• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Krakatau Steel Pernah Merana Bertahun-tahun, Kini Sudah Sehat!

Redaksi

Selasa, 21 September 2021 19:16:49 WIB
Cetak
Krakatau Steel Pernah Merana Bertahun-tahun, Kini Sudah Sehat!

BEDELAU.COM --PT Krakatau Steel Tbk (Persero) dalam beberapa tahun terakhir menghadapi sejumlah masalah yang pada akhirnya membuat perusahaan merugi dalam jumlah yang tidak sedikit.

Setidaknya, dalam 7 tahun terakhir emiten berkode KRAS itu mengalami kerugian berturut-turut, utang menggunung, isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, hingga mundurnya sejumlah komisaris independen kala itu.
 
Pada 2018 lalu, berdasarkan laporan keuangan KRAS, tercatat utang perusahaan mencapai US$ 2,49 miliar atau setara Rp 35 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$), naik 10,45% dibandingkan 2017 sebesar US$ 2,26 miliar.
 
Pada tahun 2018, KRAS mencatatkan rugi mencatatkan rugi bersih senilai US$ 74,82 juta atau Rp 1,05 triliun (kurs Rp 14.000). Saldo kerugian selama bertahun-tahun menumpuk menjadi US$ 821,4 juta atau Rp 11,49 triliun. Hal ini otomatis menyebabkan terjadi defisiensi (pengurangan) modal selama bertahun-tahun.
 
Namun, penderitaan perusahaan akhirnya berakhir. Pada 2020 lalu, KRAS mencatatkan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 23,67 juta di 2020. Ini setara Rp 339 miliar, dengan asumsi kurs Rp 14.300 per US$.
 
Capaian ini berkebalikan dari tahun sebelumnya di mana KRAS mencatatkan kerugian senilai US$ 503,65 juta atau sekitar Rp 7,20 triliun.
 
Setahun berselang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peresmian pabrik hot strip mill #2 milik, sebuah pabrik teknologi modern dan terbaru di industri baja dan hanya digunakan dua di dunia. Indonesia menjadi negara kedua yang menggunakan teknologi canggih tersebut, setelah Amerika Serikat (AS).
 
"PT Krakatau Steel juga terus melakukan transformasi dan terus melakukan restrukturisasi. Pak menteri BUMN tadi juga menyampaikan Krakatau Steel saat ini sudah semakin sehat karena sebelumnya memang kurang sehat. Produksinya juga semakin lancar, industri ini sangat strategis," kata Jokowi di sela peresmian, Selasa (21/9/2021).
 
Jokowi mengatakan, walaupun masih dalam era pandemi Covid-19, proses transformasi perusahaan pelat merah harus terus berjalan. Transformasi, kata Jokowi, menjadi sebuah keharusan agar BUMN Tanah Air menjadi kelas dunia.
 
"Yang semakin profesional, yang semakin kompetitif, yang semakin menguntungkan untuk memberikan pelayanan lebih baik bagi masyarakat dan membuka semakin banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita serta berkontribusi lebih besar pada pendapatan negara," jelasnya.
 
Jokowi mengatakan, saat ini Indonesia merupakan peringkat kedua negara pengimpor baja terbesar dunia. Dengan keberadaan pabrik ini, diharapkan bisa menghemat devisa yang biasanya digunakan untuk kebutuhan impor.
 
"Sehingga sekali lagi akan menekan angka impor baja negara kita yang saat ini berada pada peringkat kedua komoditas impor Indonesia. Sehingga kita harapkan bisa menghemat devisa Rp 29 triliun per tahun ini angka yang sangat besar sekali," jelasnya.
 
Eks Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, konsumsi baja domestik cukup besar. Kepala negara tak ingin, besarnya potensi tersebut justru dinikmati pelaku usaha luar, ketimbang dalam negeri.
 
"Jangan dibiarkan ini dimasuki produk dari luar dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, bukan hanya pembangunan infrastruktur tapi juga pembangunan industri lainnya yang nanti juga membutuhkan baja," katanya.
 
"Utamanya industri otomotif dan dalam 5 tahun terakhir kebutuhan baja kita meningkat hingga 40%," jelas Jokowi.
 
 
Sumber: [cnbcindonesia.com]

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

Harga Cabai Pekanbaru Bikin Geleng Kepala

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:50:09 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur warga Pekanbaru pekan in.

Ekonomi

IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:52:20 WIB

BEDELAU.COM --Pasar saham Indonesia sedang meminta j.

Ekonomi

Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:47:56 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur tak harus membuat dompet.

Ekonomi

Cabai di Pekanbaru Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:16:37 WIB

BEDELAU.COM --Di Pekanbaru, cabai merah keriting kin.

Ekonomi

Cabai Riau Mengamuk! Harga Merah Keriting Nyaris Rp100 Ribu, Ini Biang Keroknya

Ahad, 04 Oktober 2026 - 19:05:41 WIB

BEDELAU.COM --Harga cabai di Riau kembali membuat pa.

Ekonomi

Harga Sawit Riau Terjun Lagi, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram

Selasa, 29 September 2026 - 00:26:57 WIB

BEDELAU.COM --Harga TBS sawit Riau kembali tergelinc.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?
  • 3 IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
  • 4 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 5 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 6 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 7 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved