Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Diduga 'Mengcovidkan' Pasien, RSD Madani Pekanbaru Dilaporkan ke Polda Riau
BEDELAU.COM --Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru dilaporkan ke Polda Riau atas kasus dugaan 'mengcovidkan' pasien yang merupakan warga Kota Pekanbaru bernama Maryati.
Hal tersebut dilaporkan oleh suami korban yang bernama Saiful. Ia menduga bahwa istrinya dicovidkan dengan alasan-alasan yang kuat.
Ia menceritakan kejadian berawal istrinya dibawa ke Rumah Sakit Daerah Madani Pekanbaru pada hari Kamis tanggal 22 Juli 2021. Pada keesokan harinya tanggal 23 Juli 2021 pukul 14.55 WIB, istrinya telah dikabarkan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
"Pada tanggal 23 Juli itu, saya sempat masuk ke tempat ruangan istri saya, namun disuruh keluar oleh pihak rumah sakit dan mengatakan saya tidak boleh melakukan kontak sama siapapun," ujar Saiful, Jumat (6/8/2021).
Setelah beberapa jam kemudian, Saiful dikabarkan oleh pihak rumah sakit bahwasannya istrinya dikabarkan meninggal akibat Covid-19.
Mendapat pernyataan itu, Saiful meminta hasil test PCR kepada pihak rumah sakit dan mereka tidak bisa memberikan hasil yang diminta oleh Saiful tersebut.
"Pada hari istri saya meninggal dibilang karena Covid-19, saya minta hasil test PCR-nya, tapi mereka tidak bisa memberikannya, mereka baru memberikannya 5 hingga 6 hari setelahnya," lanjutnya.
Saiful lalu mengikuti regulasi pihak rumah sakit, pada tanggal 30 Juli 2021, ia mendatangi rumah sakit tersebut untuk meminta kembali hasil test PCR milik istrinya.
"Mereka memang memberikan hasil test PCR sewaktu saya datang kembali, namun yang anehnya, hasil test PCR saya sudah keluar pada tanggal 23 Juli 2021 dimana hari istri saya meninggal, jadi kenapa mereka tidak bisa memberikannya langsung, saya tidak terima," ungkapnya.
"Jadi ini apa, saya menduga istri saya dicovidkan, dimana transparansi pihak rumah sakit. Kenapa mereka tidak langsung memberikan hasil test PCR pada tanggal 23 Juli sewaktu istri saya meninggal, kenapa mereka suruh tunggu dengan berbagai alasan," lanjutnya.
Atas dasar itulah, Saiful melaporkan dugaan istrinya dicovidkan oleh pihak Rumah Sakit Madani Pekanbaru ke Polda Riau. "Jika memang pihak rumah sakit cepat memberikan hasil test PCR nya, saya pastinya akan langsung isolasi mandiri, namun pihak rumah sakit telah menelantarkan istri saya selama berhari-hari," pungkasnya.***
sumber; cakaplah.com
Sudah Antre 3 Jam, Pengendara Pekanbaru Malah Tak Kebagian Solar
BEDELAU.COM --Antrean panjang kendaraan untuk mendap.
Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Pemko Pekanbaru Aspal Jalan Pesisir Rumbai
BEDELAU.COM --Penantian panjang warga di kawasan Jal.
Cek Karhutla Meluas, Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Turun ke Siak
BEDELAU.COM --Polda Riau meningkatkan kewaspadaan te.
Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.
Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan, Aktivitas LGBT yang Meresahkan Ditindak
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memp.
Bawa 1.020 Tanda Tangan, Warga Rupat Desak Imigrasi Deportasi WN Malaysia Chua Cin Heng
BEDELAU.COM --Persoalan konflik agraria yang melibat.








