• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Dari Hutan Ukui ke Solo, Jejak Perdagangan Gading Terungkap

Redaksi

Selasa, 03 Maret 2026 17:58:16 WIB
Cetak
Dari Hutan Ukui ke Solo, Jejak Perdagangan Gading Terungkap
Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan

BEDELAU.COM --Jejak perdagangan gading Gajah Sumatera yang ditembak mati di hutan Ukui, Riau, akhirnya terkuak. 

Perburuan liar yang bermula di kawasan Blok C99, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, ternyata terhubung hingga ke Pulau Jawa.

Pengungkapan kasus ini dilakukan Polda Riau setelah menemukan bangkai gajah jantan berusia sekitar 40 tahun pada 2 Februari 2026. Kondisinya mengenaskan, kepala terpisah dan kedua gading hilang.

Direktur Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, menyebut hasil nekropsi menunjukkan gajah mati akibat luka tembak di bagian kepala. 

Serpihan tembaga di tengkorak menguatkan dugaan penggunaan senjata api rakitan.

"Dari hasil penyidikan berbasis scientific crime investigation, kami berhasil mengungkap jaringan dari pemburu di lapangan hingga penadah dan perantara di luar daerah," ujar Ade, Selasa (3/3/2026).

Polisi menetapkan 15 orang sebagai tersangka dan tiga lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO).

Berdasarkan penyidikan, AN (DPO) diduga menembak gajah dua kali pada 25 Januari 2026. RA (31) kemudian memotong kepala dan mengambil gading seberat 7,6 kilogram.

Dari hutan Ukui, gading itu mengalir ke berbagai kota. Rantai distribusi bergerak dari Pelalawan ke Padang, lalu ke Surabaya, Jakarta, Kudus hingga Solo. 

Harga melonjak dari Rp 30 juta di tingkat pemburu menjadi Rp 125 juta di tangan perantara.

Sebagian gading bahkan diolah menjadi pipa rokok berbahan gading yang dipasarkan kembali melalui jaringan tersendiri.

Untuk wilayah Riau dan sekitarnya, tersangka yang diamankan antara lain RA (31) sebagai pemotong kepala dan pemilik senpi rakitan, JM (44) penembak, SM (41) penunjuk jalan dan pemilik senpi, FA (62) pemodal dan penadah, HY (74) perantara, AB (56) kurir, LK (43) penjual senpi, serta SL (43) perantara jual beli senjata.

Sementara jaringan luar daerah melibatkan AR (39) dan AC (40) di Surabaya, FS (43) pemodal di Surabaya, ME (49) di Jakarta, SA (39) di Kudus, serta S (47) dan HA (42) di Sukoharjo yang berperan sebagai perantara sekaligus penjual pipa gading.

Adapun tiga DPO yakni AN sebagai penembak dan pemotong kepala, GL penembak, serta RB penadah dan pengolah gading.

Selain gading, polisi menyita dua senjata api rakitan, 798 butir amunisi, 63 pipa rokok berbahan gading, 140 kilogram sisik trenggiling, 12 taring harimau, hingga dokumen pengiriman.

Penyidik juga menemukan fakta bahwa sejak 2024 hingga 2026 terdapat sembilan lokasi perburuan gajah di wilayah Ukui dan sekitarnya. 

Artinya, praktik ini bukan aksi tunggal, melainkan jaringan sistematis lintas provinsi.

"Ini kejahatan serius terhadap kelestarian ekosistem. Kami akan terus memburu pelaku yang masih DPO," tegas Ade.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved