Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
LSM PKPP Kepulauan Meranti Turun ke Lokasi Melihat Kebenaran Isu Pencemaran
MERANTI, BEDELAU.COM --Beredar isu miring mengenai upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam pemanfaatan sampah yang sudah over load di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Desa Gogok Darussalam yang dimanfaatkan sebagai media penimbunan disepanjang pinggir pantai Desa Mekong, Kecamatan Tebing Tinggi Barat yang diduga mencemari lingkungan di pantai tersebut.
Mengenai hal tersebut Jamaludin Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) PKPP (Pemantau Kinerja Pelayanan Publik) DPD Kabupaten Kepulauan Meranti dan juga bersama tim lapangan turun ke lokasi penimbunan untuk melihat kebenaran isu pencemaran tersebut (23/10/2021).
Saat di lokasi penimbunan, Jamaludin melihat tidak tampak adanya pencemaran yang terjadi di sana, namun untuk lebih memastikan kebenaran isu tersebut Jamaludin menanyai salah seorang warga (Alim) yang tinggal di pinggir Pantai Mekong.
Saat Jamaludin menanyakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam pemanfaatan sampah tersebut, Alim menilai kebijakan tersebut tidak menimbulkan efek buruk seperti adanya kebocoran penimbunan sehingga sampah berserakan di laut.
"Sejauh ini saya tidak melihat adanya kebocoran penimbunan sehingga sampah berserakan ke laut, malahan sampah yang ada di laut dinaikkan keatas". Tutur Alim.
Tak hanya itu, Alim juga mengucapkan terimakasih dengan adanya kebijakan tersebut, selain menyelamatkan Pantai Desa Mekong dari Abrasi, Alim dan juga beberapa warga yang tinggal di pinggir pantai juga diberikan uang ganti rugi untuk membeli tanah dan juga bantuan untuk mendirikan rumah.
"Alhamdulillah dengan adanya kebijakan ini kami tidak merasa dirugikan, malahan kami diberikan bantuan mendirikan rumah dan juga ganti rugi, terus terang jika tidak ada program ini, saya dan juga warga lain yang tinggal di sini akan kehilangan rumah akibat Abrasi". Ucap Alim.
Selain itu, mantan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti (PDIP) Azni yang juga berada di lokasi penimbunan Pantai Desa Mekong mengatakan isu yang beredar di kalangan masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti berbeda dengan kenyataan di lapangan, Azni juga menilai dengan adanya kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat di sana terutama yang tinggal di pinggir pantai.
"Isu yang beredar berbeda dengan kenyataan di lapangan, sejauh yang saya lihat tidak ada efek buruk, dan Alhamdulillah dengan adanya kebijakan ini sangat membantu dalam upaya pencegahan abrasi yang diperkirakan 1 tahunnya menghabiskan daratan kurang lebih 3 depa, tak hanya upaya pencegahan abrasi, kebijakan ini juga sangat membantu warga yang tinggal di pinggir pantai ini". Ungkap Azni. (Sp)
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








