• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Bengkalis

Dugaan Pungli dan Gratifikasi Plt. Kasek SDN 04 Bengkalis

Duduk Diruang Kerja Kepala Sekolah, Korwil dan Korwas Panggil Satu Persatu Guru

Redaksi

Senin, 05 September 2022 21:00:39 WIB
Cetak
Duduk Diruang Kerja Kepala Sekolah, Korwil dan Korwas Panggil Satu Persatu Guru
Para guru-guru SD Negeri 04 Bengkalis usai didatangi Korwil dan Korwas Dinas Pendidikan, Senin (5/9/2022).(sukardi)

BENGKALIS,BEDELAU.COM — Pungutan kepada guru PNS dan Honorer dilingkungan SD Negeri 04 Bengkalis, Jalan Arif Rahman, Kecamatan Bengkalis menuai kekuatiran mendalam terhadap sejumlah guru (tenaga pengajar), yang setiap hari memberikan materi pendidikannya di sekolah, Senin (5/9/2022).

Kondisi ini memaksa Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Bengkalis, Dinas Pendidikan Afandi dan  Koordinator Pengawas (Korwas) Kecamatan Bengkalis Zulkifli turun menyambangi SD Negeri 04 Bengkalis dalam rangka klarifikasi dan mengumpulkan keterangan Plt. Kepala Sekolah dan guru-guru.

Meski sedikit tertutup, namun Korwas dan Korwil Kecamatan Bengkalis itu sempat terlihat berada di ruang kerja kepala SD Negeri 04 Bengkalis. Tidak tahu apa yang sedang diklarifikasi, namun dari kondisi lapangan terlihat satu persatu guru dipanggil oleh Korwil dan Korwas.

Sementara guru-guru berada diruang rapat sebelah kantor Kepala Sekolah. Satu persatu mereka memberikan keterangan kepada pihak Korwas dan Korwil dihadapan Plt. Kepala SD Negeri 04 Bengkalis Silvia Gayatri. Banyak guru-guru yang takut saat ditemui wartawan, ada juga guru-guru yang berani blak-blakan soal adanya pungutan senilai Rp 100 ribu bagi guru PNS dan Rp 20 ribu bagi guru Honorer.

Seperti disampaikan Devi, salah seorang guru. Ia muncul dihadapan wartawan dan mengutarakan, mengenai kondisi yang terjadi. Sebagai pihak yang melakukan pemungutan, Devi menjelaskan, hanya bertindak sebagai pemungut.

Sepengetahuan Devi, seluruh guru di SD Negeri 04 Bengkalis diminta uang dalam bentuk sumbangan, dimana satu persatu dimintai tanpa di musyawarahkan melalui rapat. Lebih dipaksa lagi, jika tidak memberikan sumbangan diancam untuk dilaporkan ke dinas.

Dikatakan Devi, awalnya sumbangan itu ditetapkan senilai Rp 100 ribu, untuk guru PNS. Kemudian, sebesar Rp 20 ribu untuk guru honorer. Uang yang disumbangkan itu, menurut informasi sumbangan pesta pernikahan anak Bupati.

“Sebenarnya, kami ini bekerja di lingkungan pemerintah. Ibu Silvi sebagai pimpinan kami disini, kami mau tidak mau mengikuti arahan dari beliau. Beliau suruh ngutip, saya kutip, jadi saya sudah melaksanakan sesuai perintah kepada kawan-kawan guru, akan tetapi kawan-kawan guru ini merasa keberatan, sudah saya minta satu persatu dan itu sudah saya laporkan ke dia (ibu silvi,red). Namun, beliau mengatakan siapa ini orang-orang yang tak mau membayar, nanti saya akan panggil satu persatu, mau saya laporkan ke dinas,”kata Devi dengan nada gemetar dan sedikit merasa tertekan saat diwawancarai wartawan.

Sementara itu, guru lainnya Flora mengutarakan hal senada,  ikhwal pungutan ini membuatnya harus buka bicara. Kepada media ini, Flora menceritakan apa yang dialaminya. Awalnya, pungutan itu tidak mau diberikannya. Namun, seorang teman guru lainnya datang, guru itu ditunjuk sebagai pengutip uang, yang mengatakan kutipan itu untuk dibelikan hadiah.

“Awalnya saya tidak mau kasi, datang teman guru yang ditunjuk, untuk mengutip uang, yang mengatakan ini untuk hadiah, anak bupati yang akan melaksanakan pernikahan. Pada saat itu saya sempat bilang kepada yang teman yang ngutip, kenapa harus Rp 100 ribu dan kenapa tidak dirapatkan. Ibu teman saya itu melaporkan ke ibu kepala sekolah dan ternyata memerintahkan guru lainnya, untuk mengutip kepada guru-guru yang awalnya tidak memang tidak bersedia dan ada yang keberatan,”ujar Flora.

Alasan keberatan, sambung Flora, karena yang dikutip memang memberatkan.  “Uang segitu bagi kami juga sangat berharga, jadi karena kami banyak yang tidak mau bayar,”tutur Flora.

Flora mengatakan, setelah tidak bersedia bayar.  Justru kepala sekolah tadi, memanggil satu persatu guru ke ruangannya. “Pada saat itu saya sempat sarankan kepada ibu kepala sekolah, kenapa tidak membuat rapat, justru ibu Silvi selaku pimpinan tertinggi disekolah menjawabnya, saya malas,”ujarnya Flora menirukan apa yang disampaikan kepala sekolah.

Berulang kali, Flora juga mengingatkan, apakah sumbangan ini wajib atau dipaksakan. Lagi-lagi, kepala sekolah bilang tidak. Namun, anehnya kenapa tidak dirapatkan dan kenapa main kutip-kutip saja.

“Saya berulang kali tanya, apakah ini wajib atau dipaksakan. Ibu kepala bilang tidak, tapi kenapa tidak ibu rapatkan dan kenapa main kutip-kutip saja. Saya juga bilang, saya sudah tanya kepada beberapa sekolah di Kecamatan Bengkalis, tidak ada yang namanya kutipan untuk pesta anak Bupati Bengkalis. Kami justru heran kenapa hanya sekolah kami saja.Tapi, tetap dibantah Ibu Silvi  dengan jawaban, ini merupakan kebijakan kami dan beberapa kepala sekolah, sebagai bentuk loyalitas terhadap atasan,”ujarnya.

“Bagi kami uang Rp 100 ribu itu sangat berharga, apalagi ada beberapa teman kami guru hanya untuk makan pun minjam, saya saksinya tapi tetap dikutip. Bagi saya itu bentuk penekanan, karena kami sudah mengatakan kami tidak mampu, tapi kenapa dipaksa suruh bayar. Kenapa saya bilang dipaksa, dipanggil satu persatu ke ruangan,”timpalnya.

Guru PNS dan Honorer Merasa Cemas

Sejumlah guru-guru yang hadir di lingkungan SD Negeri 04 Bengkalis dalam menyambut kehadiran Korwil dan Korwas Kecamatan Bengkalis, terlihat banyak yang menutup diri. Seakan-akan merasa tertekan dan diintimidasi. Kehadiran Korwil dan Korwas hari itu, kondisi ruang-ruang kelas sudah dalam kondisi kosong.

Proses belajar mengajar sudah selesai, tepat pukul 12.00 WIB. Satu ruangan tempat guru-guru kumpul, jadi kondisi yang membuat tegang suasana. Tak seperti biasanya, guru-guru disana saling bergembira, tapi yang terlihat raut wajah penuh kekuatiran yang mendalam.

Dari kondisi ini, Flora salah seorang guru buka-bukaan dengan kondisi lingkungan SD Negeri 04 Bengkalis. Banyak teman-teman guru PNS lainnya merasa takut di intervensi dan intimidasi.

“Dari masalah ini, guru-guru disini banyak yang tertekan dan tidak nyaman lagi. Tuntutan kami disini hanya satu, tidak usah ibu itu memimpin disini lagi, karena kami pun kurang nyaman, kayak tertekan gitu, karena sikit-sikit, ngancam ke dinas, catat siapa-siapa yang tak bayar, saya laporkan ke korwil atau dinas, sikit-sikit ibu itu bawa dinas, saya tidak tahu hubungan ibu itu ke dinas pendidikan bagaimana,”tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Pengawas Zulkifli, Senin (5/9/2022) diwawancarai media ini terkait adanya pungutan dan gratifikasi terhadap kepala SD Negeri 04. Dalam kesempatan itu, Zulkifli mengatakan, jika sudah ketemu langsung dengan kepala sekolahnya terkait dengan apa yang disampaikan terjadinya pungutan liar (pungli).

“Setelah kami berdikusi, klarifikasi dari data yang ada, yang dinyatakan pungli, apa yang disampaikan berita diluar tadi, kami ingin menyampaikan bahwa untuk saat ini adalah hal yang bersifat sumbangan, terkait sumbangan dari salah satu sekolah, untuk pesta yang dilaksanakan,"katanya Zulkifli.

Menurutnya, inti dari permasalahannya tidak bersifat pungli, tapi sumbangan yang dimusyawarahkan kepala sekolah dengan guru-guru yang ada. 

“Intinya, dia (pungutan) tidak bersifat pungli, tapi sumbangan yang dimusyawarahkan kepala sekolah dengan guru-guru yang ada,”ujarnya lagi.

Disinggung mengenai adanya bukti tertulis yang menuliskan nominal angka pungutan besaran Rp 100 ribu dan Rp 20 ribu, untuk pembelian perhiasan (kado hadiah) pernikahan Anggota DPRD Bengkalis, yang tidak lain adalah anak dari Bupati Bengkalis, Korwas Kecamatan Bengkalis menjelaskan, dari awal sumbangan ini bentuk dari kesepakatan.

“Dari awal, semacam ada kesepakatan sumbangan ini dijumlahkan tertera dalam berita, mereka melakukan klarifikasi bahwa sumbangan ini menjadi seiklasnya saja, disitu ada pergantian tiga pemungut dari dana ini, jadi pertama sudah mengklarifikasikan, sumbangan bukan seperti itu, kedua disepakati seikhlasnya,”ungkapnya turut didampingi Korwil Afandi.

Dikatakannya, nantinya Korwil akan membawa masalah ini ke dinas pendidikan, sekaligus akan menyelesaikan permasalahannya dan mengundang media (wartawan).

“Masalah ini akan dibawa ke Dinas Pendidikan, nantinya media bisa bersama-sama berdialog, untuk menyelesaikan permasalahan ini. Apa yang menjadi kebijakan kepala dinas bisa didengarkan langsung,”tutupnya.(ra)


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?
  • 3 IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
  • 4 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 5 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 6 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 7 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved