• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Inhil

Karhutla Inhil Membandel, Personel Gabungan Pilih Bermalam daripada Angkat Kaki

Redaksi

Ahad, 30 Agustus 2026 20:32:47 WIB
Cetak
Karhutla Inhil Membandel, Personel Gabungan Pilih Bermalam daripada Angkat Kaki
Petugas gabungan tidur beratapkan langit sesuai kelelahan memadamkan kebakaran lahan di Sungai Rokan, Indragiri Hilir. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Malam tidak menjadi alasan bagi personel gabungan meninggalkan kebakaran lahan. Polisi, TNI, BPBD, Damkar, Manggala Agni, dan MPA tetap bertahan di Desa Sungai Rukam, Inhil. Mereka bahkan bermalam untuk memastikan bara gambut tidak kembali menghidupkan api.

Karhutla tersebut muncul sejak 27 Agustus 2026 di Kecamatan Enok. Api membakar lahan sekitar 10 hektare dan menyulitkan petugas karena medan gambut. Pemadaman dilakukan siang dan malam dengan dukungan pompa portabel serta armada darat.

Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto ikut bermalam bersama personel di lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengawasi pemadaman sekaligus proses pendinginan. Petugas menyisir area secara berkala agar bara tersembunyi tidak kembali menjadi api.

Lahan gambut memang punya cara sendiri membuat petugas tidak cepat percaya. Permukaan terlihat tenang, tetapi panas bisa tersimpan di bawah tanah. Karena itu, penyiraman tidak berhenti ketika nyala api sudah menghilang.

"Di lahan gambut, bara dapat bertahan di dalam tanah," ujar Donny, Minggu, 30 Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh. Petugas juga perlu memastikan area sekitar aman dari penjalaran api.

Medan menuju lokasi menjadi tantangan lain bagi tim gabungan. Akses yang sulit membuat mobilisasi personel dan peralatan tidak selalu mudah. Ketersediaan air juga terbatas akibat kondisi kemarau panjang.

Petugas kemudian mengandalkan embung darurat dan kanal di sekitar lokasi. Air dipompa menuju titik kebakaran menggunakan peralatan portabel. Strategi tersebut dilakukan sambil mempersempit ruang gerak api menuju perkebunan warga.

Siang berganti malam, personel bekerja dalam pola bergantian. Sebagian memadamkan api, sementara lainnya beristirahat untuk menjaga kondisi fisik. Langit terbuka menjadi atap sederhana bagi petugas yang bertahan di lokasi.

Istirahat dilakukan seadanya setelah pekerjaan pemadaman berlangsung berjam-jam. Tanah menjadi tempat melepas lelah sebelum petugas kembali bergerak. Target mereka sederhana, api harus benar-benar berhenti sebelum lokasi ditinggalkan.

"Pantang pulang sebelum api benar-benar padam," tegas Donny. Kalimat tersebut menggambarkan pola kerja tim menghadapi karakter kebakaran gambut. Mereka tidak hanya mengejar nyala, tetapi juga memburu panas yang bersembunyi.

Petugas juga membuat penyekatan di sejumlah bagian perbatasan area terbakar. Langkah itu bertujuan menahan penjalaran api menuju perkebunan dan kawasan hutan. Pemantauan terus dilakukan selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung.

Hingga Minggu, 30 Agustus 2026, kondisi kebakaran mulai terkendali. Tim gabungan masih melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik bara. Operasi belum dianggap selesai selama potensi api masih tersisa.

Karhutla seluas 10 hektare tersebut kini perlahan berhasil ditekan. Namun, gambut tidak mengenal kata selesai hanya karena asap menipis. Petugas masih harus memastikan tanah tidak menyimpan kejutan panas untuk malam berikutnya.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved