• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG Tahun Ini, Ini Alasan Pemerintah

Redaksi

Rabu, 06 Mei 2026 19:11:30 WIB
Cetak
LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG Tahun Ini, Ini Alasan Pemerintah
Menteri ESDM menargetkan akan mulai menerapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kilogram pada tahun ini. Foto : Istimewa

BEDELAU.COM ---Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan akan mulai menerapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kilogram pada tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menghadirkan alternatif bahan bakar gas bagi masyarakat.

Penggunaan CNG dinilai penting untuk menekan ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini sudah mencapai 7 juta ton per tahun. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi besarnya beban subsidi energi yang harus ditanggung oleh negara.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan sedang mematangkan pola distribusi dan penyiapan infrastruktur pendukung di lapangan. Dia menyebut percepatan konversi tersebut utamanya untuk menekan porsi impor gas.

"Ditargetkan tahun ini bisa dikonsumsi masyarakat," ujarnya dalam acara diskusi oleh ASPEBINDO, di Jakarta, dikutip Rabu (6/5/2026).

Pemerintah mencatat produksi LPG nasional terus mengalami tren penurunan sejak tahun 2010 hingga kini hanya tersisa sekitar 1,6 juta ton per tahun. Kondisi tersebut memaksa Indonesia untuk mendatangkan pasokan dari luar negeri dalam jumlah besar guna mencukupi kebutuhan domestik yang mayoritas dialokasikan untuk sektor rumah tangga.

"Artinya dari tahun ke tahun dengan pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, kita akan terus menambah impor LPG kalau tidak bisa kita konversikan ke sumber yang lain," tambahnya.

Berbeda dengan LPG yang bahan bakunya terbatas di dalam negeri, sumber gas untuk CNG justru tersedia dari lapangan-lapangan migas nasional sehingga dapat menghemat devisa sekaligus memangkas biaya subsidi hingga 30%.

"Kalau ini gasnya ada dari hasil kita sendiri, jaraknya juga tidak jauh. Jadi setelah dihitung-hitung disimulasikan bisa menghemat sekitar 30-an persen seperti yang sudah diumumkan oleh Bapak Menteri," katanya.

Pada tahap awal, distribusi CNG tersebut direncanakan akan menyasar wilayah dengan infrastruktur pendukung yang paling siap. Pemerintah fokus memulai simulasi penggunaan gas jenis ini di beberapa wilayah perkotaan sebelum nantinya diimplementasikan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Bertahap di kota-kota besar dulu di Jawa. Roadmap-nya adalah tentu kita ada karena ini belum diumumkan oleh Pak Menteri, tapi intinya ke depan kita akan mereduksi LPG kita, kita gantikan dengan CNG," tandasnya.

Di lain sisi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pun sedang mengkaji agar penggunaan CNG tersebut bisa diberikan subsidi. "Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih haruslah, tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu baca ya," terang Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, Selasa (5/5/2026).

Sebagaimana diketahui, kebutuhan LPG di Indonesia masih ditopang oleh impor sebesar 75% hingga 80%. Di mana 7 sampai 8 juta tonnya dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.

Nah yang jadi persoalan, ketika gejolak politik seperti sekarang ini Indonesia juga membutuhkan kepastian impor LPG.

"Atas itu, maka kita merumuskan untuk mencari alternatif lain. CNG adalah salah satu alternatifnya. Nah CNG ini kan sudah dipakai oleh hotel, restoran, MBG, sudah ada, tapi pada klasifikasi yang 20 kilogram ke atas, ada yang 10 kilogram ke atas," terang Bahlil.

Saat ini pihaknya sedang menguji coba untuk menghadirkan CNG dengan ukuran yang lebih kecil atau 3 Kilogram. Diperkirakan, uji coba tersebut bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 bulan.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

KPK Menggedor Kementerian ATR/BPN, Golkar Sebut Nusron Wahid Sudah Mundur

Ahad, 20 September 2026 - 20:40:57 WIB

BEDELAU.COM --Di tengah sorotan Komisi Pemberantasan.

Nasional

Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan

Jumat, 18 September 2026 - 08:54:03 WIB

PIDIE JAYA, BEDELAU.COM – Semangat berbagi kembali.

Nasional

Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun

Senin, 14 September 2026 - 18:56:44 WIB

BEDELAU.COM --Purbaya Yudhi Sadewa hanya sekitar set.

Nasional

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru

Senin, 14 September 2026 - 19:03:31 WIB

BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto mencopot Pur.

Nasional

Jumat Berkah Subuh di Masjid Madinah Japakeh, Gerakan Berbagi Kembali Menyapa Jamaah Dayah Krut

Jumat, 11 September 2026 - 07:18:09 WIB

BEDELAU.COM – Semangat berbagi kembali hadir di te.

Nasional

Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK

Jumat, 04 September 2026 - 21:35:46 WIB

BEDELAU.COM ---PT Pertamina Patra Niaga menegaskan m.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Aksi Cincang Truk Tronton di Pelalawan Terbongkar, 8 Orang Diamankan
20 September 2026
KPK Menggedor Kementerian ATR/BPN, Golkar Sebut Nusron Wahid Sudah Mundur
20 September 2026
Innova Reborn Tabrak Truk di Jalan Tol Bangkinang, Suami Istri Meninggal Dunia
20 September 2026
Tiga Jam Dicari, Pemuda yang Nyebur ke Kolam Eks Green City Ditemukan Tak Bernyawa
20 September 2026
Buronan Karhutla Siak Ditangkap, Sempat Halangi Petugas Demi Selamatkan Sawit
20 September 2026
DLHK Pekanbaru Perketat Pengawasan TPS Ilegal di Kawasan Perbatasan
20 September 2026
Viral! Pengendara Akui Dilempar Batu Saat Melintas Malam di Rumbai Pekanbaru
20 September 2026
Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua
20 September 2026
Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan
18 September 2026
Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
17 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemkab Meranti Berikan Rekomendasi Dukungan Pembentukan Riau Pesisir
  • 2 Listrik Meranti Kerap Mati-Hidup, Pemkab dan Forkopimda Desak PLN Segera Bertindak
  • 3 Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru
  • 4 Biji Getah Jadi Pangan, Inovasi Warga Bantan Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026
  • 5 Sudah Padam, Tanaman Kelapa dan Bangkai Ular Gosong Ditemukan di Bekas Areal Perkebunan
  • 6 Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun
  • 7 Pekanbaru Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved