Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Cerita Warga Desa Ditengah Pandemi
Istri Reaktif, Suami Hadang Petugas Pakai Parang
BENGKALIS,BEDELAU.COM — Peristiwa mengejutkan warga di Desa Ketamputih, Kecamatan Bengkalis, terjadi Senin (1/6/2021) lalu. Petugas Babinsa, Bhabinkamtibmas yang hendak menanyakan kondisi salah seorang warganya, yang dinyatakan positif Covid-19 berontak dan mengancam petugas menggunakan parang.
Warga yang rata-rata tinggal di Jalan Simpang Tiga Ketam Putih sontak berhamburan ke luar, penyebabnya salah seorang warga mengamuk saat didatangi petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
Untungnya, petugas bersama warga sekitar sigap menyikapi kondisi yang terjadi. Peristiwa itu terjadi di Dusun II Desa Ketamputih. Warga mengamuk diduga tidak terima istrinya diperiksa dan dibawa ke rumah sakit, dikarenakan positif Covid-19.
Selain mengamuk, Syahril suami dari ibu rumah tangga (IRT) yang dinyatakan positif Covid-19 itu berusaha menghadang petugas menggunakan senjata tajam (parang). Untung, parang itu bisa direbut oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang langsung berhadapan di halaman rumah Syahril.
Tak hanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Terlihat saat itu, Kepala Desa Ketam Putih Suhaimi dengan menggunakan seragam dinas dan kepala dusun II Muhammad Nur, yang turut serta mendinginkan susana.
“Warga yang satu ini kondisinya lain. Memang dinyatakan postif Covid-19 dan tengah menjalani isolasi mandiri. Kedatangan kesana hanya untuk mengecek kondisi terakhir istrinya yang terkonfirmasi Covid-19,”ujar Muhammad Nur.
Dibagian lain, sejumlah warga di Desa Ketamputih hari ini berharap petugas medis Covid-19 benar-benar bekerja profesional. Sebab, warga banyak yang mengeluh, setiap ada yang dinyatakan positif Covid-19. Dijemput dan dibawa ke rumah sakit, lalu setelah itu justru dipulangkan kembali.
“Kita minta petugas medis profesional. Kemarin ada warga melahirkan, ibunya positif Covid-19 hasil medis. Sempat rawat inap rumah sakit, tapi setelah itu belum sampai beberapa hari sudah dipulangkan ke desa. Tentu masyarakat kuatir, jika kalau dibawa ke rumah sakit ujung-ujungnya dua atau tiga hari dipulangkan lagi ke desa, maka ini seakan petugas medis main-main,”ujar salah seorang pemuda desa Ketam Putih, Roza kepada media ini.(kr)
Sudah Antre 3 Jam, Pengendara Pekanbaru Malah Tak Kebagian Solar
BEDELAU.COM --Antrean panjang kendaraan untuk mendap.
Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Pemko Pekanbaru Aspal Jalan Pesisir Rumbai
BEDELAU.COM --Penantian panjang warga di kawasan Jal.
Cek Karhutla Meluas, Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Turun ke Siak
BEDELAU.COM --Polda Riau meningkatkan kewaspadaan te.
Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.
Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memp.
Bawa 1.020 Tanda Tangan, Warga Rupat Desak Imigrasi Deportasi WN Malaysia Chua Cin Heng
BEDELAU.COM --Persoalan konflik agraria yang melibat.








