• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Pekanbaru Darurat Sampah, Agung Nugroho Siapkan Jurus Besar Perluas TPA Muara Fajar

Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 19:36:03 WIB
Cetak
Pekanbaru Darurat Sampah, Agung Nugroho Siapkan Jurus Besar Perluas TPA Muara Fajar
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, memimpin rapat membahas TPA Muara Fajar II di Kecamatan Rumbai, Senin, 18 Mei 2026. (ist)

BEDELAU.COM --Gunungan sampah Pekanbaru makin mengkhawatirkan setelah TPA Muara Fajar II mengalami kelebihan kapasitas. Pemerintah Kota Pekanbaru langsung menyiapkan perluasan lahan 5 hektar demi menghindari krisis lingkungan lebih besar. Volume sampah harian mencapai 1.200 ton membuat kawasan pembuangan itu terasa seperti raksasa kelelahan menahan beban kota.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memimpin rapat pembahasan perluasan TPA Muara Fajar II di Kecamatan Rumbai, Senin pagi, 18 Mei 2026. Rapat itu membahas langkah cepat untuk menghadapi lonjakan volume sampah harian dari aktivitas masyarakat perkotaan. Pemko menyiapkan lahan milik daerah di samping kawasan TPA untuk mendukung pengembangan pengelolaan sampah modern.

“Lokasinya tetap di TPA Muara Fajar II, tetapi ada lahan milik Pemko untuk perluasan,” ujar Agung Nugroho. Kalimat singkat itu terdengar seperti alarm keras bagi wajah kebersihan Pekanbaru beberapa tahun mendatang. Tumpukan sampah terus meninggi seperti bukit kecil yang tumbuh diam-diam setiap harinya di kawasan Rumbai.

Saat ini, TPA Muara Fajar II menerima sampah sekitar 900 hingga 1.200 ton setiap hari penuh. Angka tersebut berasal dari aktivitas rumah tangga, pasar tradisional, restoran, hingga kawasan bisnis berkembang pesat. Truk pengangkut sampah silih berganti masuk seperti antrean panjang tanpa jeda menuju kawasan pembuangan utama kota.

Kondisi overkapasitas mulai terasa sejak beberapa bulan terakhir ketika volume sampah meningkat cukup drastis. Sebagian area penampungan terlihat semakin padat sehingga ruang gerak alat berat mulai terbatas setiap harinya. Bau menyengat kadang ikut menari bersama angin, terutama ketika cuaca panas menggantung sepanjang siang.

Agung Nugroho menyebut perluasan lahan menjadi solusi penting untuk menghadapi ancaman sampah jangka panjang di Pekanbaru. Pemko tidak ingin persoalan kebersihan berubah menjadi bencana lingkungan bagi kawasan permukiman sekitar TPA. Langkah perluasan dianggap lebih realistis dibandingkan dengan membiarkan gunungan sampah tumbuh liar tanpa kendali jelas.

Pemko Pekanbaru juga menyiapkan sistem sanitary landfill untuk pengelolaan sampah pada kawasan baru tersebut nantinya. Sistem ini mengatur penimbunan sampah secara berlapis sehingga lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Sampah tidak lagi sekadar dibuang menumpuk seperti kebiasaan lama yang sering meninggalkan persoalan besar bertahun-tahun.

Konsep sanitary landfill dinilai mampu mengurangi pencemaran udara serta rembesan limbah menuju tanah dan perairan. Pengelolaan modern itu juga membuat area TPA terlihat lebih tertata dibanding metode pembuangan terbuka sebelumnya. Gunungan sampah nantinya ditutup tanah secara berkala sehingga aroma menyengat dapat ditekan lebih maksimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menyebut proses perluasan masih memasuki tahap perencanaan awal. Pemerintah kota sedang menghitung kebutuhan anggaran sebelum pekerjaan pembukaan lahan dimulai secara bertahap tahun ini. Pembukaan TPA baru membutuhkan biaya besar karena melibatkan alat berat serta infrastruktur pengelolaan pendukung.

“Insyaallah tahun ini mulai dikerjakan bertahap karena pembukaan TPA membutuhkan anggaran besar,” ujar Reza Aulia Putra. Pernyataan itu menggambarkan besarnya pekerjaan rumah yang Pemko hadapi akibat ledakan sampah perkotaan beberapa tahun terakhir. Pekanbaru seperti sedang berlomba melawan waktu sebelum sampah benar-benar mengambil alih ruang kota.

Reza menjelaskan bahwa kapasitas kawasan baru diperkirakan mampu menampung lebih dari 2.000 ton sampah setiap hari. Angka itu hampir dua kali lipat dibandingkan dengan beban sampah harian Pekanbaru pada kondisi saat ini. Pemko berharap daya tampung tambahan membuat pengelolaan sampah lebih stabil untuk beberapa tahun ke depan.

Selain memperluas lahan, Pemko mulai mendorong sistem pemilahan sampah sebelum masuk ke kawasan TPA utama. Sampah organik dan anorganik nantinya dipisahkan sehingga hanya residu yang masuk menuju lokasi pembuangan akhir tersebut. Langkah ini dianggap penting untuk mengurangi volume sampah sekaligus mendukung pola pengelolaan yang lebih modern dan efisien.

“Sampah yang masuk nantinya berupa residu hasil pemilahan sebelum dibuang menuju kawasan TPA,” kata Reza Aulia Putra. Pemko ingin masyarakat mulai akrab dengan budaya memilah sampah sejak dari lingkungan rumah masing-masing. Kebiasaan sederhana itu dianggap mampu mengurangi tekanan besar terhadap kawasan pembuangan akhir kota.

Persoalan sampah memang menjadi pekerjaan panjang bagi Kota Pekanbaru selama beberapa tahun terakhir ini. Pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi membuat produksi sampah meningkat jauh lebih cepat dibandingkan dengan kapasitas pengelolaan yang tersedia. Kota berkembang sering terlihat gagah dari kejauhan, tetapi diam-diam kewalahan menghadapi urusan sampah harian.

Beberapa kawasan permukiman juga sempat mengeluhkan keterlambatan pengangkutan sampah ketika armada bekerja melebihi kapasitas harian normal. Tumpukan kantong sampah kadang mengular di sudut jalan seperti tamu tak diundang setiap pagi. Situasi itu membuat isu kebersihan kembali menjadi perhatian serius masyarakat Pekanbaru sepanjang tahun ini.

Pemko berharap perluasan TPA Muara Fajar II mampu memperbaiki sistem pengelolaan sampah agar lebih berkelanjutan pada masa mendatang. Kawasan baru nantinya tidak sekadar menjadi tempat membuang sampah tanpa konsep lingkungan yang jelas dan terukur. Pekanbaru ingin mengubah wajah pengelolaan sampah menjadi lebih modern meski jalannya masih panjang dan berat.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Begal Kembali Marak di Pekanbaru, DPRD Minta Pengamanan Ditingkatkan

Senin, 18 Mei 2026 - 19:51:12 WIB

BEDELAU.COM --Aksi begal di Kota Pekanbaru kembali d.

Daerah

Heboh Penggundulan Kawasan Hijau Ekoriparian Unilak, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Senin, 18 Mei 2026 - 19:40:23 WIB

BEDELAU.COM --Penebangan pohon yang menyebabkan gund.

Daerah

BPK Kembali Temukan SPPD Fiktif, Plt Gubri Segera Mutasi Semua ASN Setwan

Senin, 18 Mei 2026 - 19:32:58 WIB

BEDELAU,COM --- PEKANBARU - Semua Aparatur Sipil Neg.

Daerah

Anak Cucu Orang Belanda Berkunjung ke Kuansing Menapak Tilas Jejak Kakeknya

Ahad, 17 Mei 2026 - 19:20:55 WIB

BEDELAU.COM --Sebanyak 29 orang anak cucu Belanda, b.

Daerah

Waspadai Banjir, Pemko Pekanbaru Optimalkan Normalisasi Drainase - Anak Sungai

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:47:39 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, ter.

Daerah

Jelang Idul Adha, Pemkot Pekanbaru Pastikan Sapi dan Kambing Kurban Aman

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:43:00 WIB

BEDELAU.COM --- Kepala Dinas P.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Begal Kembali Marak di Pekanbaru, DPRD Minta Pengamanan Ditingkatkan
18 Mei 2026
Dolar AS Hampir Rp18 Ribu, Rupiah Ambruk dan Pasar Keuangan Indonesia Bergetar
18 Mei 2026
Prabowo Resmikan Jet Rafale dan Rudal Meteor, Langit Asia Tenggara Mendadak Tegang
18 Mei 2026
Heboh Penggundulan Kawasan Hijau Ekoriparian Unilak, Siapa yang Bertanggung Jawab?
18 Mei 2026
Pekanbaru Darurat Sampah, Agung Nugroho Siapkan Jurus Besar Perluas TPA Muara Fajar
18 Mei 2026
BPK Kembali Temukan SPPD Fiktif, Plt Gubri Segera Mutasi Semua ASN Setwan
18 Mei 2026
Polda Riau: PT Musim Mas Diduga Rusak Hutan di Pelalawan
18 Mei 2026
Tiga Kurir Narkoba di Perawang Ditangkap, Polisi Sita Sabu dan Ekstasi
18 Mei 2026
Ada Rp 406 Triliun Belum Dilaporkan, DJP Buru Harta Tersembunyi Peserta Tax Amnesty
17 Mei 2026
Penggerebekan Kelas Kakap di Rohil: Enam Pengedar Sabu Diringkus
17 Mei 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 MAHASISWA MAGISTER PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS RIAU GELAR WORKSHOP ECOPRINT & OSHIBANA
  • 2 Doktrin Maut Guru Harus Diikuti, Santriwati Jadi Korban Kebejatan Kyai Ashari Berulang Kali!
  • 3 Beasiswa Mahasiswa Pertamina Sobat Bumi 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
  • 4 LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG Tahun Ini, Ini Alasan Pemerintah
  • 5 Jumat Berkah di Pidie Jaya, Yayasan Subuh Salurkan Bantuan ke Masjid dan Panti Asuhan
  • 6 Dampak Terobosan dan Kontrol Fiskal Wako Agung, PAD Pekanbaru Tembus 1,2 T
  • 7 Mengaku Diupah Tiga Juta, Pembakar Jaring di Panipahan Ditangkap di Bagansiapiapi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved