Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Keterangan Korban Pemerkosaan di Rohul Berubah-ubah, Polisi Gunakan Lie Detector
PEKANBARU, BEDELAU.COM --Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau terus mendalami kasus pemerkosaan yang dialami ibu muda berinisial Z. Perempuan berusia 19 tahun itu diduga diperkosa oleh empat pria.
Keterangan yang diberikan korban Z selalu berubah-ubah. Awalnya korban mengaku diperkosa oleh DK. Pria itu dilaporkan ke kepolisian pada 2 Oktober 2021 dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Setelah DK diamankan, Z kemudian mengaku kalau dirinya juga diperkosa oleh tiga pria lain yakni J, M, dan A.
Disebutkan pemerkosaan dilakukan di sejumlah tempat, dan di bawah ancaman.
Keterangan yang selalu berubah, membuat penyidik kembali melakukan pemeriksaan terhadap korban. Penyidik dibantu tim Puslabfor Mabes Polri melakukan pemeriksaan dengan alat lie detector atau pendeteksi kebohongan.
Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan mengatakan korban bersama suaminya S sudah berada di Pekanbaru dan dalam pendampingan Subdit IV Reskrimum Polda Riau.
"Kita lakukan pemeriksaan dengan lie detector yang dilakukan tim Puslabfor Mabes Polri. Ini untuk mengetahui runutan cerita, apakah sesuai seperti yang disampaikan (korban)," ujar Teddy, Sabtu (18/12/2021).
Selain meminta keterangan korban, dalam proses pendalaman kasus, penyidik juga sudah melakukan pra rekonstruksi di lokasi diduga tempat pemerkosaan di Rohul. "Keterangan yang disampaikan korban cenderung berubah-ubah sehingga kami harus mendapatkan keyakinan, apakah peristiwa itu memang seperti yang disampaikan atau seperti apa," tutur Teddy.
Sebelumnya, tim Polda Riau bersama Polres Rohul dan tim forensik RS Bhayangkara juga sudah membongkar makam anak korban, Sabtu (11/12/2021). Menurut korban, bayinya berusia 2 bulan dibanting oleh seorang pelaku hingga sakit-sakitan dan meninggal.
Pembongkaran makam bayi tersebut untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban. Jenazah diautopsi. "Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kita sudah dapat hasilnya," kata Teddy.
Teddy menambahkan, polisi juga akan mengecek dengan melakukan uji darah atau urine, apakah ada kandungan narkoba karena korban mengaku dicecoki sabu oleh pelaku.
Sejauh ini, polisi baru menetapkan DK sebagai tersangka. Sementara status tiga pelaku lainnya masih dalam pendalaman. "Sementara kita dalami terkait peristiwanya dulu," pungkas Teddy.
Sumber: cakaplah.com
Riau Nyatakan Perang terhadap Narkoba, Satgas Terpadu Dikerahkan Serentak
BEDELAU.COM --Ancaman narkoba mengkhawatirkan, denga.
Lima Pengedar dan Penikmat Perusak Saraf di Pinggir Bengkalis Diringkus Polisi
BEDELAU.COM --Jajaran Polsek Pinggir Polres Bengkali.
Negosiasi Tarik Mobil Berujung Ricuh, Pria di Pekanbaru Dikeroyok Diduga Debt Collector
BEDELAU.COM --Aksi pengeroyokan terjadi di sebuah ke.
Gunakan Gagang Sendok Buka Borgol, Tahanan Kejari Inhil Coba Melarikan Diri Usai Sidang
BEDELAU,COM --Seorang tahanan Kejaksaan Negeri (Keja.
Ayah Kandung di Pelalawan Diamankan Usai Diduga Rudapaksa Anak 13 Tahun
BEDELAU.COM --Kepolisian Sektor (Polsek) Langgam, Ka.
Eks Dirut PT SPR Rahman Akil Divonis 4 Tahun 7 Bulan Penjara
BEDELAU.COM --Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana.








