hingga penerapan praktis, buku ini bukan hanya menyajikan pengetahuan, melainkan mengundang perenungan. Narasi, eksposisi, dan argumentasi yang digunakan membimbing pembaca untuk menyingkap keterhubungan antara gagasan abstrak dan realitas pendidikan yang konkret. Ilustrasi, tabel, serta contoh kasus memperkuat keterkaitan antara filsafat dan praktik, menunjukkan bahwa refleksi tidak berhenti di ruang ide, melainkan menjelma dalam tindakan pendidikan yang nyata.
Kekayaan referensi dari literatur filsafat, Biologi, dan pendidikan mutakhir, karya ini menjadi manifesto pemikiran filosofis dalam Pendidikan Biologi, sebuah ajakan untuk menjadikan belajar bukan hanya kegiatan intelektual, tetapi juga perjalanan spiritual dan moral dalam memahami kehidupan.
Resensi Buku Judul : Filsafat Pendidikan Biologi: Dasar Filosofis, Epistemologis, dan Aplikatif dalam Pendidikan Biologi
Penulis : L.N. Firdaus
oleh
Rifa Dwi Wandari
Mahasiswi Program Magister Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Riau
Disdik Riau Larang Siswa SMA/SMK Gunakan Handphone di Sekolah
BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas.
Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo Apresiasi Kampus Unilak
BEDELAU.COM --Universitas Lancang Kuning (Unilak) me.
Kerupuk Labu Kuning Jadi Peluang Ekonomi, Dosen FEB Unilak Dampingi KUB Graha Permai
Pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber penguatan ekonomi masyarakat.
Setelah Pekanbaru dan Rohil, Kuansing Jadi Target Pembangunan Sekolah Rakyat Berikutnya
BEDELAU.COM --Pemerintah pusat melalui Kementerian S.
PANITIA PEKAN RAYA BIOLOGI 2026 FKIP UNRI PERKUAT KESIAPAN JELANG PELAKSANAAN
Menjelang pelaksanaan Pekan Raya Biologi (PRB) 2026, panitia penyelen.
PANITIA PEKAN RAYA BIOLOGI 2026 FKIP UNRI PERKUAT KESIAPAN JELANG PELAKSANAAN
BEDELAU.COM --Tidak hanya berfokus pada kompetisi, r.








