• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Heboh Mobdin Baru Gubernur Sumbar, Kemendagri Ingatkan Sense of Crisis

Redaksi

Kamis, 19 Agustus 2021 17:34:58 WIB
Cetak
Heboh Mobdin Baru Gubernur Sumbar, Kemendagri Ingatkan Sense of Crisis

BEDELAU.COM --Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dan Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, disorot karena mobil dinas baru di tengah pandemi COVID-19. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan agar daerah mengutamakan penanganan COVID-19 untuk anggarannya.

"Kami pemerintah mendorong supaya APBD fokus mendukung penanganan COVID-19. Maka kita meminta kebijakan yang tidak prioritas bisa di-refocusing, dan realokasi untuk penanganan COVID-19," kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian N, saat dihubungi, Rabu (18/8/2021).
 
Ardian kemudian menyinggung soal Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Di situ, disebut bahwa anggaran belanja harus memenuhi beberapa azas, khususnya azas keadilan dan kepatutan.
 
"Rasa keadilan dan kepatutan ini tergantung kondisi di daerah. Mobil itu masih bisa diservis tidak? Itu pertama. Kedua, perlu dicermati APBD sudah mendukung secara maksimal belum penanganan COVID ini. Kalau belum, sebaiknya APBD dialihkan ke penanganan COVID. Lagi-lagi ini tergantung kondisi Sumbar," ujarnya.
 
Adrian menyebut, apakah mobil baru ini mendesak dan mendukung penanganan COVID-19. Sehingga bisa disebut bahwa mobil menjadi kebutuhan utama.
 
"Tapi kita tidak tahu, kalau gubernur dan wagub butuh kendaraan ini untuk turun ke lapangan monev (monitor dan evaluasi) penanganan COVID-19. Tidak bisa diperbaiki, bisa jadi ini jadi priotitas karena mendukung tugas dan fungsi kepala daerah monev COVID-19," kata Adrian.
 
Namun, menurut Adrian, jika mobil itu masih bisa diperbaiki, untuk efisiensi, maka seharusnya tidak perlu membeli mobil yang baru. "Kalau diservis bisa, diperbaiki dan berjalan dengan normal, lebih baik diservis. Tapi saya tidak tahu (kondisi mobil Gub Sumbar sebelumnya)," ucapnya.
 
Adrian menegaskan sikap Kemendagri yang ingin agar anggaran untuk penanganan COVID-19 diutamakan oleh pemerintah daerah. Pemerintah diminta untuk memiliki perasaan di masa krisis atau sense of crisis
 
"Kemendagri di posisi yang tegas, di tengah pandemi ini, kami berharap seluruh pemerintah daerah memiliki sense of crisis terhadap belanja. Belanja APBD, kami harapkan lebih orientasi kepada penanganan COVID-19, insentif vaksinasi, penanganan kesehatan, bansos, jaringan pengaman. Itu jauh lebih prioritas," katanya.
 
Alasan Pembelian Mobil Dinas Gubernur dan Wagub Sumbar
 
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Wagub Sumbar, Audy Joinaldy, menjelaskan soal pembelian mobil dinas baru di masa pandemi COVID-19. Mahyeldi mengaku heran pembelian mobil yang sudah 2 bulan lalu baru diributkan.
 
"Itu (mobil) sudah dibeli 2 bulan lalu, tapi kenapa tiba-tiba sekarang (hebohnya). Itu saya heran juga, jangan-jangan ada pesan ini," kata Mahyeldi di Istana Gubernur, Selasa (17/8/2021) petang.
 
Menurut Mahyeldi, mobil dinas tersebut dibeli dengan anggaran pada APBD 2020. Dia menyebut harga mobil dinas baru yang digunakannya dibeli dengan anggaran yang lebih rendah.
 
"Mobil itu kan sudah dianggarkan tahun 2020 lalu, sudah diketuk palu oleh DPRD. Nilainya itu Rp 1,4 Miliar. Saya (harganya) yang di bawah itu,"katanya.
 
Ketua DPW PKS Sumatera Barat itu mengatakan mobil dinas baru itu dibeli karena kendaraan yang lama sudah rusak. Menurutnya, mobil dinas lama kerap mengalami rem blong.
 
"Kemudian, mobil yang kita pakai kalau tidak salah tahun (keluaran) 2016 atau 2017. Ketika saya pakai, beberapa saat yang lalu, ada yang remnya blong, kemudian ada persoalan-persoalan lain. Sementara Sumbar itu luas dan kecepatan kita tinggi untuk mobilisasi. Itu sebabnya kita beli," ujar Mahyeldi.
 
 
Sumber: [detik.com]

 

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:13:20 WIB

BEDELAU.COM, PIDIE JAYA – Gerakan kepedulian sosia.

Nasional

Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:30:32 WIB

BEDELAU.COM --Ada ironi besar dalam penertiban kawas.

Nasional

Nota Diplomatik, Langkah Terakhir Malaysia Hadapi Asap dari Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:27:35 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Malaysia menyebut pengirima.

Nasional

Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:49:45 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah berencana mulai menyalurkan.

Nasional

BBM Katanya Aman, Rakyat Malah Mengantre 3 Jam! Ombudsman Bongkar 4 Biang Kerok

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:47:44 WIB

BEDELAU.COM --Bayangkan menghabiskan tiga jam hanya .

Nasional

Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional

Ahad, 11 Oktober 2026 - 19:03:15 WIB

BEDELAU.COM --Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) d.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved