• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Istri Ajudan Risnandar Ngaku Beli Tas Mewah Hasil Jual Kambing, Hakim: Luar Biasa!

Redaksi

Rabu, 09 Juli 2025 12:16:45 WIB
Cetak
Istri Ajudan Risnandar Ngaku Beli Tas Mewah Hasil Jual Kambing, Hakim: Luar Biasa!

BEDELAU.COM --– Jawaban tak biasa muncul dalam sidang lanjutan perkara korupsi yang menjerat mantan Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa, yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (8/7/2025).

Selain Risnandar, di kasus dugaan korupsi pemotongan ganti uang persediaan (GU) dan tambahan uang persediaan (TU) ini, duduk sebagai terdakwa Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution dan mantan Plt Kabag Umum, Novin Karmila.

Sorotan tajam mengarah pada kesaksian Firda Azkiah, istri dari Nugroho Dwi Triputranto alias Untung, mantan ajudan Risnandar yang diduga menerima uang tidak sah sebesar Rp1,6 miliar.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan dua barang bukti berupa tas mewah merek Coach.

Tas pertama berwarna cokelat seharga sekitar Rp9 juta sedangkan tas kedua berwarna biru seharga Rp9,6 juta. Gambar-gambar tas itu diperlihatkan di persidangan.

Ketika ditanya asal-usul tas mewah warna biru tersebut, Firda menjawab bahwa tas itu dibeli dari hasil penjualan dua ekor kambing. "(Beli dari) jual kambing," kata Firda.

Jawaban Firda membuat suasana ruang sidang hening sesaat, sebelum akhirnya diwarnai keheranan dari pihak JPU dan Majelis Hakim. Hakim anggota, Adrian HB Hutagalung, menanggapi dengan nada tajam.

"Keterangan Anda sangat membingungkan dan berbelit-belit. Kami sudah mendengar keterangan suami Anda, Untung, dalam sidang sebelumnya," ujar Adrian dengan nada tajam.

Keterangan Firda bertolak belakang dengan suaminya, Untung. Di persidangan sebelumnya, Untung mengaku membeli tas Coach dari uang pemberian terdakwa Novin Karmila.

“Saudari bilang tas dibeli dari jual kambing. Suami saudari mengatakan itu dibeli dari uang pemberian terdakwa Novin Karmila. Keterangan kalian bertolak belakang,” ujar Adrian.

Pernyataan Firda, lanjut Adrian, menunjukkan gaya hidup konsumtif yang berlebihan dan tidak masuk akal. Ia mengingatkan Firda untuk tidak berbelit-belit dan mencari alasan di persidangan.

"Sedih rasanya menjual kambing untuk beli tas. Itu kan luar biasa konsumtif, memprihatinkan. Sekarang orang membutuhkan makan minum. Lebih baik ibuk pelihara kambing lagi untuk hidup lebih baik," jelas Adrian.

Adrian mengingatkan, gaya hidup di rumah tangga ASN seperti itu bisa menjadi pemicu korupsi. "Kalian adalah cermin budaya konsumsi yang berlebihan. Kalau ternak pun dijual demi gengsi, maka kami paham ke mana uang yang diterima suami Anda digunakan," ucapnya.

Hakim mengingatkan Firda jujur, dan tidak memberikan keterangan yang dibuat-buat. "Keterangan saudari akan kami cocokkan dengan bukti dan kesaksian lain. Jadi sekali lagi saya tanya: uang untuk membeli tas itu berasal dari mana?" tanya Adrian.

Firda, yang merupakan tenaga honorer di Kementerian Dalam Negeri, tetap bersikukuh bahwa tas senilai hampir Rp10 juta itu dibeli dari hasil menjual kambing. “Saya tetap dengan keterangan saya, Yang Mulia,” kata Firda.

Ketua Majelis Hakim, Delta Tamtama, juga mengungkapkan keheranannya terhadap pernyataan tersebut.

"Baru kali ini ada yang seperti ini. Biasanya orang jual kambing untuk kebutuhan biaya sekolah anak, atau perbaiki genteng yang sudah bocor. Ini untuk beli tas. Tidak pernah terjadi, kalau pun terjadi ini ya baru Anda,” tuturnya Delta.

Sementara JPU, juga mencecar Firda terkait soal uang Rp1 miliar uang dikirim melalui rekeningnya. Hal itu disebut Untung dalam percakapan WhatsApp dengan Novin Karmila.

Mengenai hal itu, Firda berpikir beberapa saat untuk memberikan jawaban. Dengan keterangan berbelit-belit, ia tidak mengakui hal tersebut.

JPU bahkan sampai harus mengingatkan Firda akan sumpahnya dan konsekuensi hukum terhadap suaminya jika memberikan keterangan palsu.

Dalam sidang, JPU mengungkap hasil penggeledahan rumah Firda di Ragunan, Jakarta, yang menemukan uang tunai sebesar Rp215 juta. Uang itu terdiri atas Rp100 juta dalam pecahan Rp100 ribu dan Rp115 juta dalam pecahan Rp50 ribu.

Firda mengakui kepemilikan uang tersebut,.tetapi kembali menyatakan tidak mengetahui asal usulnya. Ia juga mengaku pernah menjemput titipan uang dari suaminya di Bandara Soekarno-Hatta.

Sidang juga mengungkap fakta bahwa rekening tabungan pendidikan anak Firda dan Untung dipakai untuk menerima sebagian dana yang diduga berkaitan dengan kasus korupsi.

JPU menegaskan bahwa pola semacam ini menunjukkan adanya upaya menyamarkan aliran uang, dengan memanfaatkan anggota keluarga sebagai perantara.

Di sidang itu, JPU KPK mendesak agar Firda menyampaikan kepada suaminya agar mengembalikan sisa uang negara sebesar Rp285 juta dari total Rp1,6 miliar yang diterima.

“Saudari harus menyadarkan suami saudari. Negara berhak atas pengembalian dana tersebut,” tegas jaksa.

Untuk diketahui, Risnandar Mahiwa, Indra Pomi dan Novin Karmila terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2 Desember 2024. Mereka ditetapkan sebagai tersangka.

JPU mendakwa Risnandar Mahiwa, Indra Pomi dan Novin Karmila melakukan korupsi dengan modus pemotongan GU dan TU di Bagian Umum Setdako Pekanbaru sebesar Rp8,9 miliar. Dana itu bersumber dari APBD Pekanbaru 2024.

Mereka juga didakwa menerima gratifikasi dari sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintahan Kota (Pemko) Pekanbaru. Gratifikasi berupa uang dan baramg mewah.*

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti

Selasa, 08 September 2026 - 20:57:56 WIB

BEDELAU.COM --Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Me.

Hukrim

Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu

Jumat, 04 September 2026 - 21:39:57 WIB

BEDELAU.COM --Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangk.

Hukrim

Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta

Jumat, 04 September 2026 - 21:32:57 WIB

BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial ID diamankan p.

Hukrim

Garap Kawasan Suaka Marga Satwa Giam Siak Kecil, Kakek 76 Tahun Ditangkap

Kamis, 03 September 2026 - 19:28:44 WIB

BEDELAU.COM --Polres Bengkalis menetapkan pria berin.

Hukrim

Diterkam Buaya Saat Cari Kepiting, Nelayan Kuala Enok Inhil Selamat Bertahan di Atas Pohon

Selasa, 01 September 2026 - 19:31:53 WIB

BEDELAU.COM --Seorang nelayan Kecamatan Tanah Merah,.

Hukrim

Ibu Rumah Tangga Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare di Kampar

Selasa, 01 September 2026 - 19:29:15 WIB

BEDELAU.COM --Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kamp.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026
Polsek Tandun dan Warga Panen Jagung di Tandun Barat Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
09 September 2026
Dugaan Pencabulan Anak di Meranti Terbongkar, Pria 71 Tahun Diciduk Polisi
09 September 2026
Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi
08 September 2026
Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing
08 September 2026
Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Sakit Pendidikan Unri
08 September 2026
Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti
08 September 2026
Pekan Ketiga September 2026 Jembatan Siak I Pekanbaru akan Ditutup
08 September 2026
6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
08 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Al-Hafiz KH. Ariful Makhali Hadir di Bahar Mulya, Kades M. Saidiner Tegaskan Dukungan untuk Palestina
  • 2 KH. Ariful Makhali Hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Laksanakan Salat Istisqa dan Ceramah Maulid Nabi
  • 3 Jum’at Berkah Subuh Kembali Berlanjut di Meureudu, Peduli Marbot dan Pembersih Jalan
  • 4 Al-Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA. Beri Tausiyah kepada Santri Nurul Iman Muaro Jambi
  • 5 Bawa 1.020 Tanda Tangan, Warga Rupat Desak Imigrasi Deportasi WN Malaysia Chua Cin Heng
  • 6 Yusril Tegaskan Hukum Tak Boleh Tebang Pilih, Termasuk Jika Ormas Terbukti Terlibat Kericuhan
  • 7 Beruang Liar Nongol di Dekat Rumah Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved