• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Peristiwa
  • Rohil

Seribu Orang Turun, Seratus Bertahan: Bentrokan Sawit Rohul Terekam Kamera

Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 00:03:08 WIB
Cetak
Seribu Orang Turun, Seratus Bertahan: Bentrokan Sawit Rohul Terekam Kamera
Ilustrasi bentrokan antarpekerja di Tambusai, Rokan Hulu. (ist)/SM News.com

BEDELAU.COM --Video bentrokan di kebun kelapa sawit Kabupaten Rokan Hulu tiba-tiba menyebar luas di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan kerumunan orang saling dorong hingga adu pukul di tengah areal perkebunan. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Tambusai. Suasana berubah tegang dalam hitungan menit.

Kamis, 12 Maret 2026 malam, video itu sudah beredar di berbagai platform. Penelusuran wartawan mengarah ke kejadian Selasa, 10 Maret 2026. Bentrokan melibatkan karyawan PT Torganda dan rombongan dari PT Agrinas Palma Nusantara. Konflik dipicu perebutan pengelolaan lahan perkebunan sawit yang luasnya mencapai sekitar 11 ribu hektare.

Dalam video berdurasi pendek itu, dua kelompok terlihat saling berteriak. Adu mulut berubah menjadi kontak fisik. Beberapa orang terlihat tersungkur saat kerumunan semakin padat. Prajurit Tentara Nasional Indonesia yang berada di lokasi berusaha memisahkan kerumunan.

Bentrok itu menimbulkan korban luka. Salah satunya Vicky Tegar Perkasa, 36 tahun. Ia mengaku mengalami lebam di beberapa bagian tubuh setelah dipukul di tengah kerumunan.

“Saya dipukuli saat berada di kerumunan. Sekarang masih opname di klinik,” kata Vicky saat dihubungi wartawan, Kamis malam.

Vicky bekerja sebagai HRD di PT Torganda. Ia menjelaskan konflik bermula dari perubahan pengelolaan kebun sawit tersebut. Lahan yang selama ini dikelola perusahaan tempatnya bekerja tiba-tiba beralih ke perusahaan lain setelah proses penertiban kawasan hutan.

Menurut Vicky, lahan itu sebelumnya disita oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Setelah proses tersebut, pengelolaan kebun berpindah ke Agrinas Palma Nusantara. Perusahaan itu kemudian menunjuk kerja sama operasional untuk mengelola perkebunan sawit yang sudah lama berdiri.

Sebagian pekerja lama akhirnya bergabung dengan manajemen baru. Namun tidak semua karyawan mengikuti langkah itu. Sekitar 211 pekerja memilih tetap bertahan.

“Sebagian teman sudah bergabung ke Agrinas. Kami yang tersisa sekitar dua ratus orang,” ujar Vicky.

Situasi ini membuat hubungan antarpekerja berubah tegang. Orang-orang yang dulu bekerja dalam satu perusahaan kini berada di dua kubu berbeda. Ketegangan semakin terasa ketika persoalan tempat tinggal muncul.

Karyawan yang tidak bergabung diminta meninggalkan perumahan perusahaan. Batas waktu diberikan hingga 31 Maret. Pekerja yang masih memiliki anak sekolah mendapat kelonggaran enam bulan dengan syarat melapor.

Di tengah situasi tersebut, ratusan karyawan berkumpul di dekat plang masuk kantor perusahaan pada Selasa siang. Mereka berdiri di lokasi yang selama ini menjadi pusat aktivitas kebun sawit. Tidak lama kemudian, rombongan besar datang dari arah lain.

Vicky menyebut jumlah mereka jauh lebih banyak. Ia memperkirakan sekitar seribu orang mendatangi lokasi. Sementara kelompoknya hanya sekitar seratus orang. “Mereka datang ramai. Kami cuma sekitar seratus orang,” katanya.

Kerumunan kemudian bergerak mendekati plang masuk kantor. Kedua kelompok berdiri saling berhadapan. Adu argumen terjadi di tengah panasnya suasana. 

Beberapa saat kemudian situasi pecah. Dorongan berubah menjadi pukulan. Vicky mengaku ditarik ke tengah kerumunan. “Saya ditarik lalu dipukul sampai jatuh ke parit,” katanya.

Saat berada di parit, pukulan dan tendangan masih terus datang. Rekannya yang mencoba membantu juga terkena pukulan. Empat orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut.

Beberapa prajurit TNI yang berada di sekitar lokasi akhirnya turun tangan. Mereka memisahkan massa yang semakin tidak terkendali. Kerumunan perlahan bubar setelah situasi berhasil ditenangkan.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Rokan Hulu. Laporan berkaitan dengan dugaan penganiayaan. Hingga Kamis malam, korban masih menjalani perawatan.

Di balik bentrokan itu tersimpan cerita panjang tentang sejarah kebun sawit Tambusai. Vicky menjelaskan lahan tersebut memiliki perjalanan puluhan tahun. Pada 1995, tokoh adat Luhak Tambusai Timur menyerahkan pengelolaan lahan kepada PT Torganda.

Kesepakatan dilakukan bersama masyarakat sekitar. Lahan kemudian dikembangkan menjadi perkebunan kelapa sawit. Pada 2003, izin usaha pemanfaatan hasil hutan bukan kayu diterbitkan.

Izin itu berlaku hingga 2028. Kebun sawit berkembang di tiga desa. Desa Tambusai Timur, Lubuk Soting, dan Desa Tingkok menjadi wilayah utama pengelolaan.

Dari total 11 ribu hektare lahan, sekitar 2.500 hektare dikelola masyarakat sebagai mitra perusahaan. Pola kerja sama ini membuat banyak warga menggantungkan hidup pada perkebunan tersebut. Aktivitas kebun juga memutar ekonomi desa.

Situasi berubah pada Mei 2025. Satgas Penertiban Kawasan Hutan menyegel lahan tersebut dengan alasan masuk kawasan hutan. Langkah ini memicu ketegangan antara perusahaan, pekerja, dan warga sekitar.

Perusahaan dipanggil ke Kejaksaan Tinggi Riau untuk menyerahkan lahan. Namun menurut Vicky, pekerja dan warga tidak menerima langkah tersebut. Mereka merasa lahan itu sudah menjadi sumber penghidupan selama puluhan tahun.“Penyerahan lahan terjadi di Jakarta tanpa kami tahu,” katanya.

Setelah proses itu, Agrinas Palma Nusantara masuk mengelola kebun sawit tersebut. Perusahaan ini menunjuk kerja sama operasional untuk menjalankan aktivitas perkebunan.

Praktisi hukum perhutanan, Abdul Aziz, menilai konflik seperti ini tidak hanya terjadi di Tambusai. Ia melihat persoalan kawasan hutan sering memicu ketegangan serupa di berbagai wilayah Riau.

Aziz menyoroti pentingnya penjelasan hukum yang transparan dalam penertiban lahan. Status kawasan hutan harus jelas dari proses tata batas hingga pengukuhan. Tanpa penjelasan rinci, konflik mudah meledak di lapangan.  “Harus jelas proses penetapan kawasan hutannya,” ujar Aziz.

Ia juga menyinggung keberadaan izin usaha yang masih berlaku hingga 2028. Menurutnya, izin tersebut perlu dihormati selama belum ada keputusan hukum yang membatalkannya.

Aziz menilai penertiban lahan tanpa penjelasan lengkap dapat memicu konflik sosial. Banyak orang menggantungkan hidup pada kebun sawit tersebut. Perubahan pengelolaan secara mendadak berpotensi memecah hubungan antarpekerja.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Peristiwa

Niat Tangkap Ular, Warga Rohil Malah Dililit hingga Koma

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:24:09 WIB

BEDELAU.COM --Niat Alsuhaimi, warga Kecamatan Rantau.

Peristiwa

Tapir Tewas Diduga Ditabrak Kendaraan di Areal Konsesi Hutan di Kuansing

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:50:56 WIB

BEDELAU.COM --Seekor tapir jantan dewasa ditemukan m.

Peristiwa

Tragis! Ibu Muda di Siak Meninggal Diterkam Buaya Saat Mencuci di Tepi Sungai

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:17:20 WIB

BEDELAU.COM --Duka mendalam menyelimuti keluarga Kol.

Peristiwa

Hiace Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, Lima Orang Tewas

Sabtu, 06 Juni 2026 - 22:57:25 WIB

BEDELAU.COM ---Kecelakaan lalu lintas maut terjadi d.

Peristiwa

Gagal Menyalip dari Kiri, Pengendara Motor di Pekanbaru Tewas Tergilas Truk Tangki

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:39:33 WIB

BEDELAU.COM --Kecelakaan maut yang merenggut nyawa k.

Peristiwa

Pick up Pengangkut Cairan Infus Terguling di Tol Pekanbaru-Dumai

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:53:11 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah mobil pikap Mitsubishi L30.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Wabup Muzamil Hadiri Road to Riau Bhayangkara Run 2026, Ribuan Peserta Semarakkan HUT Bhayangkara ke-80 di Meranti
21 Juni 2026
Malam Ini Letto Berikan “Ruang Rindu” Bagi Para Penggemar
20 Juni 2026
Tragis! Pekerja Asal Rohil Tewas Seketika Tertimpa Kapal Kayu di Batu Bara
20 Juni 2026
Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Ditangkap, Misteri Kematian Tukang Pijat Mulai Terkuak
20 Juni 2026
Lahan Sawah Terlanjur Jadi Perumahan, Pemerintah Siapkan Aturan Baru
20 Juni 2026
Pasangan Kekasih Diduga Curi Motor di Parkiran RSUD Bengkalis Diringkus Polisi
20 Juni 2026
Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko Gratiskan Parkir di Seluruh Mal dan Rumah Sakit
20 Juni 2026
Pemprov Riau Gelar Nobar Piala Dunia di Halaman Kantor Gubernur, Terbuka Untuk Umum
20 Juni 2026
Niat Tangkap Ular, Warga Rohil Malah Dililit hingga Koma
20 Juni 2026
Polsek Tebing Tinggi Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Dua Terduga Pelaku Diamankan
20 Juni 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS
  • 2 Motor Listrik MBG Rp1 Triliun yang Diduga Dimark-up Dadan Sudah Dirakit, Kini Mau Dipakai Buat Apa?
  • 3 Terkuak! Ini Daftar SMA-SMK Negeri di Pekanbaru yang Rekrut 953 Siswa di Luar Sistem SPMB 2025
  • 4 PETI Kuansing Digerebek Beruntun
  • 5 Angin Kencang Melanda Desa Api Api, SMPN 1 Banlak Rusak Parah
  • 6 Besok Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Jangan Langgar 10 Pelanggaran Ini
  • 7 Pembukaan Pekan Penghijauan, Mahasiswa Pendidikan Biologi UNRI Wujudkan Aksi Nyata

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved