• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Siak

Mayat Bertato Gegerkan Siak, Polisi Temukan Baju Pemuda Pancasila Bertuliskan "Agus Lelo"

Redaksi

Ahad, 24 Mei 2026 19:22:11 WIB
Cetak
Mayat Bertato Gegerkan Siak, Polisi Temukan Baju Pemuda Pancasila Bertuliskan
Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan di Kampung Libo Jaya, Kandis, Siak. (ist)

BEDELAU.COM --Warga Kampung Libo Jaya, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, mendadak heboh setelah sesosok pria ditemukan meninggal dunia dekat Gereja HKBP Libo Waduk KM 15, Kamis sore, 21 Mei 2026. Polisi menemukan tas berisi pakaian dan baju organisasi Pemuda Pancasila bertuliskan nama “Agus Lelo” yang kini menjadi petunjuk penting untuk mengungkap identitas korban misterius tersebut.

Sore itu suasana Jalan Libo Waduk masih terlihat tenang seperti biasanya. Kendaraan sesekali melintas di jalan perkebunan yang cukup sepi. Namun, suasana mendadak berubah saat warga melihat seorang pria tergeletak di area parkir gereja.

Awalnya warga mengira pria tersebut sedang tertidur karena kelelahan. Namun, rasa curiga mulai muncul setelah tubuh pria itu tidak bergerak sama sekali. Warga kemudian mendekat sambil mencoba memanggil korban beberapa kali.

Pria tersebut tetap diam tanpa jawaban. Tubuhnya juga sudah terasa dingin dan kaku saat disentuh warga sekitar. Kepanikan langsung menyebar dan warga segera melapor kepada ketua RT setempat.

Informasi itu diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Kandis. Polisi langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan warga. Beberapa petugas datang sambil membawa garis polisi dan perlengkapan pemeriksaan TKP.

Kapolsek Kandis, Kompol Herman Pelani, turun langsung bersama jajaran kepolisian lainnya. Kanit Reskrim AKP Putra Amor dan Kanit Intelkam AKP Stedy Akhda ikut melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Area sekitar gereja langsung dipasangi garis polisi.

Petugas kemudian memeriksa tubuh korban dan mencari petunjuk di sekitar lokasi. Dari situlah polisi menemukan sebuah tas tidak jauh dari posisi korban. Isi tas itu kemudian membuat penyelidikan semakin menarik.

Di dalam tas terdapat empat helai pakaian dan satu handuk warna donker. Polisi juga menemukan baju organisasi Pemuda Pancasila bertuliskan nama “Agus Lelo” pada bagian dada. Nama itu kini menjadi petunjuk utama pencarian identitas korban.

“Petugas menemukan tas berisi pakaian dan baju organisasi bertuliskan Agus Lelo,” ujar Kompol Herman Pelani, Sabtu, 23 Mei 2026.

Meski begitu, polisi belum memastikan apakah nama tersebut benar merupakan identitas korban. Warga sekitar juga mengaku tidak mengenal pria yang ditemukan meninggal dekat gereja itu. Hingga kini polisi masih terus menelusuri asal-usul korban.

Tim medis dari Puskesmas Kandis kemudian datang melakukan pemeriksaan awal. Pemeriksaan dipimpin dr Noprah bersama tenaga kesehatan lainnya. Warga sekitar ikut menyaksikan proses pemeriksaan dengan rasa penasaran.

Hasil pemeriksaan sementara membuat polisi sedikit lega. Tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak ada luka akibat penganiayaan maupun benda tajam di tubuh pria tersebut.

Meski begitu, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban. Jenazah kemudian dibawa menuju Puskesmas Kandis sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Polda Riau. Pemeriksaan lanjutan langsung dilakukan untuk mencari identitas korban.

Pada Jumat, 22 Mei 2026, tim identifikasi Ditreskrimum Polda Riau mulai bekerja di kamar jenazah RS Bhayangkara. Polisi menggunakan alat MAMBIS dan IPS untuk memeriksa sidik jari korban. Pemeriksaan dilakukan dengan cukup teliti demi membuka identitas pria misterius tersebut.

Ciri-ciri korban kemudian diumumkan kepada masyarakat. Korban diperkirakan berusia di atas 40 tahun dengan tinggi sekitar 165 sentimeter. Rambut korban ikal, berhidung mancung, dan memiliki telinga cukup besar.

Tubuh korban juga memiliki beberapa tato mencolok. Pada lengan kanan atas terdapat tato perempuan dan ular. Lalu di lengan kiri terdapat tato abstrak, sedangkan bagian punggung kanan bergambar wanita.

Tato tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting polisi. Petugas berharap ada warga yang mengenali ciri tubuh korban maupun nama pada pakaian yang ditemukan dekat lokasi. Hingga Sabtu malam, jenazah korban masih berada di RS Bhayangkara Polda Riau. “Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas korban,” kata Kompol Herman Pelani.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri serupa. Polisi membuka layanan informasi selama proses identifikasi berlangsung. Harapan terbesar muncul agar keluarga korban segera ditemukan.

Kasus ini langsung menjadi pembicaraan warga Kandis. Banyak warga penasaran bagaimana korban bisa berada dekat gereja dalam kondisi meninggal dunia. Sebagian warga menduga korban sudah beberapa hari berada di sekitar lokasi.

Namun, hingga kini polisi belum menemukan tanda mengarah pada tindak kriminal. Semua kemungkinan masih didalami sambil menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan. Polisi juga terus mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar.

Dinas Sosial ikut diajak berkoordinasi terkait penanganan jenazah. Langkah itu dilakukan jika dalam beberapa hari belum ada keluarga yang datang mengakuinya. Polisi tidak ingin korban terlalu lama berada di kamar jenazah tanpa identitas jelas.

Kini kawasan Gereja HKBP Libo Waduk memang sudah kembali tenang. Namun, cerita soal pria bertato tanpa identitas masih ramai dibicarakan warga. Nama “Agus Lelo” pun berubah menjadi teka-teki yang belum menemukan jawaban pasti.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Masker Gratis Bertebaran, Tapi Angka ISPA Pekanbaru Sudah Tembus 3.028 Kasus

Kamis, 10 September 2026 - 21:04:35 WIB

BEDELAU.COM --Kabut asap belum benar-benar pergi dar.

Daerah

Usai SF Hariyanto Murka, Bagaimana Modus Baru Bisnis Pengadaan Seragam Siswa SMA

Kamis, 10 September 2026 - 21:00:47 WIB

BEDELAU.COM --Kemarahan Pelaksana Tugas Gubernur Ria.

Daerah

Hujan Diperkirakan Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini

Kamis, 10 September 2026 - 20:58:10 WIB

BEDELAU.COM --Hujan dengan intensitas ringan hingga .

Daerah

Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional

Kamis, 10 September 2026 - 20:47:35 WIB

BEDELAU.COM ---Pelayanan publik Pemerintah Kota (Pem.

Daerah

Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana

Rabu, 09 September 2026 - 16:30:00 WIB

BENGKALIS, BEDELAU.COM--Kebakaran hutan dan lahan (K.

Daerah

Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi

Rabu, 09 September 2026 - 12:55:34 WIB

BEDELAU.COM,PEKANBARU – Perselisihan hubungan industrial antara manajemen PT K.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh di Masjid Madinah Japakeh, Gerakan Berbagi Kembali Menyapa Jamaah Dayah Krut
11 September 2026
Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
10 September 2026
Masker Gratis Bertebaran, Tapi Angka ISPA Pekanbaru Sudah Tembus 3.028 Kasus
10 September 2026
Usai SF Hariyanto Murka, Bagaimana Modus Baru Bisnis Pengadaan Seragam Siswa SMA
10 September 2026
Hujan Diperkirakan Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
10 September 2026
Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak
10 September 2026
Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional
10 September 2026
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Sudah Antre 3 Jam, Pengendara Pekanbaru Malah Tak Kebagian Solar
  • 2 Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Pemko Pekanbaru Aspal Jalan Pesisir Rumbai
  • 3 Cek Karhutla Meluas, Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Turun ke Siak
  • 4 Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
  • 5 Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
  • 6 Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
  • 7 Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved