• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Meranti

DPRD Kepulauan Meranti Bedah LKPJ 2025, Fraksi-Fraksi Serukan Perubahan Nyata dan Akhiri Ketimpangan

Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 13:30:00 WIB
Cetak
DPRD Kepulauan Meranti Bedah LKPJ 2025, Fraksi-Fraksi Serukan Perubahan Nyata dan Akhiri Ketimpangan

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (30/3/2026), berlangsung dinamis dan sarat kritik. Forum yang semestinya menjadi agenda rutin itu berubah menjadi ruang evaluasi terbuka, di mana fraksi-fraksi secara tajam menguji substansi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2025.

Tak sekadar membahas angka dan capaian administratif, sidang ini memperlihatkan bagaimana DPRD mencoba menghubungkan laporan pemerintah dengan realitas yang dirasakan masyarakat. Sejumlah fraksi menilai masih terdapat kesenjangan antara data yang disajikan dengan kondisi di lapangan, terutama dalam isu kemiskinan, pengangguran, hingga pemerataan pembangunan.

Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Khalid Ali SE, menegaskan bahwa pandangan umum fraksi merupakan bagian penting dalam mekanisme pengawasan.

"Agenda pokok rapat paripurna hari ini adalah pandangan umum fraksi-fraksi terhadap pidato pengantar LKPJ Bupati Kepulauan Meranti Tahun 2025," ujarnya.

Namun dalam dinamika yang berkembang, rapat tersebut menjadi lebih dari sekadar formalitas. Ia menjelma menjadi panggung kritik kolektif yang menuntut perbaikan nyata dalam tata kelola pemerintahan.

PDI Perjuangan "Jangan Sekadar Data Indah, Rakyat Butuh Bukti Nyata"

Fraksi PDI Perjuangan membuka sesi dengan kritik paling tajam. Juru bicara Tengku Mohd Nasir SE menilai LKPJ belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat yang sesungguhnya.

"LKPJ ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata yang dirasakan oleh masyarakat," tegasnya.

Ia menyoroti klaim penurunan angka kemiskinan yang dinilai terlalu drastis dan belum memiliki penjelasan yang kuat terkait dampaknya.

"Kami melihat adanya ketidaksesuaian antara data statistik dengan realita objektif. Penurunan 2,64 persen itu sangat drastis, tetapi daya ungkitnya tidak jelas," ujarnya.

PDI Perjuangan mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada penyusunan laporan yang hanya menampilkan angka-angka capaian tanpa memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Masyarakat tidak membutuhkan laporan yang indah, tapi perubahan yang nyata," pungkasnya.

PAN : Apresiasi dengan Catatan, Pengangguran Jadi Alarm Serius

Fraksi PAN melalui Syaifi Hasan AMd memberikan apresiasi terhadap capaian di sektor pendidikan dan kesehatan, namun menilai masih terdapat ketimpangan fasilitas dan kualitas layanan.

"Kami bangga atas prestasi tenaga pendidik, namun sarana prasarana pendidikan masih perlu perhatian serius," katanya.

Di sisi lain, PAN menyoroti persoalan pengangguran yang dinilai masih menjadi tantangan besar di tengah masyarakat.

"Penurunan angka pengangguran belum berarti masyarakat sejahtera, karena kenyataannya masih banyak yang kesulitan mencari kerja," tegasnya.

PAN juga mengingatkan agar kebijakan peningkatan PAD tidak membebani masyarakat tanpa diiringi peningkatan pelayanan publik.

"Jangan sampai kebijakan fiskal justru menambah beban masyarakat tanpa ada peningkatan kualitas layanan," ujarnya.

PKB Plus PSI : Pertumbuhan Harus Inklusif dan Merata

Fraksi PKB Plus PSI mengambil posisi moderat dengan menilai pembangunan telah berjalan, namun belum sepenuhnya merata. H. Idris MSi menyebut perlunya perbaikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat.

"Secara umum pembangunan tahun 2025 berjalan cukup baik, namun masih perlu perbaikan agar dampaknya lebih merata," ujarnya.

Mereka menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

"Pertumbuhan ekonomi harus lebih inklusif dan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.

Fraksi ini juga mengingatkan potensi dampak kebijakan pembatasan belanja pegawai yang dapat mempengaruhi stabilitas birokrasi.

"Kebijakan ini berpotensi menimbulkan tantangan baru, termasuk bagi ASN dan PPPK," katanya.

Golkar : PAD Jauh dari Target, Tunda Bayar Harus Diselesaikan

Fraksi Golkar menyoroti kondisi fiskal daerah yang dinilai masih lemah. H. Hatta SM menyebut meski LKPJ tersusun baik, substansinya perlu perhatian serius.

"Secara materi maupun isi sudah baik, namun terhadap beberapa realita yang kurang maksimal perlu menjadi perhatian serius," ujarnya.

Capaian PAD menjadi sorotan utama.

"Target sebesar Rp264 miliar lebih, namun realisasinya hanya sekitar Rp111 miliar. Ini menunjukkan asumsi pendapatan belum realistis," tegasnya.

Golkar juga menilai ketergantungan terhadap dana transfer masih tinggi.

"Perlu upaya yang kuat dalam menggali sumber-sumber PAD agar kemandirian fiskal meningkat," lanjutnya.

Selain itu, persoalan tunda bayar kembali disorot sebagai masalah berulang.

"Kami mencatat sudah dua tahun terjadi tunda bayar. Ini harus menjadi evaluasi serius agar tidak terulang kembali," katanya.

Gerindra : Perencanaan Lemah, Risiko Sosial Mengintai

Fraksi Gerindra menilai LKPJ masih bersifat normatif dan belum menggambarkan kondisi secara utuh. Mulyono SE MIKom menegaskan perlunya perbaikan dalam perencanaan.

"LKPJ Tahun 2025 masih sangat normatif dan belum menggambarkan secara utuh kinerja penyelenggaraan pemerintahan," ujarnya.

Ia juga menyoroti capaian pendapatan daerah.

"Realisasi hanya 81,51 persen dari target. Ini menunjukkan kurang cermatnya perencanaan," katanya.

Gerindra meminta transparansi terkait PAD serta mendorong optimalisasi sektor migas.

"Target Rp264 miliar lebih, realisasi hanya Rp111 miliar atau 42,17 persen. Mohon penjelasan dan klarifikasinya," ujarnya.

Pemda harus lebih aktif mengurus hak PI 10 persen dari blok migas. Gerindra bahkan mengingatkan potensi kemiskinan ekstrem jika tidak ada langkah konkret.

"Kami khawatir Meranti bisa masuk kategori kemiskinan ekstrem jika tidak ada langkah konkret," tegasnya.

NasDem : Dorong Inovasi dan Kejelasan Arah Ekonomi

Fraksi NasDem mendorong pemerintah daerah melakukan inovasi dalam meningkatkan PAD dan memperjelas arah pembangunan ekonomi. Rosihan Afrizal SH menekankan pentingnya terobosan baru.

"Kami berharap ada inovasi potensi sumber daya guna meningkatkan PAD sehingga mampu mencapai kemandirian fiskal," ujarnya.

NasDem juga menyoroti pentingnya pembangunan SDM.

"Pemda harus memprioritaskan peningkatan SDM dan pemulihan ekonomi masyarakat," katanya.

Mereka meminta kejelasan arah kebijakan ke depan.

"Kami ingin penjelasan konkret mengenai target pertumbuhan ekonomi 2026 dan program prioritasnya," ujarnya.

Meski demikian, NasDem tetap memberikan apresiasi.

"Kami mengapresiasi penghargaan UHC dan prestasi tenaga kependidikan yang diraih pemerintah daerah," tutupnya.

PKS : Layanan Dasar Harus Menjangkau Hingga Daerah Terpencil

Fraksi PKS memberikan perhatian serius terhadap pemerataan layanan dasar yang dinilai masih belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau. Melalui juru bicara Fazrul Amraini SPd, PKS menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi dari sejauh mana pelayanan dasar benar-benar hadir secara merata.

"Kualitas pendidikan dan kesehatan harus benar-benar dirasakan hingga ke daerah terpencil," ujarnya.

Menurut PKS, masih terdapat kesenjangan akses dan kualitas layanan antara wilayah pusat dan pinggiran. Kondisi geografis Meranti yang terdiri dari pulau-pulau dinilai membutuhkan pendekatan pelayanan yang lebih inovatif dan adaptif.

Mereka menegaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan harus menjadi prioritas utama karena menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan akses, kualitas tenaga layanan, serta sarana prasarana harus terus diperkuat.

PKS berharap pemerintah daerah mampu menghadirkan solusi konkret agar tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan dasar hanya karena keterbatasan akses dan jarak.

PPP Demokrat : Soroti Tata Kelola dari Pajak hingga Infrastruktur

Fraksi PPP Demokrat menyampaikan pandangan komprehensif dengan mengurai berbagai sektor pembangunan secara rinci. Suji Hartono SE menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisis menyeluruh terhadap LKPJ yang disampaikan.

"Setelah kami menganalisa secara seksama, penyampaian LKPJ Kepala Daerah tentang capaian dan permasalahan pembangunan, maka Fraksi PPP Demokrat memberikan beberapa catatan penting," ujarnya.

Mereka mendorong reformasi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

"Pemerintah Daerah harus merubah pola pemungutan pajak dan retribusi, melakukan restrukturisasi yang sistematis serta pendataan yang akurat dan terbuka terhadap objek pajak," tegasnya.

Di sisi belanja, PPP Demokrat menilai masih perlu optimalisasi.

"Realisasi belanja 81,33 persen perlu menjadi perhatian, karena masih ada program yang belum tepat waktu," katanya.

Mereka juga menyoroti besarnya SiLPA agar dapat dimanfaatkan lebih efektif.

"Kami menekankan pentingnya optimalisasi perencanaan agar SiLPA dapat diminimalkan dan dimanfaatkan lebih efektif," ujarnya.

Sorotan tajam juga diarahkan pada sektor infrastruktur, khususnya drainase.

"Program drainase hanya mencapai 11,87 persen dari target. Ini harus menjadi evaluasi menyeluruh," tegasnya.

Menuju Pembahasan Lanjutan

Rapat paripurna ini menjadi pintu awal sebelum pembahasan lebih mendalam di tingkat komisi. Mayoritas fraksi menyatakan menerima LKPJ untuk dibahas lebih lanjut, namun dengan catatan kritis yang menuntut perhatian serius.

Sorotan dari seluruh fraksi memperlihatkan satu benang merah yang kuat: perlunya perbaikan mendasar dalam perencanaan, pengelolaan anggaran, serta pemerataan hasil pembangunan.

Di tengah tekanan fiskal dan tantangan geografis, DPRD Meranti menyampaikan pesan tegas pembangunan tidak boleh berhenti pada laporan, tetapi harus benar-benar hadir dan dirasakan oleh masyarakat (ADV/Hendri)


 Editor : Wartawan : Hr

[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Bak Film Aksi, Tim Pemburu Bersenapan Turun Taklukkan Monyet Liar yang Teror Warga Inhil

Rabu, 05 Agustus 2026 - 23:13:22 WIB

BEDELAU.COM --Suasana bak adegan film aksi terlihat .

Daerah

Penarikan Pajero Sport di Parkiran RSUD Arifin Achmad Berujung Keributan, Polisi Turun Tangan

Rabu, 05 Agustus 2026 - 23:10:09 WIB

BEDELAU.COM --Keributan antara pemilik mobil dan pih.

Daerah

Duka Konservasi Riau, Gajah Legendaris Jovi Mati Setelah 34 Hari Dirawat Intensif

Selasa, 04 Agustus 2026 - 21:05:40 WIB

BEDELAU.COM --Kabar duka menyelimuti dunia konservas.

Daerah

Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP

Selasa, 04 Agustus 2026 - 21:01:36 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Kota Pekanbaru menyalurkan .

Daerah

Diduga Terjatuh Dari Jembatan Rantau Berangin, Boiko Gulo Hilang di Sungai Kampar

Selasa, 04 Agustus 2026 - 20:59:31 WIB

BEDELAU.COM --Identitas pria yang diduga terjatuh ke.

Daerah

Dukung Iven Pacu Jalur, Menteri PU Kaji Jalan Tol Pekanbaru-Kuansing

Selasa, 04 Agustus 2026 - 20:55:13 WIB

BEDELAU.COM --Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan S.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Polres Pelalawan Tangkap Dua Pelaku Pengangkutan Kayu Ilegal, 12 Kubik Disita
05 Agustus 2026
Pemprov Riau Mulai Lelang Pemeliharaan Lanjutan Jembatan Sei Rokan Kiri
05 Agustus 2026
Kejati Riau Lelang 754 Barang Rampasan Negara, Ada Mobil, Tanah, Emas hingga Kapal
05 Agustus 2026
Sempat Viral, Sopir Sedan Lancer Kabur usai Tabrak Motor, Positif Narkoba
05 Agustus 2026
Bak Film Aksi, Tim Pemburu Bersenapan Turun Taklukkan Monyet Liar yang Teror Warga Inhil
05 Agustus 2026
Penarikan Pajero Sport di Parkiran RSUD Arifin Achmad Berujung Keributan, Polisi Turun Tangan
05 Agustus 2026
Polsek Tandun Bersama Warga Tanam Jagung di Tapung Jaya, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
05 Agustus 2026
Duka Konservasi Riau, Gajah Legendaris Jovi Mati Setelah 34 Hari Dirawat Intensif
04 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
04 Agustus 2026
Diduga Terjatuh Dari Jembatan Rantau Berangin, Boiko Gulo Hilang di Sungai Kampar
04 Agustus 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bupati Asmar dan PLN UP3 Dumai Perkuat Sinergi, Pastikan Layanan Listrik Kepulauan Meranti Semakin Andal
  • 2 Pemko Pekanbaru Genjot Pengaspalan 23 Kilometer Jalan, Akses Warga Makin Lancar
  • 3 Tiga Warisan Bersejarah Siak Diuji di Tingkat Nasional, Bupati Afni Ajak Masyarakat Berdoa
  • 4 Polisi Tangkap Dukun Cabul di Inhu, Korban Diperdaya dengan Ritual Nikah Batin
  • 5 Teror Kemunculan Harimau, Kondisi Desa Danai Inhil Mendadak Mencekam
  • 6 Diduga Jadi Korban Begal, Wanita Tergeletak di Parit Binawidya Gegerkan Warga
  • 7 KPK Panggil Mantan Ketua KPID Riau Bambang Suwarno, Kasus Pemerasan di Pemprov Riau

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved