Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
2025 Sebanyak 18 Personel Polda Riau Dipecat Akibat Terlibat Narkoba
BEDELAU.COM --Baru-baru ini Polda Riau mencopot jabatan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru lantaran terlibat lingkaran para pelaku narkoba yakni diduga melepaskan pelaku narkoba dan menerima sejumlah uang. Hal ini merupakan bentuk komitmen Polda Riau yang tidak ada toleransi bagi pelaku narkoba bahkan juga terhadap oknum kepolisian.
Wakil Kapolisian Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, menginformasikan ada sebanyak 18 oknum polisi di Riau yang telah dipecat lantaran terlibat narkoba sepanjang 2025. Penindakan ini kata Hengky merupakan bukti bahwa tidak ada ruang bagi pelanggar hukum terutama kasus narkoba.
"Kasus narkoba merupakan kejahatan serius dan berdampak luas," ujarnya.
Dirincinya, sepanjang 2025, Polda Riau dan jajaran telah mengungkap 3.164 kasus narkotika. Dimana peredaran narkoba di Riau didominasi jaringan lintas negara. Posisi geografis Riau yang strategis, berdekatan dengan negara tetangga, rawan jadi jalur distribusi narkotika ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia menambahkan, hampir semua kasus narkotika yang diungkap Polda Riau berasal dari jaringan negara tetangga, Malaysia. Menurutnya, meski pelaku dihukum mati di negara asal, barang tetap masuk dan menjadi masalah serius di Indonesia.
“Tidak begitu ditutupi, di negara asal tertangkap dihukum mati, tapi barang kok banyak dari negara tetangga," ujarnya.
Hengki menjelaskan, narkotika berimbas langsung pada kejahatan jalanan karena efek stimulan dan halusinogen yang ditimbulkan. Ia menegaskan, banyak pelaku kejahatan adalah pengguna narkotika.
Menurutnya para pelaku narkoba jika melakukan kejahatan tidak berempati terhadap korban.
“Contoh kejahatan jalanan yang ada di Jakarta, apakah itu jambret motor itu semua setelah kita teliti kita cek urine-nya, 9 dari 10 pelaku itu urine yang positif ada namanya efek stimulan dan hal-hal sinogen. Jadi orang itu hilang rasa takut, hilang rasa empati terhadap korban. Di geng motor itu melukai orang bahkan membunuh,” ujarnya.
Untuk itu, Hengki mengharapkan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam pemberantasan narkotika. Upaya ini menjadi kunci untuk menekan peredaran narkoba.**
Sumber: Riauterkini.com
Mangrove Rohil Dibabat Alat Berat, Polisi Sita Ekskavator dan Tetapkan Tersangka
BEDELAU.COM --Hutan mangrove di pesisir Riau ternyat.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ternyata Sedang Diperiksa Tim 9
BEDELAU.COM --Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana .
Kecam Dugaan Pemukulan Wartawan di Siak, Desak Polisi Usut hingga Aktor Intelektual
BEDELAU.COM --Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Erw.
Bongkar Dua Sindikat Curanmor, Polisi Bekuk 11 Pelaku di Pekanbaru
BEDELAU.COM --11 orang pelaku curanmor berhasil di r.
Abdul Wahid Sebut JPU Jadi "Advokat" Dani, Replik Dinilai Penuh Narasi dan Asumsi
BEDELAU.COM --Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mel.
Kejati Riau Geledah Disdik, Tiga Boks Dokumen Dugaan Korupsi Smart Board Disita
BEDELAU.COM --Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khus.








