• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Dolar AS Hampir Rp18 Ribu, Rupiah Ambruk dan Pasar Keuangan Indonesia Bergetar

Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 19:44:59 WIB
Cetak
Dolar AS Hampir Rp18 Ribu, Rupiah Ambruk dan Pasar Keuangan Indonesia Bergetar
Ilustrasi kurs Dolar AS terhadap Rupiah Indonesia. (ist)/SM News.com

BEDELAU.COM --Rupiah kembali limbung dan membuat pasar keuangan Indonesia mendadak panas pada Senin, 18 Mei 2026. Nilai tukar rupiah ditutup melemah tajam menuju Rp17.656 per dolar Amerika Serikat sepanjang perdagangan sore. Posisi tersebut menjadi rekor penutupan terendah sepanjang sejarah ekonomi nasional hingga hari ini.

Tekanan besar muncul sejak pagi ketika dolar Amerika Serikat terus diburu pelaku pasar global sepanjang perdagangan internasional. Harga minyak dunia juga melonjak tajam hingga sempat menembus 111 dolar Amerika Serikat per barel. Situasi itu membuat negara pengimpor energi seperti Indonesia terkena hantaman paling keras.

Pasar mulai khawatir lonjakan harga minyak memicu inflasi global lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut memperbesar peluang suku bunga Amerika Serikat bertahan tinggi lebih lama dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. Investor pun ramai memindahkan dana menuju aset aman berbasis dolar Amerika Serikat.

Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai tekanan inflasi energi membuat pasar global semakin berhati-hati mengambil keputusan investasi. “Harga energi tinggi memperlambat penurunan inflasi Amerika Serikat,” ujar Ibrahim Assuaibi, Senin, 18 Mei 2026. Situasi tersebut membuat mata uang negara berkembang ikut terkena tekanan berat sepanjang perdagangan.

Konflik geopolitik Timur Tengah ikut memperkeruh suasana pasar keuangan dunia sejak pekan terakhir perdagangan internasional. Serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Teluk membuat investor memilih mengamankan dana dalam dolar Amerika Serikat. Ketidakpastian global akhirnya menyeret rupiah ke tekanan paling dalam dibandingkan mata uang Asia lainnya.

Yuan China dan baht Thailand masih mampu bertahan meski bergerak sangat tipis sepanjang perdagangan regional hari tersebut. Rupiah justru terus tertekan tanpa banyak ruang pemulihan sejak sesi pembukaan perdagangan pagi. Kondisi tersebut membuat pasar mulai menyoroti meningkatnya risiko investasi pada aset domestik Indonesia.

Tekanan terhadap rupiah juga tercermin dari kenaikan kurs jual dolar di sejumlah bank nasional sepanjang hari perdagangan. HSBC tercatat menjual dolar pada kisaran Rp17.870 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Senin siang. UOB juga menaikkan kurs jual dolar hingga mendekati Rp17.830 per dolar Amerika Serikat.

BCA, Mandiri, BNI, dan BRI ikut menyesuaikan kurs jual mengikuti lonjakan permintaan dolar dari pasar domestik. Pelaku usaha mulai memburu dolar guna mengantisipasi kenaikan biaya impor beberapa pekan mendatang dalam perdagangan internasional. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap rupiah semakin sulit ditahan sepanjang perdagangan hari itu.

Pelaku pasar menilai pelemahan rupiah kali ini tidak sekadar dipicu gejolak jangka pendek pasar global semata. Investor mulai memperhatikan kondisi fiskal, arus modal asing, serta kebutuhan pembiayaan pemerintah dalam negeri. Kekhawatiran tersebut membuat tekanan terhadap aset Indonesia semakin terasa dalam beberapa pekan terakhir.

Pasar obligasi nasional juga ikut memanas setelah yield Surat Utang Negara tenor panjang bertahan tinggi sepanjang perdagangan. Kondisi tersebut membuat biaya utang pemerintah berpotensi meningkat di tengah kebutuhan anggaran yang terus membesar. Situasi pasar semakin sensitif setelah arus modal asing terus keluar dari pasar domestik.

Bank Indonesia tercatat telah menggelontorkan cadangan devisa cukup besar untuk menjaga stabilitas pasar valuta asing nasional. Intervensi dilakukan melalui pasar dolar serta instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI beberapa pekan terakhir. Namun, tekanan global membuat langkah tersebut belum mampu membalikkan arah pelemahan rupiah.

Pasar akhirnya mulai berspekulasi Bank Indonesia perlu menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat perdagangan mendatang. Langkah tersebut dianggap penting untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menahan keluarnya dana asing dari pasar domestik. Ekspektasi itu semakin menguat menjelang rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini.

Fixed Income and Macro Strategist Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi menilai kenaikan BI Rate mulai diperlukan pasar saat ini. “Kenaikan BI Rate dibutuhkan mengurangi distorsi suku bunga perbankan,” ujar Lionel Priyadi, Senin, 18 Mei 2026. Pasar berharap langkah tersebut mampu meredam tekanan nilai tukar beberapa hari mendatang.

Pelemahan rupiah ikut menyeret pasar saham domestik masuk zona merah sepanjang perdagangan awal pekan tersebut. Investor asing ramai melepas saham perbankan dan sektor industri sejak sesi perdagangan pagi dimulai. Kondisi itu membuat Indeks Harga Saham Gabungan ikut anjlok cukup dalam pada perdagangan Senin sore.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR juga memperlihatkan tekanan besar terhadap mata uang nasional. Bank Indonesia mencatat kurs rupiah melemah menuju Rp17.666 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari tersebut. Posisi itu semakin menegaskan bahwa tekanan pasar masih sangat kuat hingga penutupan perdagangan.

Sebagian ekonom menilai kondisi ekonomi Indonesia masih lebih stabil dibandingkan masa krisis moneter puluhan tahun silam. Fundamental perbankan nasional dinilai masih cukup kuat menghadapi tekanan global yang sedang terjadi saat ini. Meski begitu, pasar tetap menunggu langkah cepat untuk menjaga kepercayaan investor terhadap aset domestik.

Pelaku pasar berharap pemerintah dan Bank Indonesia segera memberi sinyal kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka pendek. Pasar keuangan dinilai membutuhkan kepastian kebijakan agar tekanan tidak berubah menjadi kepanikan berkepanjangan di masyarakat. Fokus investor saat ini tertuju pada keputusan Bank Indonesia dalam rapat pekan ini.

Perdagangan Senin akhirnya ditutup dengan suasana pasar penuh kewaspadaan menghadapi tekanan ekonomi global yang terus membesar. Rupiah resmi mencatat posisi terlemah sepanjang sejarah setelah ditutup pada level Rp17.656 per dolar Amerika Serikat. Tekanan berikutnya kini bergantung pada arah kebijakan Bank Indonesia dan perkembangan geopolitik dunia.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

Harga Cabai Pekanbaru Bikin Geleng Kepala

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:50:09 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur warga Pekanbaru pekan in.

Ekonomi

IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:52:20 WIB

BEDELAU.COM --Pasar saham Indonesia sedang meminta j.

Ekonomi

Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:47:56 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur tak harus membuat dompet.

Ekonomi

Cabai di Pekanbaru Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:16:37 WIB

BEDELAU.COM --Di Pekanbaru, cabai merah keriting kin.

Ekonomi

Cabai Riau Mengamuk! Harga Merah Keriting Nyaris Rp100 Ribu, Ini Biang Keroknya

Ahad, 04 Oktober 2026 - 19:05:41 WIB

BEDELAU.COM --Harga cabai di Riau kembali membuat pa.

Ekonomi

Harga Sawit Riau Terjun Lagi, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram

Selasa, 29 September 2026 - 00:26:57 WIB

BEDELAU.COM --Harga TBS sawit Riau kembali tergelinc.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved