• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Aplikasi FEC Investasi Bodong Scam: Polisi dan OJK Telusuri Keterlibatan PT TRI USAHA BERKAT

Redaksi

Ahad, 10 September 2023 19:54:57 WIB
Cetak
Aplikasi FEC Investasi Bodong Scam: Polisi dan OJK Telusuri Keterlibatan PT TRI USAHA BERKAT
Foto: cakaplah.com

BEDELAU.COM --Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait PT TRI USAHA BERKAT yang diduga terlibat dalam aktivitas illegal dan terindikasi berafiliasi dengan aplikasi investasi bodong yang sedang marak di Indonesia, yakni FEC. Dalam perkembangan terbaru, PT TRI USAHA BERKAT menjadi sorotan setelah munculnya banyak laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh investasi yang mereka lakukan melalui aplikasi FEC, dikarenakan dalam keterangan transfer, PT ini diduga terafiliasi membantu menjembatani pencucian uang gelap para korban FEC. Sejumlah pengguna mengeluhkan bahwa investasi yang dijanjikan tidak terpenuhi, dan mereka mengaitkannya dengan PT TRI USAHA BERKAT. 

Direktur Pengawasan dan Manajemen Risiko OJK, Bapak Andi Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan terkait dugaan praktik ilegal yang dilakukan oleh PT TRI USAHA BERKAT. "Kami sangat serius dalam menangani kasus ini dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat," ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan hari ini. Bapak Andi Wibowo juga menambahkan bahwa Kepolisian saat ini sedang menyelidiki kasus penipuan investasi bodong FEC ini dan akan meminta klarifikasi terkait aktivitas perusahaan dan keterkaitannya dengan aplikasi FEC. Namun, hingga saat ini, perusahaan tersebut belum memberikan penjelasan yang memadai. Investasi ilegal dan aplikasi investasi bodong semakin meresahkan masyarakat di Indonesia. Terlebih lagi, saat ini aplikasi Ponzi FEC telah menjadi sorotan karena telah dinyatakan scam dan merugikan ratusan banyak orang di Indonesia. OJK telah mengeluarkan peringatan keras terkait investasi ilegal seperti ini, dan mereka menekankan pentingnya melakukan penelitian dan berinvestasi melalui entitas yang memiliki izin resmi dari OJK. Dalam perkembangan yang lebih mencemaskan, terungkap bahwa ada PT lain yakni PT Sukma Jaya Abadi yang juga jelas terlibat dalam penggelapan dana yang berkaitan dengan transaksi kirim terima ilegal, faktanya kedua PT ini sama-sama berlokasi di Serang Banten untuk operasinya. 

Kasus ini semakin rumit dan membutuhkan penyelidikan yang lebih mendalam oleh OJK. Selain itu, ditemukan bukti yang mengindikasikan bahwa payment gateway bernama TopPay.Asia juga terlibat dalam membantu FEC dalam melancarkan aksi ponzi ilegalnya dengan teknologi pembayaran terintegrasi yang dimiliki oleh TopPay.Asia, di sinyalir jasa Payment Gateway ini juga bodong dan tanpa izin, dan terkesan tertutup dalam pendaftarannya yang tidak biasa, yakni melalui Telegram. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak melakukan transaksi apapun melalui platform TopPay.Asia untuk saat ini. Mereka menekankan pentingnya berhati-hati dalam melakukan transaksi keuangan dan hanya menggunakan layanan yang telah diawasi oleh otoritas yang berwenang. 

Pihak berwenang akan terus mengawasi perkembangan kasus ini, dan masyarakat diminta untuk berhati-hati dalam berinvestasi serta selalu memverifikasi legalitas perusahaan investasi sebelum melakukan transaksi. OJK, Kominfo, dan BI juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban praktik ilegal segera melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang untuk tindakan lebih lanjut. Kasus ini terus menjadi perhatian publik, dan Kepolisian akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat investor dari praktik ilegal yang dapat merugikan mereka. Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati dalam dunia investasi dan transaksi keuangan serta selalu mematuhi peringatan dari pihak berwenang. Kita akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru seiring berjalannya penyelidikan aplikasi ponzi penipuan bernama FEC, bagaimana bisa pihak-pihak Illegal ini dapat dengan mudah melancarkan aksinya dan mengantongi izin sementara dengan mudah?

 

 

 

SUMBER: CAKAPLAH.COM


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Ditangkap, Misteri Kematian Tukang Pijat Mulai Terkuak

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:50:29 WIB

BEDELAU.COM --Kasus pembunuhan yang menggemparkan wa.

Hukrim

Pasangan Kekasih Diduga Curi Motor di Parkiran RSUD Bengkalis Diringkus Polisi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:38:46 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) P.

Hukrim

UAS Meledak di Sidang Abdul Wahid, "Saya Tak Lihat Satu Bukti Pun!"

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:09:46 WIB

BEDELAU.COM --Suasana Pengadilan Tipikor Pekanbaru d.

Hukrim

Perampokan Sadis di Pelalawan, Kasir Ditusuk 22 Kali

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:03:57 WIB

BEDELAU.COM --Aksi perampokan disertai kekerasan bru.

Hukrim

UAS Ungkap Abdul Wahid Pernah Mengadu Soal Dugaan Ancaman Rekaman KPK

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:42:59 WIB

BEDELAU.COM --Pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad m.

Hukrim

Ahli Bongkar Kunci Kasus Dugaan Korupsi Abdul Wahid

Rabu, 17 Juni 2026 - 22:42:55 WIB

BEDELAU.COM --Sidang korupsi yang menjerat Gubernur .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Wabup Muzamil Hadiri Road to Riau Bhayangkara Run 2026, Ribuan Peserta Semarakkan HUT Bhayangkara ke-80 di Meranti
21 Juni 2026
Malam Ini Letto Berikan “Ruang Rindu” Bagi Para Penggemar
20 Juni 2026
Tragis! Pekerja Asal Rohil Tewas Seketika Tertimpa Kapal Kayu di Batu Bara
20 Juni 2026
Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Ditangkap, Misteri Kematian Tukang Pijat Mulai Terkuak
20 Juni 2026
Lahan Sawah Terlanjur Jadi Perumahan, Pemerintah Siapkan Aturan Baru
20 Juni 2026
Pasangan Kekasih Diduga Curi Motor di Parkiran RSUD Bengkalis Diringkus Polisi
20 Juni 2026
Hari Jadi ke-242 Pekanbaru, Pemko Gratiskan Parkir di Seluruh Mal dan Rumah Sakit
20 Juni 2026
Pemprov Riau Gelar Nobar Piala Dunia di Halaman Kantor Gubernur, Terbuka Untuk Umum
20 Juni 2026
Niat Tangkap Ular, Warga Rohil Malah Dililit hingga Koma
20 Juni 2026
Polsek Tebing Tinggi Ungkap Kasus Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak, Dua Terduga Pelaku Diamankan
20 Juni 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS
  • 2 Motor Listrik MBG Rp1 Triliun yang Diduga Dimark-up Dadan Sudah Dirakit, Kini Mau Dipakai Buat Apa?
  • 3 Terkuak! Ini Daftar SMA-SMK Negeri di Pekanbaru yang Rekrut 953 Siswa di Luar Sistem SPMB 2025
  • 4 PETI Kuansing Digerebek Beruntun
  • 5 Angin Kencang Melanda Desa Api Api, SMPN 1 Banlak Rusak Parah
  • 6 Besok Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Jangan Langgar 10 Pelanggaran Ini
  • 7 Pembukaan Pekan Penghijauan, Mahasiswa Pendidikan Biologi UNRI Wujudkan Aksi Nyata

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved