Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Cegah Karhutla, 5 Ton Garam Disemai untuk Hujan Buatan di Riau
BEDELAU.COM --Sebanyak lima ton garam (NaCl) telah disemai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak awal pekan lalu. OMC tersebut sebagai upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau tahun 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memicu hujan buatan di wilayah yang dinilai rawan dan memiliki potensi awan hujan. Mengingat sejak awal Februari, Riau mulai dilanda musim panas.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan, Jim Gafur mengatakan, penyemaian dilakukan secara bertahap sesuai potensi awan yang terpantau.
"Sejak Senin lalu total sudah lima ton garam yang disemai. Hari ini kita laksanakan dengan satu kali penerbangan atau sortie penyemaian awan di Teluk Meranti," kata Jim Gafur, Jumat (20/2/2026).
Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan nomor registrasi PK-AKR. Pesawat tersebut dikerahkan untuk menyemai bahan semai pada awan potensial hujan di wilayah target.
Menurut Jim, OMC tidak hanya bertujuan membantu memadamkan titik api, tetapi juga membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali. Langkah ini dinilai penting di tengah kecenderungan penurunan curah hujan berdasarkan prakiraan BMKG.
Operasi modifikasi direncanakan berlangsung selama satu pekan, dengan total ketersediaan bahan semai sekitar 8.500 kilogram.
"Diharapkan melalui OMC dan upaya pemadaman di lapangan, potensi meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan sedini mungkin," ujarnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Riau, total luasan lahan terbakar di Riau telah mencapai 417,94 hektare yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.
Wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar berada di Kabupaten Bengkalis dengan 196,01 hektare. Disusul Kabupaten Indragiri Hilir 59,70 hektare, Kabupaten Pelalawan 47,50 hektare, serta Kota Dumai 29,52 hektare.
Selain itu, kebakaran juga tercatat di Kabupaten Kampar seluas 29,50 hektare, Kabupaten Siak 20,53 hektare, dan Kota Pekanbaru 14,08 hektare. Di Kabupaten Rokan Hilir terdapat 10 hektare lahan terbakar, serta Kabupaten Kepulauan Meranti 8,40 hektare.
Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.
Sumber: cakaplah.com
11.227 Personel Polda Riau Kenakan Tanjak dan Selempang Setiap Jumat
BEDELAU.COM --Sebanyak 11.227 personel Polda Riau da.
ASN RSUD Arifin Achmad Gugat Cerai Tanpa Izin BKD, Inspektorat Proses Dugaan Perselingkuhan
BEDELAU.COM --Kasus dugaan perselingkuhan yang melib.
Agung Nugroho Lantik Kepala DLHK dan Bapenda Definitif
BEDELAU.COM --- Walikota Pekanbaru Agung Nugroho res.
Sopir Diduga Mengantuk, Truk Tangki BBM Terguling di Flyover Harapan Raya
BEDELAU.COM --Sebuah truk tangki pengangkut bahan ba.
Antusias Petang Belimau, Rumah Singgah Tuan Kadi hingga Jembatan Siak Dipadati Warga
BEDELAU.COM --Ribuan warga tumpah ruah memadati kawa.
Pemko Pekanbaru Terbitkan SE Pedoman Aktivitas Masyarakat Selama Ramadan, Ini Isinya!
BEDELAU.COM --- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, r.








