Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Erick Thohir: Hanya 10 BUMN Saja yang Mampu Berkontribusi ke Negara
BEDELAU.COM --Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyebut dari 143 perusahaan pelat merah, hanya 10 korporasi saja yang mampu berkontribusi ke negara. Hal itu membuat pemegang saham mengambil langkah transformasi dengan mengurangi jumlah BUMN.
Menurut dia, proses pengurangan perusahaan terus dilakukan hingga mencapai 41 saja. Meski banyak BUMN yang tercatat sehat secara keuangan, namun tidak mampu memberikan hasil yang signifikan.
"Sejak awal kami memberanikan diri bahwa BUMN nggak usah banyak-banyak, kita Alhamdulillah mampu memperkecil dari 143 ke 41. Kalau banyak jumlah yang sehat, juga gak hasilnya, akhirnya hanya jadi sapi perah," ujar Erick Thohir, di Jakarta, Selasa (15/6/2021).
Dia menjelaskan, langkah perampingan tersebut sekaligus mempermudah Kementerian BUMN melakukan pengawasan. Tak hanya itu, Erick juga telah memangkas klaster-klaster BUMN yang ada. Tadinya, terdapat 27 kluster dan saat ini dipangkas menjadi 12 klaster BUMN.
Adapun 12 kluster tersebut, yakni klaster energi dan gas, klaster minerba, klaster perkebunan dan kehutanan, klaster pupuk dan pangan, klaster farmasi, klaster industri pertahanan, klaster asuransi, klaster media, klaster infrastruktur, klaster pariwisata, serta klaster sarana dan prasarana.
BUMN yang tidak terdaftar dalam klaster akan dimasukan ke dalam Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang sudah dia diterima. Di mana salah satu tugas PPA adalah melakukan restrukturisasi.
"Dari 27 klaster menjadi 12 klaster. Dan diharapkan 12 klaster ini seperti klaster-klaster Himbara dan Telekomunikasi kita, yang pasarnya bebas, bersaing dengan swasta dan asing masih menang. Di Himbara kita punya tiga bank yang masuk fortune menjadi perusahaan besar, mandiri, BRI, BNI," tutur Erick Thohir.
Sumber: [inews.id]
BERITA LAINNYA +INDEKS
IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
BEDELAU.COM --Pasar saham Indonesia sedang meminta j.
Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini
BEDELAU.COM --Belanja dapur tak harus membuat dompet.
Cabai di Pekanbaru Tembus Rp110 Ribu per Kilogram
BEDELAU.COM --Di Pekanbaru, cabai merah keriting kin.
Cabai Riau Mengamuk! Harga Merah Keriting Nyaris Rp100 Ribu, Ini Biang Keroknya
BEDELAU.COM --Harga cabai di Riau kembali membuat pa.
Harga Sawit Riau Terjun Lagi, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram
BEDELAU.COM --Harga TBS sawit Riau kembali tergelinc.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








