Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dua Tikaman Sangkur Mendarat Di Tubuh Aiptu Ruslan, Polda Riau Buru Bripka WF
PEKANBARU,BEDELAU.COM --Polda Riau masih memburu Bripka WF, oknumnya polisi yang melakukan penikaman terhadap seniornya di SPN Polda Riau. Akibatnya, Aiptu Ruslan dinyatakan tewas setelah mendapat tikaman tersebut dari pelaku.
Ternyata Aiptu Ruslan meregang nyawa usai dua kali menerima tusukan benda tajam pada bagian dada dan dibawah ketiak yang dilakukan Bripka WF.
Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto yang didampingi Dirkrimum, Kombes Asep Darmawan dan Kabid Propam, Kombes Johanes Setiawan.
"Korban dinyatakan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan sekitar 23.30 WIB. Terhadap jenazah sudah dilakukan autopsi. Korban meninggal karena menerima tusukan benda tajam sebanyak dua kali pada bagian dada dan dibawah ketiak," katanya, Rabu (21/12/2022) siang.
Dijelaskan Sunarto saat ini Kepolisian Daerah Riau bersama Polres Kampar sudah menetapkan Bripka WF sebagai DPO.
"Saat ini tim Polda Riau sudah bergerak. Bapak Kapolda sudah memerintahkan Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Bid Propam Polda Riau sudah dibentuk tim. Pelaku saat ini sudah kita tetapkan DPO dan dalam pengejaran," tegas Narto.
Ditegaskan jebolan Akpol 1992 itu, terhadap pelaku Bripka WF akan dilakukan tindakan secara hukum.
"Jadi kita tegas untuk menindak pelaku secara hukum. Untuk barang bukti benda tajam tidak ditemukan dilokasi," tutup Narto.
Sebelumnya Seorang oknum polisi yang bertugas di SPN Polda Riau tewas bersimbah darah usai ditikam rekannya menggunakan sangkur, Selasa (20/12/2022).
Informasi yang dihimpun, sebelumnya korban yang merupakan senior terlibat cekcok dengan pelaku yang merupakan junior.
Dua oknum tersebut yakni Bripka WF dan Aiptu Ruslan selaku Banit Provos SPN Polda Riau. Data yang dirangkum, Aiptu Ruslan meregang nyawa usai ditikam Bripka WF. Saat itu korban menghampiri pelaku yang sedang berjaga di pos penjagaan.
Kemudian korban menegur pelaku lantaran pelaku tidak mengikuti apel pembagian tugas. Saat itu pelaku menolak mengikuti apel dan menyampaikan alasannya karena sedang bertugas.
Mendengar jawaban itu, korban menyuruh pelaku untuk push up. Tapi pelaku menolak. Mereka sempat cekcok dan dilerai anggota polisi yang lain.
Hingga kembali terjadi perkelahian, dan Aiptu Ruslan meregang nyawa karena sangkur menancap di dada kiri.
Sumber: riauaktual.com
Diduga Gunakan HP Saat Mengemudi, Ketua PP Siak Tabrak Tiga Motor, Satu Siswi Tewas
BEDELAU.COM --Kecelakaan maut yang melibatkan satu unit mobil Toyota Land Cruise.
Polisi Bunuh Ibu Kandung Idap Skizofrenia, Pernah Dirawat di RSJ
BEDELAU.COM --Riwayat gangguan kejiwaan Brigadir WP,.
Kejari Kampar Siapkan DPO untuk Irwan Saputra dalam Kasus Korupsi KUR Rp83,9 M di Kampar
BEDELAU.COM --Mantan anggota DPRD Kabupaten Kampar, .
Ayah di Bengkalis Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak 2025
BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial BS (47), warga.
Oknum Anggota Polri Diduga Bunuh Ibu Kandungnya di Siak
BEDELAU.COM --Seorang oknum anggota Polri berinisial.
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.








