Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
KPK Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pemprov Riau, Termasuk Pejabat BPKAD dan Ajudan Gubernur
BEDELAU.COM --Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 10 orang saksi dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi (TPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Pemeriksaan berlangsung di Kantor Perwakilan BPKP Riau, Kamis (20/11/2025), dan melibatkan sejumlah pejabat strategis di lingkup keuangan daerah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Ia menyebut para saksi dipanggil untuk mendalami alur penyusunan anggaran serta dugaan penyalahgunaan kewenangan yang kini tengah ditelusuri penyidik.
"Benar, hari ini KPK memeriksa sejumlah saksi terkait penyidikan dugaan TPK di Pemprov Riau. Para saksi dimintai keterangan mengenai peran dan pengetahuan masing-masing terkait kegiatan anggaran yang menjadi fokus penyidikan," kata Budi, Kamis sore.
Dari daftar saksi yang dipanggil, beberapa merupakan pejabat yang mengelola anggaran dan perencanaan daerah. Mereka antara lain:
ISP - Plt Kepala BPKAD Riau
ALMS - Plt Kabid Perbendaharaan BPKAD
MDA - Kabid Anggaran BPKAD
PNM - Plt Kepala Bappeda Riau
Pejabat teknis Dinas PUPR: ADB dan TBN
SRW - seorang ibu rumah tangga
Tiga ajudan gubernur: RND, DHR, dan JN alias MJN.
Menurut sumber internal, keberadaan beberapa ajudan gubernur dalam daftar saksi menunjukkan penyidik KPK sedang menelusuri kemungkinan adanya aliran informasi atau komunikasi tertentu antara pejabat inti dan pihak-pihak terkait penyusunan anggaran.
Pejabat dari BPKAD dan Bappeda disebut memiliki peran penting dalam proses penyusunan dan pencairan anggaran Pemprov Riau. Karena itu, keterangannya dinilai krusial untuk membuka konstruksi dugaan korupsi yang sedang ditangani KPK.
"Setiap saksi tentu kami gali perannya, sejauh mana mengetahui proses anggaran dan dugaan penyimpangan yang terjadi," ujar Budi.
Yang menarik perhatian, KPK juga memanggil seorang ibu rumah tangga berinisial SRW. Meski bukan pejabat, SRW diduga memiliki keterkaitan dengan pihak yang sedang diselidiki penyidik.
KPK belum menjelaskan secara rinci peran SRW dalam perkara ini, namun pemeriksaannya disebut untuk memperkuat rangkaian bukti.
KPK memastikan rangkaian pemeriksaan saksi masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Penyidik juga membuka kemungkinan memanggil pejabat lain jika dibutuhkan.
"Kami akan sampaikan perkembangannya setelah semua proses pemeriksaan selesai," tutup Budi.
Sumber: Riauaktual.com
Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti
BEDELAU.COM --Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Me.
Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
BEDELAU.COM --Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangk.
Janji Loloskan Anak Masuk IPDN, Warga Pekanbaru Ditipu Rp600 Juta
BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial ID diamankan p.
Garap Kawasan Suaka Marga Satwa Giam Siak Kecil, Kakek 76 Tahun Ditangkap
BEDELAU.COM --Polres Bengkalis menetapkan pria berin.
Diterkam Buaya Saat Cari Kepiting, Nelayan Kuala Enok Inhil Selamat Bertahan di Atas Pohon
BEDELAU.COM --Seorang nelayan Kecamatan Tanah Merah,.
Ibu Rumah Tangga Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare di Kampar
BEDELAU.COM --Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kamp.








