Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Usai Diperiksa Berjam-jam, Mantan Kadis PUPR Bengkalis Hindari Wartawan
BENGKALIS, BEDELAU.COM — Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo, Selasa (23/2/2021) kembali jalani pemeriksaan ulang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis.
Hadi Prasetyo yang mengenakan pakaian ASN-PDH Khaki lengan pendek, tampak masuk ke dalam ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus) dari pukul 09.45 WIB dan baru keluar pukul 14.30 WIB. Hadi kembali diminta keterangannya terkait dugaan korupsi pembangunan Duri Islamic Center (DIC) senilai Rp 38,4 miliar, bersumber dari APBD Tahun 2020.
Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis ini saat diperiksa tampak gugup menjawab pertanyaan penyidik. Terutama terkait adanya SK penunjukan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), yang ditunjukkan. Terdapat tiga orang PPTK yang di SK-kannya.
Dari SK yang diterbitkannya, Hadi Prasetyo selalu menjawab salah dan tidak mengetahui SK yang sudah dibubuhi tandatangannya. Sebab, dipemeriksaan tersebut, PPTK turut dipanggil dan diperiksa di ruang berberda.
Pemeriksaan PPTK berakhir hingga malam, sebanyak tiga PPTK dalam mega proyek DIC itu memenuhi panggilan.
“Aneh, dia menerbitkan tiga SK PPTK tapi justru bingung menjawab. Padahal berkasnya sudah ada pada kita, cuma kita mau tahu lebih dalam saja,”kata salah seorang penyidik saat keluar ruangan dan berbicang-bincang dengan awak media di ruang tunggu Pidana Khusus.
Tak hanya itu, penyidik Pidana Khusus Kejari Bengkalis juga mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Hadi Prasetyo, salah satunya terkait tiang pancang beton proyek yang diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Usai pemeriksaan, Hari Prasetyo tampak keluar terburu-buru dan menghindari wartawan yang hendak memawancarainya. Ia keluar dari pintu samping ruang Pidana Khusus dan langsung saja masuk ke mobil Mitsubishi X Pander warna silver yang sudah menunggunya.
“Maaf, saya terburu-buru,”ujar Hadi Prasetyo mengelak.
Perkara dugaan korupsi pembangunan Duri Islamic Center (DIC) terendus sejak temuan BPK-RI Perwakilan Riau mendapati adanya kelebihan bayar senilai Rp 1,8 miliar. Kegiatan yang dikerjakan oleh PT Luxindo Putra Mandiri ini sempat dilaporkan LSM, sebelum adanya upaya pengembalian uang hasil temuan BPK-RI.(kr)
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.
Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.
Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.
Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .








