• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim

Markas Penipu Internasional Terbongkar di Batam, Ratusan WNA China dan Vietnam Diciduk

Redaksi

Jumat, 08 Mei 2026 21:43:23 WIB
Cetak
Markas Penipu Internasional Terbongkar di Batam, Ratusan WNA China dan Vietnam Diciduk
Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas penipuan investasi daring di di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (8/5/20

BEDELAU.COM --Batam mendadak panas setelah Imigrasi membongkar apartemen mewah berisi 210 WNA terduga scammer internasional, Jumat 8 Mei 2026. Ratusan laptop, komputer, ponsel, hingga paspor disita. Dugaan jaringan penipuan investasi lintas negara kini mengarah ke sindikat Asia Tenggara.

Direktorat Jenderal Imigrasi membongkar dugaan pusat penipuan investasi daring lintas negara di sebuah apartemen di Kecamatan Lubuk Baja, Kepulauan Riau. Sebanyak 210 warga negara asing langsung diamankan bersama ratusan perangkat elektronik, paspor, serta alat komunikasi digital.

Operasi senyap tersebut menjadi perhatian besar lantaran dugaan jaringan scam internasional mulai menjalar ke Indonesia. Petugas menemukan pola kerja rapi menyerupai kantor operasi profesional dengan ruang kendali, area kerja, serta tempat tinggal terintegrasi. Situasi itu memperlihatkan skema penipuan digital berjalan secara sistematis dan terorganisir.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Hendarsam Marantoko, mengungkap penggerebekan dilakukan usai penyelidikan panjang sejak pertengahan April 2026. Informasi intelijen awal mengarah kepada aktivitas mencurigakan ratusan WNA di apartemen tersebut. Tim kemudian menjalankan pengawasan tertutup selama beberapa pekan sebelum bergerak menangkap seluruh penghuni.

“Pengamanan dilakukan setelah ditemukan indikasi kuat para WNA menjalankan aktivitas tidak sesuai izin tinggal,” ujar Hendarsam Marantoko dalam konferensi pers di Batam, Jumat, 8 Mei 2026.

Sebanyak 125 WNA Vietnam, 84 WNA China, serta seorang WNA Myanmar diamankan petugas gabungan. Jumlah laki-laki mencapai 163 orang, sedangkan perempuan tercatat 47 orang. Mayoritas memakai izin tinggal kunjungan, Visa on Arrival, hingga visa investor.

Jenis izin tersebut ternyata tidak mengizinkan aktivitas kerja maupun operasional bisnis digital berskala besar. Temuan itu langsung memperkuat dugaan penyalahgunaan izin keimigrasian. Imigrasi kemudian membawa seluruh WNA menuju Kantor Imigrasi Batam untuk pemeriksaan mendalam.

Penggerebekan berlangsung cepat namun terukur sejak Rabu pagi, 6 Mei 2026. Sebanyak 58 personel gabungan bergerak menuju dua titik sasaran sejak pukul 06.00 WIB. Dua jam berselang, apartemen tersebut sudah terkepung dan seluruh penghuni berhasil diamankan.

Petugas menemukan ruangan penuh komputer menyala seperti pusat kendali operasi digital internasional. Beberapa meja berisi monitor berjajar menyerupai ruang perdagangan saham profesional. Namun, hasil pemeriksaan awal justru mengarah kepada praktik scam trading berkedok investasi daring.

Sebanyak 131 komputer, 93 laptop, 492 telepon genggam, dan 52 monitor langsung disita petugas. Selain itu, terdapat perangkat jaringan internet, mesin penghitung uang, serta ratusan paspor berbagai negara. Jumlah barang elektronik tersebut memperlihatkan bahwa skala operasi sangat besar. 

“Dari hasil pemantauan diperoleh indikasi lokasi digunakan sebagai pusat aktivitas terorganisir,” kata Hendarsam Marantoko.

Pemeriksaan perangkat elektronik membuka pola penipuan yang cukup rapi dan agresif. Korban diduga berasal dari Eropa serta Vietnam dengan sasaran utama pengguna media sosial. Pelaku memancing korban dengan promosi investasi menggiurkan sebelum mengarahkan transfer dana menuju platform fiktif.

Modus seperti itu sebenarnya bukan pola baru di Asia Tenggara. Namun, skala operasi di Batam mengejutkan banyak aparat keamanan nasional. Apartemen mewah berubah menjadi markas penipuan digital internasional tanpa banyak sorotan publik sebelumnya.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko, menyebut jaringan tersebut memiliki keterkaitan dengan kelompok scammer lintas negara. Dugaan koneksi mengarah kepada sindikat yang sebelumnya muncul di Bali, Surabaya, hingga Jawa Tengah.

Aparat mulai membaca pola perpindahan kelompok scam internasional menuju Indonesia. “Indonesia sekarang mulai dimasuki scammer bubaran dari Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam,” ujar Brigjen Untung Widyatmoko.

Untung menjelaskan bahwa kelompok serupa sebelumnya ditemukan memakai atribut polisi palsu hingga mockup kantor luar negeri. Aparat bahkan pernah menemukan replika kantor kepolisian China serta Jepang dalam operasi terdahulu. Pola itu identik dengan jaringan penipuan digital internasional di Asia Tenggara.

Fenomena perpindahan sindikat scam mulai menjadi ancaman serius kawasan regional. Tekanan aparat keamanan negara tetangga membuat kelompok tersebut mencari basis operasi baru. Indonesia dinilai memiliki celah besar lantaran tingginya arus keluar-masuk WNA.

Batam kemudian muncul sebagai titik strategis bagi jaringan lintas negara tersebut. Lokasinya dekat dengan jalur internasional serta memiliki banyak hunian vertikal modern. Mobilitas tinggi membuat aktivitas kelompok asing lebih mudah tersamarkan.

Selain penipuan investasi, aparat juga membuka kemungkinan keterkaitan dengan perjudian daring dan love scam. Jenis kejahatan digital seperti itu berkembang cepat di media sosial dan aplikasi percakapan. Korban biasanya dijebak secara emosional sebelum kehilangan dana besar. “Tidak menutup kemungkinan ada gambling online dan scammer lainnya,” kata Brigjen Untung Widyatmoko.

Petugas kini memeriksa data digital dari ratusan perangkat elektronik yang diamankan. Analisis forensik dilakukan guna melacak aliran komunikasi dan transaksi lintas negara. Aparat juga menelusuri kemungkinan keterlibatan warga negara Indonesia dalam jaringan tersebut.

Sebanyak 198 paspor ditemukan tersebar di beberapa ruangan apartemen. Sebagian dokumen diduga terkait dengan pengendali utama operasi scam internasional tersebut. Temuan itu membuka dugaan adanya struktur komando terpisah di lokasi berbeda.

Imigrasi memakai Pasal 75 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 untuk menjerat seluruh WNA. Ketentuan tersebut memberi kewenangan tindakan administratif terhadap orang asing yang melanggar aturan. Seluruh pelaku kini ditempatkan dalam ruang detensi sambil menunggu proses lanjutan. “Seluruh pelanggar menjalani proses deportasi dan penangkalan,” ujar Hendarsam Marantoko.

Meski demikian, proses hukum pidana masih terbuka apabila ditemukan unsur kejahatan lain. Imigrasi berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau guna memperdalam penyidikan. Aparat ingin memastikan jaringan tersebut tidak berkembang lebih luas di Indonesia.

Kasus Batam memperlihatkan perubahan wajah kejahatan digital internasional yang semakin brutal dan modern. Apartemen mewah kini bisa berubah menjadi pabrik penipuan lintas negara tanpa suara. Aktivitas berlangsung secara senyap menggunakan jaringan internet dan manipulasi psikologis terhadap korban.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Mangrove Rohil Dibabat Alat Berat, Polisi Sita Ekskavator dan Tetapkan Tersangka

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:27:27 WIB

BEDELAU.COM --Hutan mangrove di pesisir Riau ternyat.

Hukrim

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ternyata Sedang Diperiksa Tim 9

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:25:31 WIB

BEDELAU.COM --Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana .

Hukrim

Kecam Dugaan Pemukulan Wartawan di Siak, Desak Polisi Usut hingga Aktor Intelektual

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:22:22 WIB

BEDELAU.COM --Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Erw.

Hukrim

Bongkar Dua Sindikat Curanmor, Polisi Bekuk 11 Pelaku di Pekanbaru

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:47:33 WIB

BEDELAU.COM --11 orang pelaku curanmor berhasil di r.

Hukrim

Abdul Wahid Sebut JPU Jadi "Advokat" Dani, Replik Dinilai Penuh Narasi dan Asumsi

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mel.

Hukrim

Kejati Riau Geledah Disdik, Tiga Boks Dokumen Dugaan Korupsi Smart Board Disita

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:57:47 WIB

BEDELAU.COM --Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khus.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Agung Nugroho Lantik 39 ASN, 18 Lurah Baru Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat
24 Juli 2026
Mangrove Rohil Dibabat Alat Berat, Polisi Sita Ekskavator dan Tetapkan Tersangka
24 Juli 2026
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ternyata Sedang Diperiksa Tim 9
24 Juli 2026
Kecam Dugaan Pemukulan Wartawan di Siak, Desak Polisi Usut hingga Aktor Intelektual
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
Polsek Sukajadi: Kasus Tiga Eks Karyawan PT Asyifa Diduga Gelapkan Uang Perusahaan
24 Juli 2026
Wako Agung Minta RT dan RW di Pekanbaru Aktif Laporkan Persoalan Lingkungan
24 Juli 2026
Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung
24 Juli 2026
Jumat Berkah Subuh, Kepedulian Sosial Hadir di Meureudu
24 Juli 2026
220 Mahasiswa Fakultas Hukum UNILAK Ikuti Karya Bakti Mahasiswa di Kabupaten Siak
23 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Nekat Menyeberang Sungai, Pria 21 Tahun di Dumai Diterkam Buaya dan Hilang
  • 2 Tanggul Jebol Lagi, Air Bah Sapu Pemukiman di Pinggir Danau Maninjau
  • 3 Wako Perintahkan Satpol PP Kembali Tertibkan Warung Tenda Biru di Air Hitam
  • 4 Pemprov Riau Buka Lagi Penghapusan Denda PKB, Hanya Berlaku di Bulan Agustus
  • 5 Polemik Febrie Makin Memanas, MAKI Sentil Hotman Paris Soal “Pamit” ke Prabowo
  • 6 Polisi Selidiki Kericuhan di DPRD Riau, Rekaman CCTV Jadi Bukti Utama
  • 7 Serang Pakai Sajam Saat Disergap, Polisi Tembak Pengedar Ekstasi di Pekanbaru

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved