• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Larshen Yunus Bilang ini

Posisi dan Peran DANANTARA Jadi Tanda Tanya Pasca Lesunya Kondisi Ekonomi Secara Nasional

Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 21:09:20 WIB
Cetak
Posisi dan Peran DANANTARA Jadi Tanda Tanya Pasca Lesunya Kondisi Ekonomi Secara Nasional

JAKARTA,BEDELAU.COM -- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Larshen Yunus; menilai keberadaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara hingga saat ini belum menunjukkan Kontribusi yang Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Menurut Larshen Yunus, sejak dibentuknya BPI DANANTARA, Lembaga itu Faktanya belum mampu menghadirkan dampak nyata terhadap Penguatan Ekonomi Masyarakat secara nyata, maupun terkesan Gagal dalam Penciptaan Sumber Pertumbuhan Ekonomi yang baru.

“Menurut kami, selama lebih dari satu tahun berdiri, pihak DANANTARA belum terlihat memberikan kontribusi yang nyata, belum Efektif terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang hari ini hanya mencapai 5,61 persen,” ungkap Larshen Yunus, Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran tersebut.

Aktivis Anti Korupsi dan Pegiat Hak Asasi Manusia itu berkali-kali mengatakan, bahwa kondisi investasi yang dijalankan DANANTARA belum sepenuhnya menyentuh sektor-sektor Strategis yang mampu memberikan manfaat langsung terhadap masyarakat luas maupun dalam rangka memperkuat pondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Jujur saja ya, investasi yang dilakukan mereka sampai saat ini, belum juga tepat sasaran, mestinya DANANTARA hadir dengan investasi yang Produktif, tentunya yang berdampak langsung bagi Penciptaan Lapangan Kerja, Penguatan industri Nasional dan Peningkatan daya beli masyarakat,” ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh optimis.

Relawan Prabowo Gibran sekaligus Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu selalu menegaskan, agar DANANTARA tidak boleh hanya berhenti sebagai Lembaga Pengelola Aset Negara atau Perusahaan BUMN semata, tetapi hendaknya mampu Menghadirkan Solusi, Keberpihakan dan Keadilan bagi Masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu, apabila DANANTARA hanya sekedar menjalankan Fungsi Pengelolaan Aset, maka keberadaannya dinilai sama saja, tidak memiliki perbedaan yang cukup Signifikan dengan Nomenklatur Kementerian BUMN terdahulu.

“Harapannya adalah, jangan sampai DANANTARA hanya mampu dan sekedar menjadi Pengelola Aset Negara saja. Kalau ternyata demikian, lalu apa bedanya dengan Kementerian BUMN yang dulu itu? semestinya DANANTARA dapat menjadi instrumen Pencipta Pertumbuhan Ekonomi terbarukan,” pungkas Larshen Yunus, Ketua KNPI Provinsi Riau.

Relawan Prabowo Gibran Pusat yang juga dikenal sebagai mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau itu menjelaskan, bahwa situasi yang Kondusif juga sangat perlu diterapkan, jangan hanya berkutat dalam opini-opini Liar tanpa dasar hukum yang jelas.

Larshen Yunus juga kembali mendorong DANANTARA untuk Mulai Fokus terhadap investasi di Sektor Riil, yang memiliki Efek Domino terhadap kondisi Ekonomi Indonesia secara Nasional, seperti Proyek Hilirisasi industri, Pangan, Energi, Perikanan, hingga Pengembangan UMKM.

Hingga berita ini diterbitkan, Senin (11/5/2026) Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran itu selalu mengajak semua pihak untuk  TABBAYUN dalam memperoleh informasi seputar kondisi Perekonomian secara Nasional. Jangan mau terjebak dengan berita-berita bohong dari pihak DANANTARA, yang selalu merasa dirinya paling hebat dan berhasil, berita memuji diri dari DANANTARA sama halnya dengan istilah meminum obat maupun vitamin, ternyata efeknya seperti Racun, sangat mematikan!

Terakhir, menurut Larshen Yunus beserta seluruh Relawan Prabowo Gibran lainnya, saat ini Indonesia benar-benar Membutuhkan Lembaga investasi Negara yang harus Agresif dalam bekerja, tetapi juga tepat sasaran dalam Membangun Fondasi Ekonomi secara Jangka Panjang.

“Apapun alasannya, Uang Negara ini sangat Berlimpah, DANANTARA harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru, bukan hanya sekedar jadi Simbol Pengelolaan Aset Negara saja,” akhir Larshen Yunus, Ketua Umum Relawan Prabowo Gibran, seraya menutup pernyataan persnya. (*)


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Larshen Yunus: "MAPI Diakuisisi Perusahaan Singapura Nilainya Rp.11,8 Triliun

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:13:02 WIB

JAKARTA,BEDELAU.COM -- Praktisi Hukum dan Kebijakan .

Nasional

Cegah Gratifikasi Terselubung, KPK Minta Kepala Daerah Hentikan Hibah ke Instansi Vertikal

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:49:48 WIB

JAKARTA, BEDELAU.COM --Komisi Pemberantasan Korupsi .

Nasional

Doktrin Maut Guru Harus Diikuti, Santriwati Jadi Korban Kebejatan Kyai Ashari Berulang Kali!

Jumat, 08 Mei 2026 - 21:46:59 WIB

BEDELAU.COM --Kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an N.

Nasional

Komitmen Managemen New Paragon dan Grand Dragon Kembali Salurkan Sembako

Jumat, 08 Mei 2026 - 20:29:43 WIB

PEKANBARU - Rutinitas Jumat Berkah New Paragon dan Grand Dragon perdana di Bulan.

Nasional

Dugaan Pungli Rekrutmen dan Pendidikan di Institusi Kepolisian Disorot

Kamis, 07 Mei 2026 - 20:24:10 WIB

JAKARTA, BEDELAU.COM  – Dugaan praktik haram .

Nasional

LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG Tahun Ini, Ini Alasan Pemerintah

Rabu, 06 Mei 2026 - 19:11:30 WIB

BEDELAU.COM ---Kementerian Energi dan Sumber Daya Mi.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
PT ITA Dukung Sosialisasi Bahaya Narkoba bagi Pelajar di Kawasan Operasi Perusahaan
13 Mei 2026
Larshen Yunus: "MAPI Diakuisisi Perusahaan Singapura Nilainya Rp.11,8 Triliun
12 Mei 2026
Posisi dan Peran DANANTARA Jadi Tanda Tanya Pasca Lesunya Kondisi Ekonomi Secara Nasional
12 Mei 2026
Tak Jera Ditertibkan, PKL di HR Soebrantas Masih Nekat Berjualan
12 Mei 2026
Operasi Antik Lancang Kuning Menggila, 557 Tersangka Narkoba Digelandang Polisi
12 Mei 2026
Harga Sawit Riau Tembus Rp3.900, Petani Plasma Mulai Tersenyum Lebar
12 Mei 2026
Siksa Anak Pakai Kayu dan Bata Hingga Tewas, Ibu Tiri di Siak jadi Tersangka
12 Mei 2026
BPDP Umumkan 42 Lembaga Pendidikan Penyelenggara Beasiswa Sawit 2026, 5 Kampus di Riau
12 Mei 2026
Pemko Pekanbaru Segera Salurkan Beasiswa Bagi Mahasiswa dan Anak Penghafal Quran
12 Mei 2026
Cegah Gratifikasi Terselubung, KPK Minta Kepala Daerah Hentikan Hibah ke Instansi Vertikal
12 Mei 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Jumat Berkah di Pidie Jaya, Yayasan Subuh Salurkan Bantuan ke Masjid dan Panti Asuhan
  • 2 Dampak Terobosan dan Kontrol Fiskal Wako Agung, PAD Pekanbaru Tembus 1,2 T
  • 3 Mengaku Diupah Tiga Juta, Pembakar Jaring di Panipahan Ditangkap di Bagansiapiapi
  • 4 Diduga Sodomi Anak Tiri, Polres Bengkalis Ringkus Pelaku di Rupat
  • 5 Mahasiswi Unri tewas diduga terlindas truk di Bundaran Jalan Siak 2 Pekanbaru.
  • 6 Pemotor Tewas di Bundaran Siak 2 Ternyata Mahasiswi Unri
  • 7 Pelaku Pembunuhan dan Perampokan di Rumbai Pekanbaru Diduga Orang Terdekat Korban

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved