Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Guru Honorer Curhat ke Moeldoko Cuma Digaji Rp 700 Ribu/Bulan
BEDELAU.COM --Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memfasilitasi guru dan tenaga kerja kependidikan honorer non kategori usia 35 tahun ke atas atau GTKNHK 35+ untuk audiensi di Kantor Staf Presiden (KSP) Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (27/1).
Sebanyak delapan perwakilan guru dan tenaga kependidikan honorer datang dalam audiensi itu. Kesempatan itu menjadi tempat para guru dan tenaga pendidikan itu menyampaikan keluh kesahnya selama menjadi tenaga honorer.
Salah satu guru honorer dari salah satu sekolah dasar (SD) di Jawa Timur, Yudha Aremba mengungkapkan dia telah memasuki masa pengabdian selama 16 tahun dengan upah hanya Rp 700 ribu per bulan.
"Sehingga masa muda kami habis untuk mencari kerja sampingan. Ini merupakan bentuk beratnya kami menjalankan kehidupan," cerita Yudha di hadapan Moeldoko dalam keterangan KSP, Rabu (27/1/2021).
Dari pengabdiannya itu, Yudha dan para anggota GTKNHK 35+ sempat menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) pada Februari 2020. Rakornas GTKHNK 35+ itu, disepakati dua tuntutan kepada pemerintah, yakni permohonan pengangkatan sebagai ASN melalui Keputusan Presiden dan kenaikan upah untuk guru dan tenaga kependidikan honorer di bawah usia 35 tahun.
"Hasil Rakornas tersebut juga akan didukung oleh kajian akademik beberapa profesor dan doktor terkait dengan keadaan kami di lapangan," jelas Yudha.
Dalam audensi itu Moeldoko didampingi oleh Deputi II KSP Abetnego Tarigan. Dia pun menyampaikan keprihatinan untuk masalah guru dan tenaga kependidikan honorer dalam segi upah yang jauh dari standar. Moeldoko juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga prihatin akan masalah itu.
Moeldoko menjelaskan, hal itu pula yang mendorong KSP menerima audiensi GTKNHK 35+ untuk merumuskan masalah dan mencari solusi bersama.
"Akan kami carikan formulanya sehingga ada perubahan, karena kami juga pernah perjuangkan honorer perawat," ujarnya
"Karena kami punya semangat yang sama untuk membantu nasib guru dan tenaga kependidikan honorer. Setelah pertemuan ini, GTKNHK bisa berkomunikasi secara intens dengan KSP untuk memperjuangkan apa yang diinginkan," tutur Moeldoko.
Sumber: [detik.com]
BERITA LAINNYA +INDEKS
SMKN 1 Bandar Laksamana Raih Juara 1 dari 6 Sekolah Yang Ikut Perlombaan Musikalisasi Puisi Tingkat Kecamatan
BENGKALIS, BEDELAU.COM--Prestasi membanggakan ditore.
80 Siswa SMKN 1 Pekanbaru Kunjungi Unilak, Pelajari Tata Kelola Administrasi Modern
BEDELAU.COM --Guna memperkuat pemahaman seputar tata.
Dosen FH Unilak Edukasi Warga Agrowisata tentang Perkawinan Tidak Tercatat
PEKANBARU,BEDELAU.COM --Persoalan perkawinan masih m.
Dosen Ilmu Lingkungan Pascasarjana Unilak Dorong Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kelurahan Agrowisata
PEKANBARU,BEDELAU.COM --Tim Pengabdian kepada Masyar.
Dosen FEB Universitas Lancang Kuning Gelar Pelatihan PPh Pasal 21 bagi Siswa SMKS Korpri Duri
BEDELAU.COM --Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis .
Penguatan Kompetensi Guru SMK 5 Agustus dalam Menyusun Buku Ajar Digital Berbasis AI
BEDELAU.COM --Transformasi digital yang semakin pesa.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








