• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Terungkap di Sidang, Uang Rp150 Juta Diduga Hasil Setoran Kepala UPT PUPR-PKPP Riau

Redaksi

Kamis, 09 April 2026 21:35:40 WIB
Cetak
Terungkap di Sidang, Uang Rp150 Juta Diduga Hasil Setoran Kepala UPT PUPR-PKPP Riau
Sidang dugaan korupsi pada Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

BEDELAU,COM --Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan dugaan korupsi anggaran proyek di Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya aliran uang sebesar Rp150 juta yang diduga berasal dari pungutan atau pemerasan terhadap para Kepala UPT. 

Ketua Tim JPU KPK, Meyer Simanjuntak, menjelaskan bahwa fakta tersebut diperoleh dari keterangan tiga saksi yang dihadirkan dalam persidangan, yakni Sekdaprov Riau Syahrial Abdi, Ispan Syahputr Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau dan Mardoni Akrom, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Anggaran BPKAD Provinsi Riau. 

"Mereka menerangkan bahwa sepanjang tahun 2025 terjadi pergeseran anggaran hingga lima kali sebelum OTT, bahkan enam kali dalam satu tahun. Pergeseran ini seharusnya dievaluasi oleh Kemendagri untuk memastikan kesesuaiannya," ujar Meyer. 

Namun, di balik proses yang secara administratif dinilai wajar tersebut, jaksa menemukan adanya praktik dugaan tindak pidana korupsi. 

Menurut Meyer, dalam pelaksanaan evaluasi FGD APBD 2025 di Jakarta, kegiatan tersebut sebenarnya telah dianggarkan secara resmi oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kementerian Dalam Negeri. Namun, ditemukan adanya pemberian uang lain yang bersifat tidak resmi. 

"Nilainya Rp150 juta, bersumber dari Dinas PUPR-PKPP Riau. Uang itu diduga berasal dari pungutan atau pemerasan terhadap para Kepala UPT. Ini semacam puzzle yang nanti akan kami rangkai di persidangan," jelasnya. 

Ia mengungkapkan, uang tersebut diberikan oleh pihak PUPR kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rangka pembahasan evaluasi APBD. 

Meyer menjelaskan, Dinas PUPR-PKPP menjadi pihak yang diminta menyiapkan dana tersebut karena memiliki porsi anggaran terbesar dalam pergeseran APBD 2025. 

"Total anggaran yang bisa digeser mencapai Rp354 miliar, dan sekitar Rp271 miliar berada di PUPR. Itu sebabnya PUPR yang diminta menyiapkan dana operasional dari sumber tidak resmi," ungkapnya. 

Dalam persidangan juga terungkap, uang Rp150 juta itu diserahkan oleh Ferry Yunanda selaku Sekretaris Dinas PUPR-PKPP Riau atas perintah Muhammad Arief Setiawan, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau. 

Uang tersebut kemudian diberikan kepada Ispan Syahputra dan Mardoni Akrom. Pemberian ini juga diketahui oleh Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi. 

Dari total Rp150 juta tersebut, sebesar Rp65 juta digunakan untuk kegiatan di Jakarta. Namun penggunaan dana itu tidak dapat dipertanggungjawabkan karena tidak memiliki bukti resmi, seperti tanda terima maupun surat pertanggungjawaban (SPJ). 

Sementara itu, sisa uang sebesar Rp85 juta sempat dipegang oleh Sekdaprov Riau dan baru dikembalikan ke inspektorat setelah terjadinya operasi tangkap tangan (OTT). 

JPU KPK menegaskan, pihaknya akan membuktikan asal-usul uang tersebut dalam persidangan lanjutan, termasuk dugaan bahwa dana tersebut dikumpulkan dari para Kepala UPT di lingkungan Dinas PUPR-PKPP Riau. 

"Di dalam dakwaan sudah kami sebutkan sumbernya dari kepala-kepala UPT. Nanti akan kami sajikan alat bukti dan dirangkai dalam persidangan berikutnya," tutup Meyer.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved