• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Kapolda Riau Jenguk Sekretaris PMII yang Diduga Dikeroyok Pria Bersenpi

Redaksi

Senin, 06 Juli 2026 19:49:11 WIB
Cetak
Kapolda Riau Jenguk Sekretaris PMII yang Diduga Dikeroyok Pria Bersenpi
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjenguk korban pengeroyokan, Supriadi, Sekretaris PMII Riau, di RS Bhayangkara Polda Riau, Senin, 6 Juli 2026. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Belum padam sorotan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa di Pekanbaru. Kini, kasus baru kembali menyita perhatian publik. Sekretaris PKC PMII Riau, Supriadi, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan langsung mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Senin, 6 Juli 2026. Ia memastikan kondisi korban sekaligus memantau penanganan medis yang sedang berlangsung. Kehadiran orang nomor satu di Polda Riau itu mempertegas perhatian terhadap perkara tersebut.

Supriadi masih menjalani perawatan intensif setelah mengalami dugaan pengeroyokan. Polisi menyatakan penyelidikan terus berlangsung secara bertahap. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan penyidik.

Kapolda menyampaikan rasa prihatin kepada korban dan keluarganya. Ia menegaskan seluruh proses hukum akan berjalan profesional. Menurutnya, tidak ada pihak yang memperoleh perlakuan istimewa.

"Kami ingin masyarakat melihat proses hukum berjalan berdasarkan fakta," ujar Herry. Ia menambahkan penyidik bekerja mengumpulkan seluruh alat bukti. Pemeriksaan saksi juga terus dilakukan secara berkesinambungan.

Kapolda menegaskan siapa pun yang terbukti terlibat akan diproses sesuai hukum. Komitmen tersebut, katanya, menjadi bagian menjaga kepercayaan masyarakat. Transparansi disebut menjadi prinsip utama penyidikan.

"Kami menginginkan setiap tahapan penyidikan dapat dipertanggungjawabkan," kata Herry. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi. Situasi kondusif dinilai penting selama penyidikan berlangsung.

Di sisi lain, kondisi kesehatan korban terus dipantau dokter. Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara memberikan penanganan sejak korban tiba. Observasi dilakukan untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Riau AKBP dr. Parluhutan Sitindaon menyebut kondisi korban stabil. Korban tetap menjalani pengawasan intensif tenaga medis. Pemeriksaan lanjutan dilakukan sesuai kebutuhan klinis.

"Fokus kami memastikan pasien memperoleh perawatan terbaik," ujar Parluhutan. Ia mengatakan seluruh tindakan medis disesuaikan perkembangan korban. Evaluasi kesehatan dilakukan secara berkala.

Peristiwa tersebut diduga terjadi Minggu sore, 5 Juli 2016, di kawasan Jalan Bangau Sakti, Pekanbaru. Supriadi sebelumnya mengikuti diskusi bersama sejumlah rekannya. Diskusi berlangsung di sebuah kafe sekitar kawasan tersebut.

Menurut kronologi PMII, rombongan kemudian berpindah menuju kedai lain. Tidak lama berselang, sekelompok orang datang mendekati lokasi. Dugaan pengeroyokan kemudian disebut terjadi di tempat tersebut.

Sekretaris PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean, mengatakan pelaku diperkirakan berjumlah delapan hingga sepuluh orang. Mereka disebut menyerang korban secara tiba-tiba. PMII juga menduga sebagian pelaku membawa senjata api.

"Kami berharap seluruh fakta dapat dibuka secara terang," kata Gusti. Ia meminta penyidik mengungkap identitas seluruh pelaku. Menurutnya, proses hukum harus memberikan kepastian.

PMII bahkan menduga sebagian pelaku merupakan oknum intelijen kepolisian. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian publik. Namun, tudingan itu masih menunggu pembuktian melalui proses penyidikan resmi.

Sampai saat ini, Polda Riau belum menyatakan adanya keterlibatan anggota kepolisian. Penyidik masih mengumpulkan bukti pendukung. Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai pihak terkait.

Kasus tersebut juga dikaitkan PMII dengan insiden sebelumnya. Organisasi mahasiswa itu menyebut dua kadernya diduga mengalami kekerasan. Peristiwa itu terjadi ketika menyampaikan surat pemberitahuan demonstrasi.

PMII menilai rangkaian kejadian tersebut perlu diusut menyeluruh. Organisasi itu menganggap dugaan kekerasan tidak boleh dianggap peristiwa biasa. Seluruh fakta diminta dibuka kepada publik.

Ketua PKC PMII Riau, Ghulam Zaky, mengecam keras dugaan pengeroyokan tersebut. Ia meminta polisi segera menetapkan tersangka apabila alat bukti mencukupi. Penegakan hukum, katanya, harus berjalan tanpa pandang bulu.

"Keadilan akan diuji melalui keberanian mengungkap pelaku sebenarnya," ujar Ghulam. Ia menegaskan organisasi akan mengawal proses hukum. PMII juga meminta perlindungan terhadap korban dan saksi.

Menurut Ghulam, masyarakat membutuhkan kepastian hukum yang jelas. Proses lambat berpotensi mengurangi kepercayaan publik. Karena itu, penyidik diminta bergerak cepat namun tetap objektif.

PMII juga meminta perkembangan penyidikan diumumkan secara terbuka. Transparansi dianggap penting menghindari spekulasi liar. Langkah tersebut dinilai mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

Organisasi mahasiswa itu memastikan pengawalan tidak berhenti dalam waktu dekat. Mereka akan mengikuti setiap perkembangan perkara. Dukungan juga diberikan kepada korban dan keluarganya.

Kasus ini berkembang menjadi perhatian luas di Riau. Publik kini menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian. Semua pihak berharap fakta sebenarnya segera terungkap.

Di tengah derasnya dugaan dan tudingan, penyidik menghadapi tantangan besar. Setiap alat bukti akan menentukan arah penyidikan berikutnya. Hasil akhirnya menjadi ukuran integritas penegakan hukum.

Kapolda kembali mengingatkan masyarakat menjaga situasi tetap tenang. Informasi yang belum terverifikasi diminta tidak langsung dipercaya. Proses hukum, katanya, harus diberikan ruang bekerja.

Bagi publik, perkara ini bukan sekadar dugaan pengeroyokan. Kasus tersebut menjadi ujian kepercayaan terhadap penegakan hukum. Semua mata kini tertuju pada langkah penyidik berikutnya.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved