• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Politik

Kursi Wapres Bisa Dibiarkan Kosong hingga 2029

Redaksi

Selasa, 03 November 2026 19:00:07 WIB
Cetak
Kursi Wapres Bisa Dibiarkan Kosong hingga 2029
Ilustrasi. (Foto: AI)

BEDELAU.COM --Pergantian Wakil Presiden tidak cukup hanya mengantongi kehendak Presiden Prabowo Subianto. Peta kepentingan partai politik, persaingan menuju Pemilu 2029, hingga potensi perlawanan kelompok pendukung Joko Widodo menjadi tantangan besar untuk mewujudkan pergantian Gibran Rakabuming Raka.

Guru Besar Universitas Airlangga, Prof Henri Subiakto, menjelaskan, membangun konsensus dalam lanskap politik Indonesia yang multipartai dan multipartisan membutuhkan kompromi yang kompleks. Pergantian Wapres bukan sekadar mencari sosok pengganti, melainkan juga merumuskan ulang keseimbangan kekuasaan di lingkar koalisi pemerintah.

Jabatan Wapres, lanjut Henri, bukan hanya simbol, melainkan representasi nyata pembagian kekuasaan atau power-sharing. Karena itu, penentuan calon berpotensi menyisakan kekecewaan bagi kelompok politik yang tidak terakomodasi.

Kekuatan politik yang tersisih, menurutnya, dapat menuntut kompensasi melalui berbagai posisi strategis, mulai dari kursi kementerian, pimpinan komisi DPR, hingga jabatan di lembaga negara.

Situasi semakin rumit karena elite koalisi memiliki beragam kepentingan dan faksi, termasuk kelompok loyalis Prabowo, jejaring pengaruh Joko Widodo, serta kekuatan politik lainnya. Keputusan mengenai calon Wapres berpotensi memicu kecemburuan yang berujung pada melemahnya dukungan terhadap pemerintah.

Selain itu, partai-partai politik juga akan memperhitungkan peta kontestasi menuju Pemilu 2029. Dukungan untuk mengawal pemerintahan Prabowo hingga akhir periode, kata Henri, tidak otomatis berarti seluruh partai sepakat dengan sosok Wapres yang akan mendampinginya.

“Karena sosok yang dipilih sebagai wapres berpotensi tumbuh menjadi kekuatan besar sekaligus rival baru di masa depan. Partai-partai tentu berhitung cermat untuk itu. Tidak akan membesarkan ‘anak macan’ yang bisa membahayakan kepentingan mereka,” ujarnya, Selasa, 3 November 2026.

Henri menilai, calon Wapres harus memenuhi sejumlah kriteria sekaligus, yakni loyal kepada Prabowo, dapat diterima berbagai kekuatan politik, menjaga soliditas koalisi, serta memiliki tingkat penerimaan yang tinggi dengan resistensi minimal.

Mempertemukan seluruh kepentingan tersebut tanpa kompromi politik yang besar, menurutnya, nyaris mustahil. Prabowo pun tidak bisa hanya mengandalkan kehendaknya sendiri tanpa konsensus yang memadai.

Belum lagi, proses ketatanegaraan yang diperlukan untuk memberhentikan Wapres memiliki tahapan dan persyaratan konstitusional tersendiri. Di sisi lain, sebagian besar partai koalisi dapat memilih mempertahankan status quo demi menjaga stabilitas pemerintahan. Henri juga menyoroti kemungkinan penolakan dari Jokowi dan pendukungnya terhadap pergantian Gibran.

Atas berbagai pertimbangan itu, Henri menyebut keputusan mengenai kelanjutan polemik posisi Wapres pada akhirnya bergantung pada kemampuan dan keberanian Prabowo dalam mengelola dinamika politik.

Ia bahkan mengemukakan opsi agar jabatan Wapres dibiarkan kosong hingga 2029 jika pergantian dinilai terlalu rumit. Menurutnya, Indonesia pernah mengalami periode tanpa Wapres.

“Jalan tengah yang lebih mudah, turunnya wapres tidak harus ada pengganti. Biarkan kursi wapres kosong hingga 2029. Toh Indonesia tanpa Wapres sudah beberapa kali terjadi,” kata Henri.

Meski demikian, Henri menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak semestinya dibiarkan tanpa tindak lanjut. Ia mendorong elite politik mengambil langkah melalui proses ketatanegaraan yang berlaku agar putusan MK dan MA tidak sekadar menjadi polemik berkepanjangan.

“Yang penting elit politik berani mengambil langkah signifikan dan menempuh proses penurunan Wapres daripada Putusan MK dan MA diambangkan dan tidak ditindaklanjuti. Jika itu yang dilakukan, sama saja menolerir rekayasa dan ketidakjujuran dalam proses ketatanegaraan Indonesia,” pungkasnya.

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Politik

Suket Gibran Dibatalkan MA, Bola Panas Kini Menggelinding ke DPR

Ahad, 01 November 2026 - 21:08:41 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah dokumen administratif kini menj.

Politik

Wacana Lama Muncul Kembali: Riau Pesisir Siap Berdiri Sendiri

Ahad, 26 Juli 2026 - 19:18:08 WIB

BEDELAU.COM --atusan tokoh dan perwakilan masyarakat.

Politik

Konflik Parisman dan Eet, BK DPRD Riau Proses Sesuai Kode Etik

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:04:10 WIB

BEDELAU.COM --Badan Kehormatan DPRD Provinsi Riau ak.

Politik

AHY Apresiasi Gaya Kepempimpinan Agung Nugroho, Jadi Role Model Kader Demokrat

Ahad, 17 Mei 2026 - 19:18:10 WIB

BEDELAU.COM --Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimu.

Politik

Dukungan dan Pujian AHY untuk Agung Nugroho Kembali Pimpin DPD

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:34:47 WIB

BEDELAU.COM --Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demok.

Politik

Singgung Gubernur Riau Bukan PKB Lagi, Kasir Sayangkan Sikap Indra Gunawan Eet

Kamis, 27 November 2025 - 19:27:39 WIB

BEDELAU.COM --- Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bang.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Bengkalis Bakal Kehabisan Uang Pembangunan, DBH Migas Anjlok
03 November 2026
Penyelewengan BBM Subsidi di Riau Terbongkar, 32 Orang Jadi Tersangka
03 November 2026
Buka Tutup Diduga Semrawut, Ambulans Tabrak Plang demi Pasien di Proyek Jalintim Pelalawan
03 November 2026
Kursi Wapres Bisa Dibiarkan Kosong hingga 2029
03 November 2026
Polri Respon Soal Isu Jenderal Ditangkap Diduga Menyadap Presiden
03 November 2026
Pemko Pekanbaru Cek Mesin Pompa Tiga SPBU, Antisipasi Permainan Takaran BBM
03 November 2026
Oknum PNS di Siak Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun hingga 8 Kali
03 November 2026
Suket Gibran Dibatalkan MA, Bola Panas Kini Menggelinding ke DPR
01 November 2026
Jangan Parkir di Area Pembangunan Taman Depan Mal LW, Melanggar Akan Disanksi
01 November 2026
RSUD Arifin Achmad Riau Terapkan Sistem Code Stroke, Penanganan Pasien Dipacu dalam 4,5 Jam
01 November 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 GMNI Rohul Sukses Gelar PPAB Lintas Komisariat, Cetak Kader Berjiwa Nasionalis
  • 2 Singapura Ancam Putus Internet RI, Komdigi Ingatkan Kabel Laut Mereka Lewat Perairan Indonesia
  • 3 Nilai Putusan Komisi Informasi Riau Kontradiktif, Warga Gugat ke PTUN Pekanbaru
  • 4 JDIH Bawaslu Rohul Gelar Diskusi Hukum, Bedah Rekontruksi Pengawasan dan Antisipasi Kerawanan Pemilu di MK
  • 5 DPRD Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Edukasi SMPN 1 Tebing Tinggi, Bahas Tupoksi hingga Penanganan Perundungan
  • 6 Ketua PAC RMRB Kabun Ingatkan Netralitas Panitia Pilkades Giti dan Aliantan
  • 7 Kawal Instruksi Wali Kota, Kabid SD Pastikan Gotong Royong Massal Bulanan Berjalan Penuh Semangat

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved