• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Meranti

Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Runtuh

Redaksi

Senin, 22 Juni 2026 18:51:42 WIB
Cetak
Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok  Runtuh
Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi tiba di TKP, dimana tembok roboh menimpa tubuh korban. Foto : Istimewa

BEDELAU.COM --Suasana duka menyelimuti sebuah keluarga di Jalan Diponegoro, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Zafik Fakhri Pratama dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok saat mengejar layang-layang putus, Senin (22/6/2026) siang.

Dari kronologi yang didapatkan, peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Amelia, tepatnya di belakang Masjid Agung Darul Ulum Selatpanjang. Saat kejadian, korban yang masih duduk di bangku kelas I SMP tersebut diketahui sedang bermain bersama beberapa temannya.

Seperti anak-anak seusianya, Zafik bersama rekannya berusaha mengejar layang-layang yang putus. Layang-layang tersebut diketahui tersangkut di sekitar bangunan rumah yang masih dalam tahap pengerjaan sehingga membuat mereka berusaha memanjat untuk mengambilnya.

Namun, malang tak dapat ditolak. Saat teman
korban memanjat bagian tembok bangunan itu, struktur tembok diduga tidak mampu menahan beban sehingga tiba-tiba roboh dan seketika menimpa tubuh korban.

Benturan keras membuat Zafik langsung tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Teman-temannya yang panik kemudian berlarian untuk memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang tua korban dan warga sekitar.

Warga yang datang berusaha mengevakuasi tubuh korban dari timbunan reruntuhan. Namun saat berhasil diangkat, kondisi tubuh putra pasangan Andi dan Yuning itu sudah tampak membiru sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatannya.

Korban kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan pertolongan medis. Tim dokter dan tenaga kesehatan berupaya memberikan penanganan, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, kematian korban diduga bukan disebabkan oleh pendarahan hebat. Korban diperkirakan mengalami tekanan cukup lama pada bagian dada akibat tertimpa reruntuhan tembok sehingga menyebabkan gangguan fatal pada pernapasan dan organ vital.

Meski demikian, pihak keluarga memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad Zafik langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Kepergian Zafik Fakhri Pratama meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat dan para sahabatnya. Peristiwa tragis tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di sekitar bangunan yang belum selesai dikerjakan maupun lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, M.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pelajar SMP di Selatpanjang saat mengejar layang-layang. 

Menyikapi kejadian tersebut, Polsek Tebing Tinggi langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat bermain layang-layang.

AKP J.A. Lubis mengatakan, permainan layang-layang merupakan salah satu permainan tradisional yang banyak digemari anak-anak. Namun, apabila tidak diawasi dengan baik, aktivitas tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat berakibat fatal.

"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi dan mendampingi anak-anak ketika bermain layang-layang. Jangan sampai permainan yang seharusnya menjadi hiburan justru berujung musibah," kata AKP J.A. Lubis.

Ia mengingatkan agar anak-anak tidak mengejar layang-layang hingga berlari ke jalan raya yang ramai kendaraan karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari bermain layang-layang di sekitar tiang listrik, gardu listrik maupun jaringan kabel listrik.

Menurutnya, area berbahaya seperti atap rumah, bangunan tinggi, sungai, parit maupun lokasi yang berisiko lainnya juga tidak layak dijadikan tempat bermain karena dapat mengancam keselamatan.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar menggunakan benang layang-layang yang aman dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, anak-anak diminta untuk tidak memaksakan diri mengambil layang-layang yang tersangkut di pohon, atap rumah maupun jaringan listrik.

"Keselamatan adalah yang utama. Bermain layang-layang boleh, tetapi jangan sampai mengabaikan faktor keselamatan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya.

AKP J.A. Lubis menegaskan, peran orang tua sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi anak-anak. Dengan pengawasan yang baik, berbagai risiko kecelakaan dapat dicegah sedini mungkin.

Melalui imbauan tersebut, Polres Kepulauan Meranti berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas, sehingga permainan tradisional yang menjadi bagian dari budaya masyarakat itu tetap dapat dinikmati tanpa menimbulkan korban jiwa.

Polri juga mengajak masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat 110 yang beroperasi selama 24 jam apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat.

Dengan mengusung semangat Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan, Polsek Tebing Tinggi berharap tercipta lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak sehingga permainan layang-layang tetap menjadi aktivitas yang menyenangkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved