Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Halangi Penyidikan Korupsi, Ajudan Sekwan Pekanbaru Dituntut 4 Tahun Penjara
BEDELAU.COM --Jhonny Andrean dituntut dengan pidana penjara selama empat tahun. Terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan perintangan penyidikan dalam perkara tindak pidana korupsi di Sekretariat DPRD (Setwan) Pekanbaru.
Terdakwa merupakan mantan tenaga harian lepas (THL) sekaligus mantan ajudan Sekretaris Dewan DPRD Kota Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung.
Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ade dan Juliana dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Senin (4/5/2026).
JPU menyatakan terdakwa bersalah melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Menuntut terdakwa Jhonny Andrean dengan pidana penjara selama empat tahun, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani,” ujar jaksa di hadapan majelis hakim yang dipimpin Jonson Perancis.
Atas tuntutan itu, Jhonny melalui penasihat hukumnya mengajukan pembelaan atau pledoi. Hakim mengagendakan persidangan pada pekan depan.
"Silakan terdakwa menyiapkan pembelaan tertulis, untuk disampaikan pada persidangan pekan depan," ujar hakim.
Perkara ini bermula pada Jumat (12/12/2025) saat penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pekanbaru melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Kota Pekanbaru.
Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan dugaan korupsi dana perjalanan dinas fiktif berupa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) serta kegiatan makan dan minum di Setwan Pekanbaru.
Dalam proses tersebut, penyidik menghadapi hambatan. Penyidik memperoleh informasi mengenai keberadaan sejumlah stempel yang diduga disimpan di dalam bagasi sepeda motor jenis Yamaha Nmax yang terparkir di area kantor.
Saat dikonfirmasi, terdakwa tidak mengakui kepemilikan kendaraan tersebut. Penyidik kemudian memanggil tukang kunci untuk membuka bagasi sepeda motor tersebut.
Dari hasil penggeledahan, ditemukan sebanyak 38 stempel dari berbagai instansi pemerintahan dan uang hampir Rp50 juta.
Stempel tersebut berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Tanah Datar (Batusangkar), Kota Batam, serta beberapa daerah lainnya.
Sumber: cakaplah.com
Aksi Cincang Truk Tronton di Pelalawan Terbongkar, 8 Orang Diamankan
BEDELAU.C0M --Polisi mengungkap kasus penggelapan sa.
Buronan Karhutla Siak Ditangkap, Sempat Halangi Petugas Demi Selamatkan Sawit
BEDELAU.COM --Polres Siak menangkap Y alias IM (48),.
Diduga Jambret Ibu-ibu di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, 2 Pria Bertato Diamankan
BEDELAU.COM --Dua pria bertato diamankan warga setel.
Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
BEDELAU.COM --Monumen pesawat tempur F-16 di kawasan.
Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak
BEDELAU.COM --Seorang pengasuh di salah satu pondok .
Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit
BEDELAU.COM --Cekcok antara pembeli dan pedagang kas.








