• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Ricuh Demo Jakarta, 322 Orang Ditangkap, 1 Meninggal Dunia

Redaksi

Sabtu, 29 Agustus 2026 23:15:37 WIB
Cetak
Ricuh Demo Jakarta, 322 Orang Ditangkap, 1 Meninggal Dunia
Demonstrasi di depan DPR, Kamis (27/8/2026), berakhir ricuh. Foto: Alfian Republika

BEDELAU.COM --Polda Metro Jaya menangkap sedikitnya 322 orang dalam kerusuhan yang terjadi di Jakarta, sepanjang Kamis (27/8/2026) malam sampai Jumat (28/8/2026) dini hari.

Ratusan orang tersebut hingga kini masih dalam pengamanan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan peran masing-masing. Kepolisian juga mencatat angka kematian satu orang buntut kerusuhan yang terjadi pascademonstrasi yang terjadi di Gedung DPR/MPR kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Budi Hermanto mengatakan dari ratusan yang ditangkap itu, aparat keamanan membagi ke dalam beberapa klaster. “162 di antaranya dewasa berusia sekitar 18 sampai 40 tahun,” begitu kata Budi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Kata Budi, klaster pertama itu saat ini dalam penanganan oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Adapun klaster lainnya sebanyak 160 anak-anak dengan rentang usia 12 sampai 19 tahun. Klaster anak-anak tersebut saat ini dalam penanganan ole Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya.

“Hingga saat ini seluruhnya masih menjalani proses pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing-masing berdasarkan fakta-fakta dan alat-alat bukti yang tersedia,” ujar Budi.

Dia memastikan, dari 322 orang yang ditangkap itu hingga saat ini belum dilakukan pemulangan. Karena kata dia, perlu bagi kepolisian untuk memastikan pemeriksaan atas perbuatan masing-masing.

Selain itu kata Budi, dari penangkapan yang dilakukan sepanjang Kamis sampai Jumat pagi, kepolisian juga menemukan sejumlah barang-barang yang menjadi alat bukti yang digunakan untuk kerusuhan. “Petugas menemukan senjata tajam berupa golok, gunting, dan asahan pisau,” kata Budi.

Beberapa barang lainnya yang digunakan untuk kerusuhan seperti 10 batang pipa, ketapel, 19 mata panah, satu rantai besi, dan empat tongkat bambu.

Bahkan kata Budi, petugas keamanan juga mengamankan satu kendaraan roda empat yang digunakan untuk menabrak aparat kepolisian saat membubarkan massa rusuh. “Ada satu kendaraan mobil pick-up yang sengaja akan menabrak petugas saat pengamanan aksi penyampaian pendapat,” ujar Budi.

Satu warga meninggal dunia

Budi melanjutkan, dari penelusuran yang dilakukan Polda Metro Jaya juga mencatat satu korban meninggal dunia.

Satu warga yang meninggal dunia itu berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan petugas saat membubarkan massa rusuh di sekitar kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Kamis malam. “Jadi berawal dari adanya informasi kepada pihak kepolisian, kita mengetahui bahwa di lokasi itu masih terjadi kerusuhan, sehingga evakuasi dilakukan menunggu momentum,” kata Budi.

Setelah aparat melakukan pengamanan total di kawasan itu, tim dari Biddokes Polda Metro Jaya baru dapat mengevakuasi satu orang laki-laki yang sudah dalam kondisi tak sadarkan diri. “Rumah sakit paling terdekat adalah RS Mintohardjo. Tetapi pada saat penanganan di rumah sakit, yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Budi.

Dari rumah sakit itu, pun kepolisian membawa korban ke RS Kramat Jati untuk identifikasi dan melakukan visum.

Polda Metro Jaya, kata Budi pada Jumat pagi menghubungi pihak keluarga untuk menyampaikan kabar duka tersebut. “Kami bertemu dengan pihak keluarga almarhum, anak kandung dari yang bersangkutan,” kata Budi.

Di pertemuan itu, kepolisian meminta izin untuk dilakukan autopsi. Akan tetapi kata Budi, pihak keluarga tak memberikan izin untuk dilakukan autopsi terhadap jasad korban. “Kami tetap tunjukkan permohonan untuk dilakukan autopsi untuk mencari tahu penyebab kematian, tetapi ditolak oleh pihak keluarga,” kata Budi.

Kerusuhan yang terjadi sepanjang Kamis (27/8/2026) sampai Jumat (28/8/2026) di sejumlah wilayah di Jakarta, berawal dari aksi unjuk rasa damai di Gedung DPR/MPR.

Demonstrasi itu terkait dengan tuntutan masyarakat dari berbagai daerah yang mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset. Unjuk rasa yang berlangsung sejak pagi, berlangsung tertib tanpa adanya peristiwa kerusuhan. Unjuk rasa berakhir pada sore, dengan sejumlah elemen masyarakat dari luar Jakarta meninggalkan ibu kota.

Akan tetapi menjelang petang, sejumlah kelompok masyarakat masih bertahan di kawasan Gedung DPR/MPR. Semakin ramai kelompok masyarakat yang mendatangi kawasan tersebut pada malam hari. Aparat kepolisian meminta agar kelompok masyarakat yang masih bertahan di kawasan itu segera membubarkan diri. Akan tetapi himbauan tersebut mendapat penolakan dari massa.

Sampai menjelang Kamis tengah malam kelompok massa yang semakin ramai dibubarkan paksa oleh kepolisian. Pembubaran paksa itu berujung pada kerusuhan di sejumlah titik yang tak jauh dari perimeter Gedung DPR/MPR.

 

 

 

Sumber: Republika.co.id


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:30:32 WIB

BEDELAU.COM --Ada ironi besar dalam penertiban kawas.

Nasional

Nota Diplomatik, Langkah Terakhir Malaysia Hadapi Asap dari Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:27:35 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Malaysia menyebut pengirima.

Nasional

Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:49:45 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah berencana mulai menyalurkan.

Nasional

BBM Katanya Aman, Rakyat Malah Mengantre 3 Jam! Ombudsman Bongkar 4 Biang Kerok

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:47:44 WIB

BEDELAU.COM --Bayangkan menghabiskan tiga jam hanya .

Nasional

Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional

Ahad, 11 Oktober 2026 - 19:03:15 WIB

BEDELAU.COM --Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) d.

Nasional

Inilah Enam Jenderal yang Jadi Panglima 6 Kodam Baru Diresmikan Prabowo

Senin, 05 Oktober 2026 - 21:49:04 WIB

BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto resmi meresm.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved