Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Kasus SPPD Fiktif DPRD Riau Digelar di Mabes Polri, Kubu Muflihun Ingatkan Putusan Praperadilan
BEDELAU.COM --Kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif di DPRD Riau memasuki babak baru. Polda Riau dijadwalkan menggelar perkara kasus tersebut di Mabes Polri.
Namun, proses penanganan perkara ini menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai terdapat kejanggalan, terutama dari kubu mantan Sekretaris DPRD Riau, Muflihun, yang sebelumnya sempat menggugat balik Polda Riau melalui mekanisme praperadilan.
Dalam gugatan tersebut, Muflihun dinyatakan menang. Pengadilan memutuskan penyitaan sejumlah aset milik Muflihun oleh penyidik Polda Riau tidak sah.
Aset yang sebelumnya diduga berkaitan dengan aliran dana SPPD fiktif itu pun kembali dikuasai Muflihun.
Kuasa hukum Muflihun, Ahmad Yusuf, menegaskan pihaknya menghormati langkah Polda Riau yang akan melakukan gelar perkara di Mabes Polri.
"Kami sebagai kuasa hukum menghormati proses gelar perkara yang dilakukan Polda Riau," kata Ahmad Yusuf, Selasa (5/1/2026).
Meski demikian, Yusuf mengingatkan pentingnya kepastian hukum dalam penanganan perkara ini.
Ia menegaskan kliennya telah memenangkan praperadilan, sehingga tindakan penyitaan yang dilakukan penyidik sebelumnya dinyatakan tidak sah.
"Kami mengingatkan bahwa dalam perkara ini telah ada putusan praperadilan yang secara tegas menyatakan tindakan penyitaan terhadap klien kami tidak sah," ujarnya.
Yusuf berharap gelar perkara dan kelanjutan penanganan kasus SPPD fiktif DPRD Riau dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Oleh karena itu, kami berharap gelar perkara dilakukan secara objektif, profesional, dan tidak melahirkan keputusan yang bertentangan dengan putusan pengadilan," katanya.
Sebagai informasi, kasus dugaan SPPD fiktif DPRD Riau terjadi pada pelaksanaan APBD Riau tahun 2020 dan 2021. Berdasarkan hasil audit BPKP, kerugian negara dalam perkara ini ditaksir mencapai sekitar Rp 190 miliar.
Sumber: Riauaktual,com
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.
Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.
Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.
Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .








