Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Sinergitas AMA dan Bapera Riau, Tidak Ada Kompromi dengan Mafia Korporasi
PEKANBARU, BEDELAU.COM – Aliansi Masyarakat Adat (AMA) Riau menegaskan akan mengawal laporan yang telah mereka sampaikan kepada Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejaksaan Agung RI.
Penegasan itu disampaikan Ketua AMA Riau, Laksamana Heri Ismanto, S.Th.I, saat menggelar jumpa pers di di Pekanbaru, Jumat (13/8/2022), di Kantor Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Riau, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru.
“Ini tekad transparansi kami kepada publik bahwa AMA Riau dan Bapera Riau konsisten mengawal hukum di Indonesia tegak atas penghilangan hak-hak rakyat atas tanah yang dilakukan oleh mafia korporasi,” ujarnya.
Saat memberikan keterangan pers, Heri didampingi sekretaris AMA Riau, Rahmat Kurniawan, S.E, serta Ketua DPD Bapera Riau Rahmad Aidil Fitra, S.E dan Ketua Badan Mahasiswa (BM) Bapera Zainuddin, S.T.
Menurut Heri, tim pengawalan kasus lahan ini akan melengkapi data yang diminta oleh pihak Kejagung sehingga penyelidikan atas kasus lahan ini bisa berjalan efektif.
Dia mengatakan, AMA Riau dan Bapera Riau menduga lima anak perusahaan menggarap lahan di wilayah Riau secara ilegal.
Bahkan, tak tanggung tanggung, lahan yang sudah digarap PT SDG di luar izin yang mereka kantongi mencapai 75.000 hektare lebih.
”Kami sudah laporkan PT Surya Dumai Group dengan tujuh anak perusahaannya ke Ketua Tim Satgas Mafia Tanah Kejaksaan Agung,’’ ungkap Heri.
Izin yang mereka (baca: korporasi) dapat dengan cara cara kotor. Perusahaan-perusahaan ini kami perkirakan menggarap lahan atau merampas tanah negara di luar izin, sampai kepada angka 75.000 hektare lebih,” tukasnya.
Lebih lanjut menegaskan, AMA Riau dan Bapera Riau siap mengawal laporan ini hingga tuntas, dan siap melaporkan jika ada pihak pihak luar yang mengatasnamakan lembaga, kemudian bertemu ataupun melakukan pemerasan kepada perusahaan, siap untuk dilaporkan kepada aparat hukum.
Gerakan ini, beber Heri, murni gerakan sosial, gerakan yang menginginkan adanya hak-hak rakyat, dan meminta penghukuman kepada korporasi mafia, karena telah memipu negara dengan penggelapan kewajiban pajak, sehingga masyarakat tidak lagi merasakan kesejahteraan.
‘’Penipuan atas kewajiban pajak inilah, yang juga akan menjadi klausul kami ingin mengingatkan penegak hukum, bahwa ada PR (pekerjaan rumah) besar menunggu kita,” pungkasnya. *
THR ASN Sudah Cair Rp 3,12 Triliun, Target Rampung Pekan Depan
BEDELAU.COM --- Pemerintah mulai menyalurkan tu.
Prabowo Tampung Aspirasi Indonesia Keluar dari Board of Peace
BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto memastikan I.
SMSI Tunggu Rapimnas untuk Tentukan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS
JAKARTA,BEDELAU.COM – Serikat Media Siber Indonesi.
Bukan omon omon Bos Kartel Narkoba Meksiko Tewas, Ternyata Jaringannya Sampai ke Indonesia
BEDELAU.COM --Badan Narkotika Nasional (BNN) mengung.
BRIN Prediksi Awal Puasa Ramadhan 19 Februari 2026, Ini Hasil Analisisnya
BEDELAU.COM --Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasio.








