• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim

Penipuan Berbasis AI Kian Marak, Warga Diminta Lebih Waspada

Redaksi

Ahad, 16 November 2025 23:21:24 WIB
Cetak
Penipuan Berbasis AI Kian Marak, Warga Diminta Lebih Waspada
Ilustrasi (foto:cakaplah.com)

BEDELAU.COM --– Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya modus penipuan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Perkembangan teknologi ini dinilai semakin mengkhawatirkan karena mampu meniru suara hingga wajah seseorang dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi.

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, menjelaskan bahwa pelaku kejahatan kini dapat memanfaatkan teknologi voice cloning dan deepfake untuk mengelabui korban. Menurutnya, teknologi tersebut memungkinkan penipu meniru suara maupun wajah seseorang dengan sangat meyakinkan, sehingga korban percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dikenal.

“Teknologi AI ini memudahkan pelaku untuk meniru suara maupun wajah seseorang, sehingga korban percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan orang yang dikenal,” ujar Hudiyanto.

Ia kemudian memaparkan bahwa dua modus penipuan berbasis AI yang saat ini paling sering digunakan pelaku adalah tiruan suara dan tiruan wajah.

Pada modus voice cloning, pelaku dapat meniru suara keluarga, teman, atau kolega, lalu menghubungi korban dengan berpura-pura sebagai orang tersebut.

Sementara itu, pada modus deepfake, pelaku membuat video palsu yang menampilkan wajah dan ekspresi seseorang secara akurat untuk meyakinkan korban mengikuti instruksi penipu.

Hudiyanto mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama ketika menerima permintaan mencurigakan terkait uang atau data pribadi.

Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi melalui saluran komunikasi lain, menjaga kerahasiaan informasi pribadi, serta mewaspadai suara atau video yang tampak janggal meskipun berasal dari orang yang dikenal.

Dalam upaya memberantas aktivitas keuangan ilegal, Satgas PASTI juga terus melakukan pemblokiran terhadap berbagai entitas yang meresahkan masyarakat.

Total 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal kembali diblokir. Banyak di antaranya menggunakan modus tiruan situs atau media sosial entitas berizin untuk menipu masyarakat.

Langkah Satgas PASTI ini semakin diperkuat sejak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi bergabung dalam satgas pada awal 2025. Selain itu, Kementerian Agama RI juga melakukan patroli siber terkait konten umrah backpacker, jual beli visa umrah, hingga SISKOPATUH yang tidak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019.

Patroli siber ini kini melibatkan Kementerian Komunikasi Digital RI, Kepolisian Negara RI, BSSN, dan Kementerian Agama RI.

Sejak 2017 hingga 12 November 2025, Satgas PASTI telah menghentikan 14.005 entitas keuangan ilegal yang terdiri dari 1.882 entitas investasi ilegal, 11.873 entitas pinjaman online ilegal atau pinpri, dan 251 entitas gadai ilegal.

Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat 343.402 laporan penipuan sejak mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025. Dari laporan tersebut, terdapat 563.558 rekening terkait penipuan, dengan 106.222 rekening telah diblokir.

Total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp7,8 triliun, dan dana yang berhasil diblokir berjumlah Rp386,5 miliar.

Hudiyanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh penawaran investasi atau pinjaman online dengan imbal hasil tinggi dan tidak masuk akal.

Ia juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan melalui website sipasti.ojk.go.id, kontak OJK di nomor 157, WhatsApp 081 157 157 157, atau email konsumen@ojk.go.id

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Bupati Asmar Siap Hadiri Upacara Hari Santri, Meranti Diusulkan Jadi Tuan Rumah Hari Santri Riau 2027
25 Oktober 2026
Kawal Instruksi Wali Kota, Kabid SD Pastikan Gotong Royong Massal Bulanan Berjalan Penuh Semangat
24 Oktober 2026
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
  • 3 Harga Cabai Pekanbaru Bikin Geleng Kepala
  • 4 Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
  • 5 Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?
  • 6 IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
  • 7 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved