• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Pendidikan
  • Pekanbaru

FK Unri Luncurkan 5 Prodi Dokter Spesialis Baru

Redaksi

Kamis, 02 April 2026 20:13:31 WIB
Cetak
FK Unri Luncurkan 5 Prodi Dokter Spesialis Baru

BEDELAU.COM --Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) resmi meluncurkan lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru dalam sebuah kegiatan launching yang digelar, Kamis (2/4/2026).

Kelima program studi baru tersebut yakni Urologi, Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), Neurologi, Ilmu Penyakit Dalam, serta Ilmu Kesehatan Anak. Dengan penambahan ini, FK Unri kini telah memiliki total 10 program studi pendidikan dokter spesialis.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau Dr Mexsasai Indra SH MH dalam sambutannya secara online menyampaikan bahwa pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan.

"Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, memperluas akses pendidikan spesialis di daerah, serta mendorong pemerataan layanan kesehatan secara nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini Indonesia, termasuk wilayah Riau dan Kepulauan Riau, masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis serta distribusi yang belum merata, khususnya di tingkat kabupaten/kota.

"Karena itu, kehadiran program PPDS di Universitas Riau diharapkan menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan tersebut, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat," tutupnya.

Kepala LLDikti Wilayah XVII, Dr. Nopriadi, SKM, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas Riau dalam membuka program pendidikan dokter spesialis. Ia menegaskan bahwa pembukaan program studi spesialis bukanlah hal yang mudah.

"Dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta sinergi lintas sektor yang kuat. Ini merupakan langkah besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah," ujarnya.

Ia berharap, lulusan dari program ini nantinya mampu menjadi motor penggerak transformasi sektor kesehatan, khususnya di daerah.

"Kita berharap para lulusan dapat memberikan kontribusi nyata, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah, bahkan hingga ke luar negeri," sebutnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga mutu pendidikan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan yang berkelanjutan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.

Smentara itu Dekan FK Unri, Dr. dr. TB Odih Rhomdani Wahid, Sp.BA., Subsp.DA(K)., FIAPS., MKM., CMC., FISQua, mengatakan pembukaan prodi baru ini merupakan bagian dari program mandatori pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

"Program ini merupakan mandat untuk seluruh fakultas kedokteran di Indonesia agar dapat menyelenggarakan pendidikan spesialis, guna memenuhi kebutuhan dokter spesialis secara nasional, serta mendorong pemerataan, khususnya di wilayah Riau dan Kepulauan Riau," ujarnya usai launching program, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis tidak dapat dilakukan sendiri oleh fakultas, melainkan harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, terutama rumah sakit pendidikan.

"Sekitar 95 persen proses pendidikan spesialis berlangsung di rumah sakit. Untuk FK Unri, rumah sakit pendidikan utama adalah RSUD Arifin Achmad milik Pemerintah Provinsi Riau, serta didukung rumah sakit satelit dan afiliasi di Riau dan Kepri,” jelasnya.

Selain lima prodi baru, sebelumnya FK Unri telah memiliki lima program spesialis, yakni Pulmonologi dan Respirasi, Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Anestesi, Ilmu Bedah, serta Kedokteran Layanan Primer.

dr Odih menegaskan, pengelolaan 10 program studi spesialis ini menjadi tantangan besar, sehingga dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan institusi pendidikan lain.

Dalam menjaga mutu pendidikan, FK Unri juga menggandeng fakultas kedokteran ternama sebagai pengampu, seperti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Sumatera Utara.

"Dengan adanya pengampu, quality control akan lebih terjamin karena ada pendampingan dari institusi yang sudah lebih berpengalaman," sebutnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, drg. Yusi Prastiningsih, MM, menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis di FK Unri.

Ia mengatakan, RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit pendidikan utama siap menjadi tempat pembelajaran sekaligus pelayanan kesehatan.

"Sebagai rumah sakit rujukan tertinggi di Riau dengan status kelas A, kami memiliki banyak kasus yang bisa menjadi ladang ilmu bagi peserta didik. Kami tentu sangat mendukung program ini,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran program spesialis ini diharapkan dapat memberi kesempatan bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan tanpa harus keluar daerah, sekaligus mendorong mereka kembali mengabdi di Riau.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dr. dr. Riki Sukiandra, Sp.N, menambahkan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi FK Unri sebagai fakultas kedokteran yang relatif muda namun telah dipercaya menyelenggarakan 10 program spesialis.

"Ini kebanggaan sekaligus tantangan bagi kami. Harapannya, dengan bertambahnya prodi ini, pemerataan dokter spesialis di Riau dapat terwujud, sehingga kasus-kasus di daerah tidak harus selalu dirujuk ke Pekanbaru,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, pendaftaran PPDS FK Unri untuk semester gasal akan dibuka mulai 6 April hingga pertengahan Mei 2026 untuk seluruh 10 program studi.

"Kami mengajak putra-putri terbaik Riau dan Indonesia untuk bergabung dan nantinya kembali mengabdi di daerah masing-masing," tutupnya.

 

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Pendidikan

Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:48:25 WIB

PEKANBARU,BEDELAU.COM --Mahasiswa dan dosen Program .

Pendidikan

Dosen Universitas Lancang Kuning Gelar Penyuluhan Hukum Hak-Hak Pekerja di Rumbai Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:25:44 WIB

BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyarakat Unive.

Pendidikan

Dosen Pascasarjana Universitas Lancang Kuning Gelar Pengabdian kepada Masyarakat di PT Victory International Futures

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:20:10 WIB

BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Pendidikan

2.900 Mahasiswa Baru Unilak Ikuti PKKMB 2026, Ada Disabilitas dan Beasiswa Sawit

Kamis, 08 Oktober 2026 - 20:23:50 WIB

BEDELAU.COM --Sebanyak 2.900 mahasiswa baru Universi.

Pendidikan

Dosen MH Unilak Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Rumbai Timur tentang Perseroan Perorangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:23:53 WIB

BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Pendidikan

Janji Prabowo Kuliah Gratis di Kampus Negeri, Jalur Mandiri Dihapus?

Ahad, 27 September 2026 - 22:51:21 WIB

BEDELAU.COM --Jalur mandiri masuk perguruan tinggi d.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved