• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Ketua KNPI Riau Bilang Kelompok Mafia Gunakan Pengadilan Jadi Objek Sandera ATM Berjalan

Ganggu Komoditas Kelapa Sawit

Redaksi

Kamis, 09 Januari 2025 18:48:52 WIB
Cetak
Ganggu Komoditas Kelapa Sawit

BEDELAU.COM-- Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau kembali menyampaikan Kritikannya terhadap Kelompok Mafia Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perkebunan yang Membungkus dirinya dengan sebutan Yayasan.

Pasalnya, Yayasan ataupun LSM itu kerap melakukan Aksi Haram di Lingkungan Peradilan.

Dahulu, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau menelusuri Aksi itu dengan menggunakan Label LSM, namun kini dirubah menjadi Yayasan.

Alih-alih melakukan Gugatan Perdata atas temuan Kebun Kelapa Sawit dalam Kawasan Hutan, namun Faktanya Justru di Luar dugaan, Yayasan itu ternyata Menyandera Pihak yang di Gugatnya.

Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua itu katakan lagi, bahwa Modus Operandi Kelompok Mafia itu kerap menggunakan Fasilitas Negara, Hukum seakan tidak punya Harga Diri lagi.

"Kami sangat yakin betul, bahwa Aksi Mafia Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perkebunan itu Turut Melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini Panitera dan para Majelis Hakim di Pengadilan Negeri, Tinggi hingga Hakim di tingkat Mahkamah Agung. Unsurnya sudah terpenuhi, Kelompok Mafia yang melakukan Aksi dibalik istilah Yayasan itu acap kali menjual Narasi Penghijauan, Perlindungan dan Kelestarian Lingkungan, tapi Faktanya apa? Justru pihak-pihak yang digugat dijadikan Sandera. Putusan Pengadilan yang memenangkan Gugatan tidak Lantas di Jalankan, karena memang menjadi Bahagian Skema dari Kelompok Mafia Picik tersebut. Praktek Haram seperti ini harus diketahui Publik! Adapun yang menjadi Biang Kerok dari Aksi Mafia Peradilan ini ber-inisial SDH, ini Fakta! bukan sekedar omon-omon" tegas Larshen Yunus.

Ketua KNPI Provinsi Riau itu tegaskan lagi, bahwa terhadap inisial SDH, pihaknya sudah menyiapkan berbagai Berkas Laporan Pengaduan Masyarakat, tentunya disertai dengan Bukti-Bukti Permulaan yang cukup. Aksi Gugatan Perdata terkait Kebun Kelapa Sawit dalam Kawasan Hutan harus segera kita Bongkar, ternyata ada Misteri Jahat dibalik Peristiwa Hukum seperti itu.

"Baru-baru ini Kelompok Mafia Bujang Inam itu berhasil Menang di Pengadilan Negeri Bangkinang, mereka Kalahkan salah seorang Anggota Dewan Provinsi, tak tanggung-tanggung, Anggota Presiden Prabowo Subianto di Riau Keok Juga! Ratusan Hektar Kebun Kelapa Sawitnya mesti di Tumbangkan, hingga akhirnya dilakukan Reboisasi dan Ganti Rugi yang Luar Biasa besar! Tapi apa yang terjadi? apakah Eksekusi benar di Lakukan? Publik juga harus ingat kembali, sampai sejauh mana Hasil Putusan Pengadilan yang Memenangkan Kelompok Mafia itu atas Kebun Kelapa Sawit dalam Kawasan Hutan yang menjadi Tergugatnya adalah PTPN V pada saat itu, Senyap bukan? padahal Putusannya sudah Inkrah, tapi Eksekusi tak juga di Laksanakan. Niat mereka bagus!!! tapi pada akhirnya justru Menyandera dan menjadikan Tergugat ATM berjalan, Wallahuallam Bissawab" ujar Larshen Yunus.

Ketua KNPI Riau yang juga diketahui sebagai Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran itu kembali menegaskan, bahwa sudah seharusnya Praktek Haram seperti itu segera di Bongkar. Dunia Peradilan justru dijadikan Objek untuk melakukan Aksi Perbuatan Melawan Hukum. Gugatan Perdata yang dimaksud hanya dijadikan Sarana dalam membangun ATM Berjalan. Ketika Gugatan dikabulkan, menang dan sudah Inkrah, maka publik tentunya harus tahu, Endingnya seperti apa, Apakah Mafia Peradilan seperti ini dianggap wajar-wajar saja.

Melalui Media Center DPD KNPI Provinsi Riau, Publik diminta untuk Menjawab, bahwa terhadap Hasil Gugatan yang sudah Inkrah, apakah sudah ada yang di Eksekusi??? sesuai dengan Perintah Majelis Hakim, coba tunjukkan satu saja!!! untuk itu bersama KNPI Provinsi Riau, Ketua Larshen Yunus mengajak seluruh Masyarakat agar Lebih Peduli dan Proaktif melihat Kondisi tersebut.

"Kalau satu dua kali dilakukan mereka, mungkin dari kami masih ada Toleransi dan Harap Maklum. Tapi kalau Praktek Haram ini justru dijadikan Kebiasaan, malah semakin menjadi-jadi, ya Kami tentunya tidak akan terima. Mau dibawa kemana Wajah Penegakan Hukum kita? Kenapa justru Mafia Berdasi seperti mereka masih bisa hidup tenang. Sudah berapa banyak pihak-pihak, Perseorangan ataupun Perusahaan yang dijadikan Sapi Perahan mereka. Apakah Keterlibatan Hakim sangat kental? kenapa Mayoritas hasil Gugatan yang di Putus dan Menang tidak juga di Eksekusi, kenapa tidak ada Kecurigaan dari Lembaga itu sendiri, Muatan Jahatnya sangat kental sekali. Semoga saja masyarakat di Provinsi Riau Faham, Yayasan apa yang kami maksudkan itu" tutur Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN).

Hingga berita ini diterbitkan, Kamis (9/1/25) Aktivis Larshen Yunus berjanji, bahwa pihaknya dari DPD KNPI Provinsi Riau maupun dari Relawan Prabowo Gibran yang tergabung didalam unsur DPP GARAPAN pastikan untuk Segera Melaporkan Kasus seperti ini. Kebocoran Keuangan Negara sangat Dominan. ASTA CITA dari Presiden RI dan Wakil Presiden RI benar-benar Terhina atas temuan seperti ini. Kelompok Mafia seperti itulah yang perlahan bisa menghancurkan Negara ini.

"Ayo Bapak Ibu Masyarakat Indonesia, Wabbilkhusus bagi Kalangan Pemuda di Negeri Lancang Kuning ini, Ketahuilah! bahwa Praktek Haram Gugatan Perdata seperti ini bukan hanya satu dua kali di daerah yang sama, tapi sudah menyebar hampir keseluruh Nusantara. Kantor Pengadilan faktanya dijadikan sebagai Aksi Mafia yang sesungguhnya. Ini namanya Kejahatan yang TSM, Terstruktur Sistematik dan Masif, di Gugat Lalu menang! setelah itu tidak ada Perintah untuk dilakukan Eksekusi. Benar-benar Keterlaluan. Pangsa Pasarnya segera kita Bongkar! Tidak ada tempat bagi pelaku Mafia Peradilan, Mafia Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perkebunan seperti itu. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan! Ayo segera dilakukan Audit Investigasi. Mari kita telusuri Jejak Rekam SDH dan Yayasan yang dibangunnya itu! benar-benar fakta yang sesungguhnya. Betapa masih kuatnya Mafia Berdasi di Republik ini. Hanya satu kata, LAWAN!" tegas Ketua KNPI Riau Larshen Yunus, bersama Jajaran Tim Hukum Relawan Prabowo Gibran, DPP GARAPAN. (*)


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Hendak Pergi ke Pesta Adat Batak, Mobil Lansia Tabrak Rumah Warga di Pekanbaru

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 19:36:22 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah kecelakaan terjadi di Jalan Har.

Daerah

Malam Ini Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 19:32:19 WIB

BEDELAU.COM --Cuaca di Provinsi Riau pada Sabtu (8/8.

Daerah

Lantik 131 Ketua RT dan RW di Rumbai Timur, Begini Pesan Wali Kota Pekanbaru!

Sabtu, 08 Agustus 2026 - 19:29:14 WIB

BEDELAU.COM --Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugr.

Daerah

Geger ! Buaya Muara di Desa Sungai Undan Naik ke Darat dan Serang Warga

Jumat, 07 Agustus 2026 - 19:32:44 WIB

BEDELAU.COM --Suasana heboh Desa Undan, Kecamatan Re.

Daerah

Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Siak

Jumat, 07 Agustus 2026 - 19:22:27 WIB

BEDELAU.COM --Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan MS.

Daerah

RT di Pekanbaru, Sulap Lahan Tidur Jadi Peluang Bisnis Lewat Ternak Puyuh

Jumat, 07 Agustus 2026 - 19:19:12 WIB

BEDELAU.COM --Terobosan pengurus RT di Kota Pekanbar.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Buang Puntung Rokok 5 Hektare Lahan Sawit Terbakar Polisi Inhu Tangkap Pengangkut Sawit
08 Agustus 2026
Hendak Pergi ke Pesta Adat Batak, Mobil Lansia Tabrak Rumah Warga di Pekanbaru
08 Agustus 2026
Tewas Bersimbah Darah, Warga Pekanbaru diduga Dibunuh Mantan Suami
08 Agustus 2026
Malam Ini Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
08 Agustus 2026
Lantik 131 Ketua RT dan RW di Rumbai Timur, Begini Pesan Wali Kota Pekanbaru!
08 Agustus 2026
Tak Direstui Menikah, Pria di Dumai Bacok Ayah Kekasih dengan Celurit
07 Agustus 2026
Geger ! Buaya Muara di Desa Sungai Undan Naik ke Darat dan Serang Warga
07 Agustus 2026
Darah Mengalir di Kamar! Perempuan 55 Tahun Tewas Dibacok Mantan Suami
07 Agustus 2026
Polda Riau Tangkap 6 Penambang Emas Ilegal di Kuansing, Pemodal Diburu
07 Agustus 2026
Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Siak
07 Agustus 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 DPP Laskar RMRB Ingatkan Rumah Sakit Mitra PHR di Seluruh Distrik Jangan Intervensi Hasil MCU Pekerja
  • 2 UPDATE Teror Monyet Tembilahan: Korban Bertambah Jadi 10 Orang Dalam 6 Hari
  • 3 Masyarakat Riau Diimbau Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan
  • 4 DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Siap Tindaklanjuti 11 Rekomendasi Banggar
  • 5 Bupati Asmar dan PLN UP3 Dumai Perkuat Sinergi, Pastikan Layanan Listrik Kepulauan Meranti Semakin Andal
  • 6 Pemko Pekanbaru Genjot Pengaspalan 23 Kilometer Jalan, Akses Warga Makin Lancar
  • 7 Tiga Warisan Bersejarah Siak Diuji di Tingkat Nasional, Bupati Afni Ajak Masyarakat Berdoa

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved