• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Kuansing

Heboh, Warga Usir Perempuan Bersuami Dua di Kuansing

Redaksi

Rabu, 08 Juni 2022 23:44:55 WIB
Cetak
Heboh, Warga Usir Perempuan Bersuami Dua di Kuansing
Warga Mengusir Wanita Yang Memiliki Dua Suami di Kuansing

KUANSING, BEDELAU.COM --Seorang wanita di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau diusir ratusan warga dari kampungnya. 

Pasalnya, wanita muda berinisial S diduga kuat melakukan praktik poliandri atau memiliki dua suami. Peristiwa yang menghebohkan dan menjadi buah bibir masyarakat itu terjadi di Desa Seberang Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah, Selasa (7/6) malam. 

Kepala Desa Seberang Taluk, Kuswanto, saat di hubungi Riauaktual.com, Rabu (8/6/2022), membenarkan peristiwa itu. 

"3 hari yang lalu beberapa warga datang kekantor desa, melaporkan perihal tersebut," kata dia. 

Masyarakat, lanjut Kades, melaporkan adanya praktik poliandri yang dilakukan S. Masyarakat sangat resah dengan aktivitas S yang berbagi suami tersebut. 

Atas laporan itu, Kuswanto pun mengundang S beserta tetua adatnya dengan harapan bisa menjelaskan duduk perkara serta mencari solusi akan kemarahan warga. Sebab, adat istiadat di kampung itu hingga kini masih terjaga dan melekat kuat di kehidupan masyarakat. 

"Maksud saya memanggil korban dan niniak mamak nya guna mempertanyakan kebenaran atas laporan dari masyrakat tersebut, dan bermaksud untuk menyelesaikan dengan secara adat. Karena kampung Kito Iko Nagori baradat," lanjut dia. 

Namun, saat itu S memilih mangkir. Dia tidak menghadiri panggilan kepala desa serta para tetua adat. Sehingga, Kuswanto berinisiatif langsung mendatangi rumah S pada Selasa malam kemarin. 

Setibanya di kediaman S, ternyata masyarakat sudah berada di sana. Sang wanita S juga diketahui berada di rumah. Warga yang mengepung rumah yang ditinggali S beserta suami tuanya itu terus berteriak dan meminta mereka meninggalkan kampung. 

"Di saat kami mendatangi rumah korban tiba-tiba saja warga sudah berbondong bondong datang. Mereka meminta agar korban pergi dari kampung malam itu juga," jelasnya. 

Meski begitu, Kuswanto mengatakan masyarakat sebenarnya turut memberikan pilihan kepada S. Apakah memenuhi sanksi adat berupa pemotongan kerbau putih atau meninggalkan kampung dengan segera

"Korban di berikan sanksi secara adat oleh para Datuk pemangku adat di desa seberang Taluk, ada dua pilihan sanksi yang diberikan. Pertama menyembelih kerbau putih. Dan yang kedua pergi dari kampungnya. Saat itu korban dan suami nya memilih meninggalkan desa seberang Taluk," paparnya. 

Sejatinya, Kuswanto mengatakan berdasarkan catatan administrasi kependudukan, S tercatat hanya memiliki seorang suami, yang tinggal bersamanya di desa itu. 

Namun, warga yang telah mengintai gerak gerik S sejak lama menduga kuat si wanita itu melakukan praktik poliandri. Dia diketahui memiliki suami lainnya dengan usia lebih muda. 

Sang suami itu pun tinggal tidak jauh dari kampung tersebut. Hanya berjarak beberapa kilometer dari kampung itu. 

"Kalau secara administrasi yang ada sama kami korban ini tidak ada memiliki dua suami. Namun kita tidak tau kalau di luar ya. Dan warga sering kali melihat korban ini pergi dengan seorang lelaki yang di duga suami muda nya itu. Dan diketahui suami muda nya itu juga merupakan warga sini juga," terangnya. 

"Kalau kami melihat hubungan S dengan suami tua nya ini seakan-akan baik-baik saja. Tidak ada masalah. Tapi itu tadi yang saya sebut kita tidak tau kalau S ini bermain dengan lelaki lain di luar desa seberang Taluk seperti yang sering dilihat oleh warga," lanjut Kades. 

Menurut informasi yang dirangkum Riauaktual, S sudah lama memiliki dua suami. Sehari-hari, S membagi waktu dengan dua suami. Jika siang, ia akan pergi ke rumah suami muda dan jika malam pulang ke rumah suami tua.

Anehnya, jarak kedua rumah tidak terlalu jauh. Hanya beberapa kilo meter dari Desa Seberang Taluk.

 

 

Sumber: riauaktual.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Komisi III DPRD Meranti Soroti Pelayanan RSUD, Ambulans Laut hingga Optimalisasi Rumah Sakit Pratama
27 Oktober 2026
Lagi Siapkan Paket Sabu, Pria di Selatpanjang Diciduk Polsek Tebing Tinggi
26 Oktober 2026
DPRD Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Edukasi SMPN 1 Tebing Tinggi, Bahas Tupoksi hingga Penanganan Perundungan
26 Oktober 2026
Ketua PAC RMRB Kabun Ingatkan Netralitas Panitia Pilkades Giti dan Aliantan
25 Oktober 2026
Bupati Asmar Siap Hadiri Upacara Hari Santri, Meranti Diusulkan Jadi Tuan Rumah Hari Santri Riau 2027
25 Oktober 2026
Kawal Instruksi Wali Kota, Kabid SD Pastikan Gotong Royong Massal Bulanan Berjalan Penuh Semangat
24 Oktober 2026
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Ketua PAC RMRB Kabun Ingatkan Netralitas Panitia Pilkades Giti dan Aliantan
  • 2 Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
  • 3 Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
  • 4 Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
  • 5 Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
  • 6 Kasat Lantas dan Kasat Reskrim Polres Bengkalis Dimutasi
  • 7 Ironi Riau, Raja Migas dan Sawit Indonesia yang Kehilangan Momentum Emas

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved